19.4.10

That's Why I L.O.V.E. Indonesia

Indonesia, tempat dimana kita lahir.
Indonesia, tempat dimana pertama kali berpijak.
Indonesia, tempat dimana kita kencing sembarangan.
Dan masih banyak lagi yang gak bisa disebutkan.

Sekarang gue mau kupas tuntas apa sih yang buat gue cinta sama Indonesia?!
Sebelumnya, persiapkan mata kalian ya biar kuat bacanya!
Akan menjadi postingan yang puanjaaaaangg nihhh

1. Ragam Kuliner
Gue cukup prihatin sama Indonesia yang sekarang, dimana semua orangnya sok merasa modern ato bule ato bijimana lah, sehingga akhirnya kuliner Indonesia dilupakan.
Padahal kuliner Indonesia itu menggiurkan loh!
Gue ambil sebagian kecilnya aja ya

Rendang
Makanan yang satu ini cukup membuat lidah bergoyang, dengan daging sapi yang empuk, dan rempah-rempah yang Indonesia BANGET! Dapat membuat lidah anda berdangdut ria. Tak lupa dengan takaran santan yang cukup, membuat kuliner ini gurih. Makanan ini biasa ditemukan di rumah makan padang, dimana rendang dan teman-teman seperjuangannya dapat membuat anda nangis bombay karena cabenya yang duahsssyattt! Konon, makanan ini sangat ngetren dikalangan bulhe-bulhe Yu Es Ei (USA) dan Yuuu Roppp (Europe) karena warna rasanya yang SUPER! Bahkan gue pernah liat di wall fb temen gue yang tinggal di USA, ada 1 bule yang tergila-gila sama rendang ini. Saking gilanya dia salah menulis rendang, malah nulisnya randong. 
 Harga: Nasi+sayur+rendang = Rp 7.000,- (Tujuh Ribu Perak)

Batagor 
Berhubung tadi gue mau tulis tentang Juhi, jajanan yang kayak krupuk kuning dengan saosnya yang manis nikmat ahui, tapi sayangnya saat gue mencari gambar tentang Juhi malah keluarnya gambar artis India, gue nulisnya tentang Batagor aja eh ya! Batagor ini salah satu jajanan khas Indonesia juga. Batagor sendiri biasanya gak dateng sendiri, dia ditemenin temen segerobaknya, seperti tahu goreng, kentang, sama pangsit kecil yang krenyes-krenyes. Batagor sendiri dibuat dari daging ikan, tapi gue gak tahu ikan apa, yang pasti terima jadi aja, enak! Tidak lupa dengan saus kacang yang bikin mulut berkata "TAMBAH DONG BANG!". Pokoknya gak bisa dijelasin dengan kata-kata, silahkan coba dan resapi sendiri rasanya!
Harga: Bervariasi, tergantung pesennya berapa biji dan dimana. Kalo didepan sekolah gue sih, dengan keluarin Rp 5.000,- (Goceng, lima ribu perak), udah puas sampai akhirat!
Okeh, segini dulu tentang kuliner ya, kalo gue tulis semua gak bakal ada abisnya deh kuliner Indonesia.


*TAMBAHAN*
Gue baru dapet info dari temen gue yang kuliah di italia, katanya masakan bule itu gak enak banget. Kalo lo lo pade bilang Sphagetti dan Pizza itu enak, itu BOHONG! Pizza dan sphagetti di Indonesia itu dimodif biar cocok sama lidah tanah air! Makanan asli sono, keras-keras, dagingnya gede alot-alot, bikin rahang pegel! Ditambah rasanya hambar! Makin Cinta Indonesia dong kalo gitu? hehehe


2. Lahirnya Para Musisi Indonesia
Siapa bilang musik Indonesia itu ketinggalan zaman? Gak lagi! Gue merasa setiap alunan dari musisi Indonesia (yang gak alay, abang-abang, atau sejenisnya) merupakan sebuah seni yang tak ternilai.
Musik merupakan bahasa yang sangat universal. Gue pernah kasih liat lagu-lagu Indonesia ke temen gue yang orang Chinese asli (tinggal di Cina), ketemuan dari Omegle.
Lagu yang gue kasih itu adalah lagunya D'Cinnamons - Loving You, sama lagunya Ecoutez! - Simpan saja.





Dodo and the geng, ketika masih muda *sekarang mash juga sih*



Ecoutez!



Kata temen gue ini, alunan lagunya terdengar enak, gak kayak lagu Mandarin yang selama ini dia denger. Dan berakhir gue harus menerjemahkan liriknya per bait biar dia ngerti :). Walaupun mereka gak gitu eksis (mungkin karena selera orang Indonesia itu gak yang begini, tapi yang ... Begitulah!), menurut gue inilah kualitas Indonesia yang sebenarnya! Bukan kayak **12, K*ngen Band, dan sejenisnya yang notaben cuih pret! Meskipun gue pencinta lagu berbahasa Inggris dan Mandarin, Bahasa Indonesia juga bakalan tetap ada di hati!


3. Bahasa Indonesia
Ini salah satu bahasa yang gue favoritin, Bahasa Indonesia! Bahasa yang pertama gue lontarkan dari mulut ini. Dan bahasa Indonesia itu kreatif, fleksibel, dan mudah digunakan oleh semua umur dan segala kalangan.
Mo tahu kenapa gue bilang Bahasa Indonesia kreatif? Ini contoh yang beredar di sekolah gue

Suka ikut campur urusan orang lain = Kepo
Stiker Anti-Spy BB = Anti kepo
Kawin = Kimpoi
Kribo = Brekele

Mau tahu kenapa Bahasa Indonesia mudah digunakan juga? Karena Indonesia itu punya kata-kata sendiri, bukan negara yang berseberangan kita yang harus merangkai beberapa kata untuk menjadi 1 kata yang baru. Bingung gak? Gue kasih contoh aja deh.

Rumah sakit bersalin = Rumah sakit korban laki-laki <-- porno ching!
Push up = Bersetubuh dengan tanah/bumi <-- agak rancu, ambigu, dan mengundang yang enggak-enggak

Fleksibel? Kenapa? Karena bahasa kita bukanlah bahasa yang kalo mau ngomong lidahnya harus dipelintir maupun lidah bergaya ala french kiss, kalo mau ngomong ya lidahnya biasa aja gitu!

Dan 1 lagi fakta yang akan membuat anda bahagia, coba cek link ini
http://www.krysstal.com/spoken.html (Makasih buat Tom Ad yang da kasih ini link), Indonesia nomor 10 coy! Bangga gak sih lo? Tapi kemana jiwa bangsa kita nih yang dulunya menggunakan Bahasa Indonesia? Yang ada sekarang Bahasa Indonesia yang campur aduk berulek-ulek kayak "Chincha Wowrha"
Ingat! Kita punya bahasa yang ASLI dari kita sendiri! Bukan "English" yang jadi "Singlish" kek, atau bahasa-bahasa lainnya. "Made In Indonesia!"

Dan ditambah dengan masuknya Dewi Lestari ke industri ke-Bahasa Indonesiaan *maksa*, gue makin cinta sama bahasa ibu ini. Dia dapat membuat era yang telah lama tertinggal untuk bangkit lagi di kaum muda-mudi Indonesia. Melalui setiap tulisannya, yang meliputi cerpen, puisi, cerita novel dan lagu-lagu yang dibuat dia.
Dan 1 yang pasti, tulisan dia itu bukan kayak cerita sampah yang kayak sekarang, yang notaben cerita anak SMA pake rok mini terus bergenit ria memperebutkan cowok idaman atau begimana lah, tapi penulisan dia itu seakan-akan kita bisa menjadi sudut pandang orang ketiga (orang kepo serba tahu), maupun sudut pandang orang pertama, seakan-akan dibawa ke dunia buku tersebut.
Dan yang pasti penulisannya elegan dong! Bahkan ketika mama geng gue membaca buku Dewi Lestari yang berjudul "Perahu Kertas", dia ampe mewek karena tulisannya itu seperti realita apa adanya yang dikemas menarik, dan katanya sih mirip pengalaman dia. Tapi gue sendiri belom baca karena gak ada yang mau minjemin *menggerutu*.
Bagi yang berniat minjemin Perahu Kertas sama Supernova: Akar, bilang gue juga ya! Perpus gue udah gak ijinin anak kelas 3 SMA pinjem lagi! HUHUHU


4. Pengalaman, dan Teman
Di Indonesia, gue bsia mendapatkan teman-teman yang super! Kalo yang sebelumnya udah baca blog gue yang "An Empty Room Just for You" dan "Those Empty Chair, Those Empty Desk" pasti tahu apa yang gue maksud. Kalau gue gak lahir di Indonesia, gue gak mungkin bisa ketemu temen-temen gue yang SUPER GOKILNYA INI!



Walaupun negara gue ini berasep, kotor, jorok, sumpek, dan (kata Tom Ad) banyak orang bermentalitas tai kebo, gue tetep cinta Indonesia. Walaupun dimata orang nilai Indonesia minus 100, dimata gue tetep 100 plus plus!

Tetap cintai Indonesia kita ini apa adanya ya :)
Walaupun gue tahu di hape kalian settingan Bahasa di hape kalian bukan Bahasa Indonesia, itu bukan berarti kita gak cinta Indonesia. Tetap maju, Indonesia jaya :)
Jangan pernah lagi mengalami kemunduran untuk kehancuran, tetapi untuk mengambil langkah yang lebih baik


Tidak ada komentar: