14.4.10

Those Empty Chair, Those Empty Desk

Subuh-subuh gini, gue bela-belain bangun cuma buat nulis blog doang. Mumpung feelnya masih dapet hehe.
Hari ni sekitar sampe jam 12 ato setengah 1, gue gak bisa tidur, walaupun akhirnya tertidur juga.
Dan kali ini gue mimpiin kelas gue lagi :)

Kali ini gue mimpiin kelas gue, dimana kelas gue gak sepenuhnya terisi, hanya beberapa dari mereka yang ada.

Awal mimpi dimulai dari gue ngeliat Junius maen basket, gue bingung tu orang knapa maen basket sendirian. Biasanya ada dustin, calvin, dll. Dan kali ini gue bukan sebagai sudut orang ketiga atau orang kepo yang maha tahu, tapi sebagai sudut orang pertama, sebagai tokoh gue sendiri.

Dan latar tempat tiba-tiba berubah dalam keadaan gue duduk di bangku gue dulu, tepatnya berada di depan meja guru, di belakangnya lagi.
Gue melihat isi kelas gak terisi penuh. Mungkin ini adalah beberapa orang yang akhir-akhir ini gue ngobrol sama dia.
Seinget gue, di kelas gue ada Novia, Lenny, Edwin, Junius, Dustin, Haris, CF, Ace, Tiga serangkai (Nezza jin, Robert, Erio), Vinilia (buat yang namanya harusnya ada disono tapi lupa disebutin, dengan amat teramat saya meminta maaf kalo lupa! Feel free to curse me!)

Gue melihat mereka semua dalam keadaan kosong, seperti lagi merenung akan keadaan yang sedang terjadi. Gue melihat mereka dengan tatapan agak kesepian *nah loh, gue sendiri nih yang sadar*

Mungkin semua orang juga terkadang lagi memasuki tahap ini, dimana mereka merenungi apa yang telah terjadi selama ini, dari manis maupun pahit, semua ada maknanya.
Kenapa Tuhan memberikan gue mimpi ketika gue sudah mau lulus, dan mungkin gak akan ketemu mereka lagi? Kalaupun ketemu, suasananya gak bakal sama kayak sebelumnya.
Everything and everybody will change through the curse of age.

I miss the way she said "Ya ampun ming"
I miss the way they said "POCIIIIII"
I miss the way he said "Anoaaaa"
I miss the way she said "EDDIIII"
I miss the way she said "Lu tuh yang pelit!"
I miss the way he said "Mo Gui"
I miss the way he laugh at me with his stupid face in front of me because of my stupidness, which is believing his big lie
I miss the way he said "Win, lu salah loh tadi"
I miss the way they laugh out loudy because of me.

Ketahuilah, ketika orang-orang disekitar kalian masih berada disana, pergunakanlah waktu sebaik mungkin untuk menghabiskan waktu dengan mereka.

Kenapa semua terasa begitu berharga ketika semuanya telah hilang?
Mungkin itu ego manusia sejak lahir, ketika semuanya hilang, baru kita menyadari betapa berharganya sebuah harta yang tak ternilai.

"Maybe on their eyes, I'm nothing than a trash. 
But on my eyes, they are more valuable than the heaven of earth."
But one thing that you have to know. Wherever you go, whenever it is, I'll open my hand and said "Welcome home :)"





Teruslah melangkah

Teruslah berjalan


Kuingin kau tahu




Aku ada .



*tambahan*
gue bener-bener gak bisa tidur, gak tahu kenapa, akhirnya gue coba dengerin lagu Lee hom - Jiao Ben, berulang-ulang, mengrefleksikannya akan yang telah terjadi selama ini :)



4 komentar:

Thaza Theresia Georly mengatakan...

puisinya yg du bawah lo bikin sendirii?
sedih lagi mingg..
==..
g tiap baca potongan puisi" lo..seeddiihhhh bgd..
nguks!

sma, gudbay!! ><

Cilep mengatakan...

Mink.gw sedih baca yg ini.nyentuh hati bngt loh )': we will miss the people in highschool yah..huhuhu

Darwin - Aming mengatakan...

@thaza
yang aku ada? ambil dari penggalan lagi =))

tapi yang sisa lainnya gue bikin sendiri
ia nih mau lulus sedihhh =((

@cilep
akhirnya ada yang spikiran juga! aplg di binter kan gak gitu rameee, sepiii

Anonim mengatakan...

ko,sumpe,yg ini menyentuh banget... speechless gue