27.9.13

Tips Mencari Tempat Magang

Sebagai mahasiswa semester tujuh yang masih belom dapat magang, gua menulis ini walau gua tahu kenyataan itu pahit. Dan untungnya gak cuma gua doang yang belum dapat magang. Masih ada puluhan mahasiswa lainnya yang masih berkutat dengan rumah-kampus-rumah-kampus. Salah satunya gua yang meluangkan waktu untuk kelarin skripsi dulu. Biar liburan pengangguran saya gak sia-sia amat. Yak untuk kalian yang mencari magang, berikut beberapa tips yang (mudah-mudahan) efektif:


  1. Hoki. Yak hoki itu bener-bener diperlukan untuk cari magang. Salah satu bukti nyata adalah temen gue, Lina. Baru dua hari yang lalu dia mengirim CV ala kadarnya yang masih di format MS Word, foto tidak formal, dan dikirim ke berbagai advertising agency membabi buta. Dan yang parahnya, dia kirim masih dalam satu email. Jadi di CC ke tempat-tempat lainnya. And voila! Lina kemarin dipanggil oleh XM Gravity untuk magang disana. Sementara gua? Dikirim satu-satu, diformatin PDF, application letter, portfolio, tapi tetep aja gak ada yang nerima.
  2. Koneksi. Semakin anda pintar "melacur" ke temen-temen atau bahkan senior anda, mungkin anda bisa dimasukkan secara cuma-cuma. Mungkin ya, gak janji loh ah!
  3. Posisi yang diinginkan. Gak semua posisi terbuka seperti bapak yang menyambut anaknya yang hilang. Bisa jadi posisi itu terbuka sempit seperti bapak yang gak ngijinin anaknya masuk rumah karena pulang kemalaman.
Sekali lagi, mudah-mudahan tips ini bermanfaat. Percaya ya silahkan, gak percaya ya gak apa. Selamat mencari magang, saudara-saudaraku yang senasib sepenanggunan!

18.9.13

Pindah Jurusan

Kalau kalian dikasih kesempatan untuk pindah jurusan, kalian mau pindah ke jurusan apa? Gua pribadi akan pindah ke jurusan yang menurut orang abstrak. Dengan harapan gue bakal dapat jodoh kalau dia nanya gue di kampus belajar apa (ehm). Berikut beberapa kandidat jurusan yang bakal gue terjunin:
  1. Oseanografi. Biar kalau ditanya di kampus belajar apa, gue jawab "Saya di kampus belajar mengenali dalamnya laut yang biru dan segala penghuninya. Seperti putri duyung kayak kamu."
  2. Astronomi. Biar kalau ditanya di kampus belajar apa, gue jawab "Saya di kampus belajar mengenali bintang-bintang di alam semesta. Termasuk bintang di mata kamu."
OH TUHAN BERIKAN SAYA PACAR!!!

*tangisan jomblo ngenes*

12.9.13

Hai!

Hai hai hai hai hai hai hai!

Rasanya udah lama gak pulang ke rumah (baca: buka blog). Dan ternyata udah debuan gak karu-karuan... Ah mari sejenak lupakan EYD, gue ingin menulis blog ini dengan agak santai (masih hawa liburan ceritanya).

Kalau ada pertanyaan: lo sekarang sibuk ngapain sih, Ming? Berikut daftar kesibukkan gue (eem).


  1. Sibuk Non-Skripsi: Ada yang pernah mendengar istilah ini? Intinya sih gak jauh beda dari TAnya anak DKV. Cuma akan dilibetkan dengan beberapa teori sebelum tugas akhir berupa desain dibuat. Gue sendiri bakalan ngerjain Perancangan Kampanye Donasi Buku bagi Taman Bacaan Pelangi. Jadi TBP ini adalah taman bacaaan yang bergerak di Indonesia Timur. Menurut data BPS yang agak kacrut, Indonesia Timur itu mempunyai angka melek huruf terendah diantara bagian Indonesia lainnya.

    Logo Taman Bacaan Pelangi

    Yaa doakan gue bisa merealisasikan proyek ini. Sehingga bisa jadi portofolio gue buat S2 diluar negeri juga. AMIN!
  2. Sibuk cari magang: Dimana temen-temen gue udah pada dapet tempat magang, gua masih leha-lehi di rumah atau bolak-balik kampus cuma untuk nyari peninggalan pakar-pakar komunikasi untuk non-skripsi gue. Alasan pertamague belom dapat magang  adalah karena gue terhitung magang per 18 September 2013 (akibat gak dateng briefing magang pertama). Jadi yaa... Masih hawa-hawa liburan gitu deh. Alasan kedua karena belom kirim juga...
  3. Sibuk ngedit foto: Karena liburan yang saking panjangnya, gue menyempatkan diri untuk backpacking keliling Jawa (terutama Jawa Timur) dan ngeeksplor keindahan Yogyakarta. Sekarang banyak video dan foto yang harus gue edit sebelum berjamur. Eh tapi kalo video entar dulu deh, tunggu ganti Mac (kapan ya?).
  4. Sibuk berdoa: Supaya ada yang mau beliin Macbook Pro
Yahhh begitulah nasib mahasiswa semi pengangguran terselubung. Semoga dengan postingan kali ini membuat para abang-abang atau embak-embak HRD melirik gue untuk jadi anak magang di advertising agency mereka. Ngarep!

9.2.13

Backpacking Trip: Malangnya Nasibku; Day 1

30 Ribu Ajah

"30 ribu aja bang.", kalimat pertama yang bikin gue gengges dikala matahari nongol aja belom. Mau gak mau gue dan temen gue, Calvin, harus membayar 30 ribu untuk pindah dari terminal 2 ke terminal 3. Singkat kata: kita salah turun terminal. Dengan muka bantal, si abang taxi tetap menyalakan argonya seakan-akan bikin gue pengen naik darah. Anjirrr dari terminal 3 sampe terminal 2 harganya ga lebih dari 10 ribu. Ah tapi ya sudah lah apa mau dikata. Gue pun dan Calvin cuma cembetutan tampan sambil menunggu terminal 3 yang tidak kunjung buka.

Tiba-tiba datang seorang kakek tua yang datang ikutan nunggu sambil ngajak ngobrol. Setelah beberapa lama ngobrol, dia kasih kartu nama dia ke kita.


PT. INDO****S
Pertambangan Emas

Ir. R. Eddy S*******
Direktur Utama

Tahu perasaan gue gimana? It's like a FVFVFVFVFVFVKKK didepan gue sekarang adalah seorang bos tambang emas, dan muka gue so bantal saat itu. Gue dan Calvin cuma bisa metat metot melotot, bingung harus ngomong apa. Anyway selain bosnya para emas-emas, Pak Eddy ini juga seorang pendiri Tetada di Jakarta. Pada bingung kan pasti Tetada itu apaan. Yaa pokoknya belajar tenaga dalem deh, tapi gak bisa hame-hame ha.

Malangnya Nasibku

Sesampai di Bandara Juanda, (untungnya) kita langsung dijemput oleh seorang temen gue yang kebetulan tinggal di Surabaya. Ya awloh makasih banget bisa hemat ongkos. Ditraktir makan pula *ups*. Demi mengejar waktu, kita pun langsung cuss ke Terminal Bungurasih menuju Agrosari di Malang.

Beda banget sama angkot di Jakarta, di Malang kode-kode rute disimbolkan dengan nama depan. Misalkan AL - Agrosari sampai Landungsari, AG - Agrosari sampai Gadang. Nada penyebutan AL dan AG pun agak beda, yang AL harus agak cempreng sedangkan AG agak maskulin. Ok itu gak penting.

Dalam rangka menuju kota Batu, kita harus naik angkot lagi yang warnanya cukup ketchi, yaitu ungu muda yang nyaris mirip pink. Dan disana kita ditipu, katanya angkot itu lewat jalan Diponegoro tapi tahunya enggak. Nyatanyaaa ni supir angkot ngajakin ngomongnya muter-muter banget, bilang mau bantu cariin tapi at the end ngecas 50 ribu. Shit abis. Dengan muka yang dijutek-jutekkin gue nyodorin cebanan dan ngomong "20 ribu aja. Mau ga?"

Akhirnya kita turun dengan berat hati ngeluarin 20 ribu untuk pencarian hotel yang gak lebih dari 3 menit. Malangnya nasibku di kota Malang :(

Batu Night Spectacular

Dengan modal googling gak lebih dari sejem 1 minggu sebelum berangkat, gue menemukan sebuah tempat bernama Batu Night Spectacular di Kota Batu. Tempat ini macam pasar malam, cuma bukanya tiap malam aja dan permanen. Wahananya pun terawat dan rame pisan untuk ukuran tempat yang cuma sepanjang Mall Kelapa Gading.




Tiket masuknya cukup murah. Tapi kalau mau main bayar lagi per wahana kurang lebih 10-15 ribu. Ya elah sama aja jatohnya mahal. Setelah makan-makan, gue langsung mengajak temen gue ke Taman Lampion. Tapi sayangnya temen gue ora mau dan gue harus masuk sendiri. Ya iya sih, ini taman kan memang untuk orang pacaran. Tapi minat gue kan cuma mau difoto-foto :"(



Disini gue juga tertarik sama satu wahana yang namanya Mega Mix.


Jadiii kita bakal naik ke piringan itu dan diputer-puter sambil dibolak-balikkin. Karena ja'im gak mau naik duluan, akhirnya gue nungguin orang lain masuk duluan. Yang pengen naik artis juga kali ya pada ja'im semua. Jadi mau gak mau gue kudu naik duluan juga. Dan ketika gue naik, gue cuma ber enam dari 40-an seat...

"Aaaa.... Aaa...", teriak gue dengan nada super datar. Takut sih pengen teriak pas naik Mega Mix. Tapi apa daya rasa ja'im mengalahkan segalanya karena gak ada yang teriak.

Puas bermain di BNS, gue sedikit melirik-lirik alun-alun kota di malam hari. Pulang dengan keadaan capek sambil melihat isi dompet.

Buset 25% budget gue udah ludes buat foya-foya!

31.1.13

Chasing The Moon

Kemarin malam (secara belum jem 12 teng) gue sedikit beruntung. Langit berwarna biru gelap, tanpa awan dan gue bener-bener sendiri malam itu. Oh man, ketika itu juga gue merasa selama ini gue udah lama banget gak pulang dari gereja jalan kaki karena faktor teman-temin yang bisa ditebengin dan ada pula yang berbaik hati nganterin.

Saat gue jalan sendiri, gue tersadar bahwa gue belakangan ini kurang punya waktu sendiri. I mean ketika lu benar-benar sendiri karena lu yang mau. Bukan karena ditinggal temen ato gak punya gawean untuk kemana-mana. Gue butuh privasi untuk berbicara sama diri gue sendiri, dan bersama alam tentunya. Oh iya gue mau jelasin juga kalau belakangan ini gue ingin sedang mencoba kembali ke kehidupan spiritual lagi. For the sake of myself. Dan kali ini gue ditemenin sama bulan untuk ngobrol. She's quite pretty tonight. 

Eh jangan salah sangka ya, bukannya gue kayak gini seteress, gila, atau sinonim dan sanak saudara lainnya. Bahkan dulu gue sering berkontak dengan angin, langit, dan senja. Karena gue percaya Dia selalu menggunakan berbagai cara untuk berbicara pada manusia.

Ok, mari kita lanjutkan perbincangan gue dengan bulan. Gue berkeluh kesah mengenai pertemanan gue yang terkadang terkesan palsu, dilandaskan atas asas keibaan dan. Iba yang bukan karena dari dalam hati, tetapi memang karena mereka merasa ini hanya kewajiban, atau bisa jadi formalitas. Sehingga malam ini membuat gue merasa dekat kembali dengan bulan.

Hati gue memutuskan untuk kembali ke diri gue yang dulu, bersikap lebih individualis dalam beberapa aspek. Mungkin salah satunya pertemanan, yang membuat gue akan menjadi lebih pemilih dan gak percayaan. Entah itu berhasil atau enggak, jadi atau enggak, gue lihat aja nanti.

Jika ditanya kenapa gue lebih memilih untuk menjadi individualis, gue cuma bisa jawab 1 kata. Pilu. Hati gue selalu nyeri, tetapi gak tahu nyerinya ada dimana. Mau diobatin juga bingung caranya gimana. Mungkin salah satunya kembali menjadi lebih individualis, dan pilunya bisa saja hilang dalam sekejap.

Jangan salahkan gue jika gue begini. Gue juga gak akan salahin kalian kok. Memang gak ada pihak yang salah. Kalian baik, cuma mungkin kita hidup di dua dunia yang berbeda. Jadi jangan heran kalau gue mencoba jalan hidup yang sedikit berbeda. Jadi jika ada salah-salah dan ada sikap gue yang gak sreg, gue bilang aja sekarang sori yaaa :)

"When your time comes, you have to chase the moon."

Mungkin kalimat tersebut punya interpretasi ganda. Tapi gue punya makna gue sendiri akan kalimat tersebut. Gue yakin someday beyond the moon I will find a man there who will become my best partner. And he is me.





Darwin Boy Sxander
31 Januari 2013; 1:58 AM
Chasing The Moon


25.12.12

Kangen

Hello fellow bloggers! Pasti kalian udah kangen sama tulisan gue yang udah lama gak nongol ke permukaan. Mungkin perasaan kalian sama dengan isi postingan gue kali ini: kangen.

Di bulan Desember ini, kado natal yang gue dapatkan adalah perasaan kangen. Perasaan dimana kita mengharapkan seseorang itu pada akhirnya akan kembali dan berada di samping kita lagi. Kangen gak bisa diuraikan dengan rangkaian kata-kata, tetapi gue yakin kalian tahu gimana sih rasanya kangen sama seseorang. Gak cuma berlaku buat orang-orang yang udah lama kita kenal. Bisa jadi kangen itu hinggap karena teman-teman baru yang berarti buat kita.

Banyak hal yang udah terjadi setelah 2,5 tahun gue lulus dari SMA. Bisa jadi si itu jadi ganteng, si itu jadi cantik, si itu putus diselingkuhin, bahkan si itu telah berubah orientasi (oops). Hampir semua teman-teman gue berubah, dengan berbagai pencapaian dan perkembangan ke arah yang positif. Pengen deh ketemu sama kalian satu per satu, dan kita duduk bareng di kedai kopi sembari bercerita apa yang telah terjadi selama kita gak bertemu.






Hai kamu yang sedang dikarantina dan besok pergi ke Jerman untuk berlommba. Sedang apa kamu? 

Hai kamu manusia cungkring yang selalu menambahkan kosa kata -tat di setiap nama orang. Sedang apa kamu?

Hai kamu yang mukanya selalu beler. Sedang apa kamu?

Hai kamu penjual keripik setan. Sedang apa kamu?

Hai kamu yang mengais mimpi di negeri Cina.Sedang apa kamu?

Hai kamu yang dulu kerap menjadi guru saya baik di bidang akademis maupun kehidupan. Sedang apa kamu?

Aku masih disini. Kangen.


17.11.12

Belitung Island: It's Like Bali, But Ten Times More Stunning!

It's been a long time for me to visit my own blog. In case for missing me, I'll show you what I've been doing lately HAHAHA.

Escaping from routine activity is a pleasure for everyone. So what did I do when I feel bored lately? Traveling! That's the answer. Bangka Belitung island was chosen to be our escape. The sun was pretty good if you'd like to tan yourself.

A view from Mercusuar

Lengkuas Island view from Kepayang Island


A sight of our room

And there was a rainbow!

I bet Bali is nothing compare to Belitung!

29.9.12

Lea Salonga



"Ming, itu siapa sih? Acha Septriasa?"
"Enak aja, itu Lea Salonga tauk!"

Yaah kalau diliat sekilas, Lea Salonga si cewek asal Filipina ini memang mirip bangeutz sama Acha Septriasa. Tapi ini tuh penampakan dia 16 tahun yang lalu, di pentas Les Miserables di London. What makes me fall in love with her are her voice and heart. What comes from her mouth comes also from her heart :)


4.9.12

Me Vs. Hajat - Part 1

Kalau kata orang bijak, musuh paling sulit itu berasal dari diri sendiri. Entah itu males, boros, atau yang paling amit-amit melawan ego diri sendiri yang merugikan orang lain. Dan gue merasakan itu ada di diri gue, ketika gue harus melawan hajat gue sendiri...

Hajatan Petani

Biar sedikit appropiate, gue memilih untuk menggunakan gambar hajatan petani sebagai contoh. Keduanya sama-sama hajat, cuma bedanya yang satu pake imbuhan -an aja. Jadi begini ceritanyoooo...

