9.11.10

Buona Notte

Sempat terpikir di benak saya untuk masuk sekolah seminari. Entah itu kapan dan akan terealisasi atau tidak, kita lihat saja ke depan. Sempat melintas di pikiran dan hati, tapi memang belum mendapatkan panggilan. Saya tidak mau apa yang saya kerjakan nantinya putus di tengah jalan. Jika saya ingin benar-benar mengabdi menjadi seorang pastur, maka saya harus benar-benar mengabdi. Bukan hangat-hangat tahi ayam. Tetapi masih banyak tetek bengek yang harus diperhatikan, tidak boleh mengambil keputusan sepihak.

Oh iya, saya sendiri mengagumi beberapa tokoh rohani yang melintas di benak saya. Saya akan ceritakan satu per satu ya, jadi harap bersabar :D

Yohanes Bosco

Giovanni Melchiorre Bosco atau yang biasa kita kenal dengan John/Yohanes Bosco maupun Don (Father) Bosco lahir pada 16 Agustus 1815 di sebuah dusun kecil bernama Castelnuovo d'Asti (sekarang bernama Castelnuovo Don Bosco) di Italia. Ia adalah anak dari Margareta (lebih akrab dengan panggilan Mama Margareta).


Mama Margareta

Yohanes dididik dengan iman dan hidup dalam lingkungan kristiani di bawah bimbingan ibunya. Ia baru berusia sembilan tahun ketika ia bermimpi tentang dedikasinya mendidik kaum muda yang miskin dan terlantar. Ketika masih muda, ia sudah mulai memperkenalkan permainan kepada teman-temannya dengan diselingi berdoa dan pendidikan agama. Jika teman-temannya tidak mau diajak berdoa, maaka Bosco tidak akan memperlihatkan permainan sirkusnya. Karena pada zaman tersebut jarang sekali yang bisa bermain sirkus, tak heran anak-anak dari desa lain berbondong-bondong rela berjalan jauh untuk menontonnya. Ia telah memulai pengabdiannya kepada Tuhan dari kecil.

Mama Margareta pun senantiasa mendukungnya. Dan tidak lupa dengan "Buona Notte" atau "Goodnight Talk" yang selalu diceritakan Mama Margareta kepada Bosco. Mama Margareta selalu bercerita tentang kebaikan Tuhan, semesta yang diciptakannya, dan kasih Tuhan selalu menyertai mereka walaupun mereka miskin dan dilanda kesulitan. Tuhan selalu ada di sisi kita.

Gue gak bisa nulis banyak tentang mereka, gue akui pemahaman gue sendiri kepada para Kudus pun belom sempurna, sehingga gue masih gak berani nulis lebih jauh tentang mereka. Tetapi gue akui, gue kagum sama mereka. Berkat rencanaNya dan mereka, banyak lahir kaum-kaum muda dalam Tuhan. Salah satunya saya sendiri 0:) #PDjaya

Untuk lebih lanjut, kalau mau lihat bisa tengok di sini, sini, dan sini!


Tidak ada komentar: