13.4.10

An empty room just for you.

Need a BIG hug and someone to talk to, I'm alone | Wanna cry out loud!

Itulah status fb, msn, dan tweet gue kemaren.
Kemaren, gue berasa down banget, kosong, hampa, esbelekete pokoknya tiada isi ini hati.
Gue sendiri bingung kenapa, makin dicari penyebabnya, makin bingung, makin pusing, makin down.






But God answer my question.
Dan ternyata benar kata cilep, semua orang juga merasakan kalo kita itu bakal kesepian.

So, He give me a dream about my friends.


Gue bener-bener gak nyangka kalo mimpinya itu BENAR-BENAR tentang temen-temen gue sendiri di SMA
Kira-kira beginilah mimpi gue.
Pertama kali, gue mimpi ketemu bencong(yessica).
Kenapa harus bencong? Mana gue tahu.
Tapi menurut gue, mungkin dia itu salah satu orang baru yang gue kenal pas masuk SMA, dan kebetulan dia sekelas sama gue.
Lalu die ngomong begini
"Ming, ke puncak yuk."
"Ama siapa aje cong?"
"Gak tahu nih, ajak-ajakin aja yang lain."

Terdiam tanpa kata, gue gak ajak yang lain, gue cuma bengong berdiri.

Lama-lama, 1 orang masuk.
Kalo gak salah, orang yang pertama kali masuk itu si medan aka Junius, kebetulan dlu pas kelas 1 gue duduk di depan sebelah kiri die.
Lalu masuklah si aset aka ceep. Orang pertama yang nongol di mimpi gue, yang gue kenal dari SMP.
Mungkin karena kedua bola dunia yang di badannya sudah besar, gue harus mencoba menginterpretasikannya sedikit lebih baik lagi *hohoho*
Makin lama, makin banyak orang disekitar gue. Dari si calvin cikcik, grace, dustin, si gendut eridut, novia, edwin mo gui, pokoknya 1 kelas gue berada di sekitar gue. Dan gue merasa itu memang bener-bener yang gue kangenin saat ini.

Dan kelanjutan dari mimpi gue sendiri itu, adalah beberapa adegan yang BENAR-BENAR terjadi semasa gue kelas 12IPS1.
Dari ganti baju di kelas, terus ketahuan guru. Ngatain bu ciska, dan masih banyak lagi yang gak bisa gue ceritain.
Dan uniknya, gue sendiri sebagai sudut pandang ketiga aka orang kepo, yang ngeliatin diri gue sendiri lagi ngatain orang.


It's like watching a documentary movie.
Gimana rasanya melihat pengalaman diri sendiri saat hidup? Gue merasa itu salah satu antiklimas dari cerita saat umur 17 tahun, di kelas 12.



Melalui mimpi ini, gue makin merasa gak mau untuk beranjak lebih dewasa lagi. Tapi melalui mimpi ini jugalah gue tahu, kalo ikatan pertemanan gak bakal semudah itu putus, walopun setipis apapun tali pertemanan tersebut.





Even tomorrow is the last day for us, there'll be no LAST DAY for our friendship :)












"Saat kau rasa pasir yang kau pijak pergi, akulah lautan kemana kau s'lalu pulang~"






3 komentar:

Thaza Theresia Georly mengatakan...

minggggggggggg..
iya yaaahh, besok hari terakhirr..
sediihhh..
gilaaa..
post lo bikin g pengen nagis..

cilep mengatakan...

ada nama saya ! haha seru bner mimpi loo .duh bkal kangen SMA deh T_T

Darwin - Aming mengatakan...

@thaza
Makannya, mumpung hari trakir puas-puasin deh lo :))

@cilep
yu bobo bareng gue, kali aja bisa mimpi bareng =)) bukan lo doang yang kangen, gue kangen banget