Suatu hari ketika gue mengunjungi salah seorang rumah teman, gue menemukan kalau dia ternyata gak ada di TKP. Ya maklum gue kan orangnya suka dateng sebelum waktu yang dijanjikan (gara-gara gak ada gawean). Setelah permisi TaPa-TePe ke bokapnya, gue minta izin untuk memakai WC di rumahnya.

Dengan PDnya gue masuk WC di rumah itu, dan kebetulan tertulis petunjuk ketika BAB harus sambil disirem biar enggak mampet. Gue pikir itu petunjuk yang agak sedikit lebay, mengingat kalau hajat itu kan sifatnya lembek-lembek fleksibel gimana gitu. Akhirnya gue memutuskan untuk buang hajat disana dengan segala pertimbangan yang ada.

Kelar buang hajat dan merasa lega, gue pun membuang sambil menyiram hajat gue dengan  tambahan semprotan air.

10 detik kemudian

Ehh hajatnya malah nongol lagi! Wah mati ini kalau hajat gue ngambang-ngambang di rumah orang kan gak lucu!

Intermezzo

Dulu gue punya kejadian cukup kelam di Sevel Husada. Insidennya pun sama, ketika gue boker flushnya gak berfungsi dengan baik. Sehinggga dua kali gue boker disana (karena WC Husada super jorok), dua kali juga hajat gue mengambang. Terus tiba-tiba satpam dan petugas WCnya ngecek masuk. Untung gue boker di menit-menit terakhir, sehingga gue gak harus menanggung malu kalau gue nongkrong disana dan tiba-tiba petugasnya nanyain "Kamu yang tadi boker terus hajatnya gak disirem ya?"

Kedua kalinya gue dateng kesana, gue diliatin terus sama itu satpam (kebetulan gue cuma inget muka satpamnya). Malu. Maaf ya, Sevel Husada. Tapi ini murni kesalahan flush kalian.

Lanjoooot!

Ini bukan Sevel Husada, dan ini rumah temen gue sendiri! Gak lucu kan tiba-tiba kalo si Om mau boker, pas lagi ngeden ada hajat asing nongol di klosetnya. Dengan penuh perjuangan dari semprot shower + sirem dengan air gayung, tapi gak ngepek sama sekali. Gue pun sering di PHPin sama ini hajat karena ketika gue sirem dan udah masuk, tiba-tiba kepalanya nongol lagi...

10 menit kemudian

Frustasi. Bener-bener frustasi. Amit-amit kalo hajatnya gak bisa gue bersihin, gue harus menanggung malu dan bilang ke Om bahwa klosetnya telah mampet sama hajat yang gue keluarkan. Belom lagi kalau dia cerita ke istrinya, anak-anaknya, tetangganya, dan akhirnya sampai ke telinga emak gue.

5 menit kemudian

Setelah berbagai cara termasuk nyirem lobang kloset sambil nyodok dengan sikat WC (dengan harapan ada tekanan air), akhirnya kelar juga cobaan harga diri ini. Tuhan masih sayang sama saya.

"Ming, kemane aje lo baru nongol?"

Dan sampe sekarang gue masih gak berani ke rumah dia.


15.7.12

Saya Suka Foreplay, dan Kamu Juga!

Terkadang BuDi alias budek dikit itu dapat membawa kesalahpahaman, bahkan bencana besar ketika memandang image seseorang. Seperti percakapan gue dan komplotan-komplotan gue.

Tersangka 1: "Oh lu suka Coldplay?"
Tersangka 2: "Iya dong, Coldplay keren men!"
Gue: "Iya Te, gue juga suka Coldplay. Enak banget!"

Tersangka 3: "Apa? Kalian suka Foreplay?!" *dengan muka shock*

Jadi jika gue rekap pembicaraan tadi dengan pola pendengeran BuDi sang Tersangka 3...


Tersangka 1: "Oh lu suka Foreplay?"
Tersangka 2: "Iya dong, Foreplay keren men!"
Gue: "Iya Te, gue juga suka Foreplay. Enak banget!"

Tersangka 3: "Apa? Kalian suka Foreplay?!" *dengan muka shock*


FYI, Tersangka ketiga adalah perempuan loh...

17.6.12

PMS

HAH! Gak kerasa udah lama banget gue gak update blog ini karena waktu dan kerjaan yang bener-bener gak memungkinkan. Anyway sekarang gue lagi memfokuskan diri untuk membuka jasa ghostwriting dan traveling. Let's see how the progress in later time. Rasanya gak afdol ya kalau gue gak bagi-bagi cerita untuk tiap postingannya HAHAHA. Sooo here we go.

Akhir-akhir ini gue merasa gue bertambah budeg dan lola. Mungkin akibat terlalu banyak informasi yang  berlalu-lintas di otak gue. Yaa salah satunya ketika gue sedang merencanakan untuk minjem tenda (yang akhirnya gak jadi) sama beberapa temen gue.


"Ehh kayaknya kita seruan ngemping di pantai deh. Nyewa tenda dari Jakarta enak kali ya?"
"Berapa duit? Kita minjem aja cuy. Si Pinky kan anak PMS dulu."
"Maksud lu MPA kali? Mahasiswa Pencinta Alam. Lu kata si Pinky tiap bulan bisa sensian?!"


FYI, Pinky itu cowok... Oke kembali ke topik, gue sendiri takut makin lama ini penyakit konyol bisa kronis dan membawa petaka ke kehidupan sosial maupun profesional gue. Dan mungkin julukan gue akan berubah dari Aming si Penjahat Kelamin menjadi Aming si Budek...

16.4.12

Purwaceng

Ada yang tahu Purwaceng? Kalo gak tahu, Purwaceng itu semacem obat kuat ala Jawa. Biasanya dibikin jadi kopi atau minuman jahe, biar makin gres ditambah Pasak Bumi. Nah kan pasti semua pada melenceng pikirannya? Sebenernya Purwaceng sendiri diminum sebagai obat kesehatan, biar stamina tetep okeh dikondisi apapun. Tapi orang cenderung mengartikannya sebagai minuman P.R.I.A.

Desember 2011 kemaren, gue jalan-jalan ke Wonosobo dan Dieng. Disana memang banyak jualan Purwaceng, dari yang mahal sampe tembakan. Sampai di toko oleh-oleh di Wonosobo, gue langsung beli 2 bungkus. Temen-temen gue, terutama yang cewek pada ngomong kayak gini ke gue.

"Ming, itu apaan ming?"
"Purwaceng."
"Hah? Itu apaan?"
"Obat kuat!"

Sontak semua pada langsung heboh, terutama cewek-cewek yang ikut. Apalagi ketika liat salah satu bahannya adalah pasak bumi, gue resmi dicap penjahat kelamin atau penggila seks. Woi gue gak segitunya juga kale! Ketika sampai di Dieng dan gue minum Purwaceng, cewek-cewek langsung ngibrit masuk ke kamar. Cowok-cowoknya pada takut diperkosa karena gak ada tempat pelampiasan. Minum satu pun gak akan bikin gue jadi superhero kaleee!

Hari kedua, ketika kita jalan-jalan di kompleks Candi Arjuna, kita pada singgah makan bakso, dan ada yang jual Purwaceng... Kali ini rombongan cowok-cowok pada nepsongan juga untuk minum Purwaceng, tapi yang cewek pada gak takut mereka minum Purwaceng.

Jadi... hanya gue kah yang dicap penjahat kelamin?

8.4.12

I Trust You

Entah itu kertas, entah itu bola kaca. Kedua benda itu mengingatkan gue akan perumpamaan tentang kepercayaan, dimana ketika kertas telah lecek ia tidak bisa kembali seperti semula maupun bola kaca yang telah pecah tak mungkin kembali. Semua hanya bisa dibetulkan jika mesin waktu Doraemon itu beneran ada. Dan sekarang gue lagi mengalami krisis kepercayaan.

Satu orang yang gue tuakan sempat menjadi tempat gue mengeluarkan uneg-uneg, sampai dia tahu luar dalem gue seperti apa. Dan gue pun tahu beberapa cerita dia yang terkadang eksklusif dicertiakan untuk beberapa kenalan dia aja. Disaat itu, gue merasa spesial. Dimana gue diperlalukan dengan spesial dimana gak semua orang dapet ketika berkenalan dengan dia. Begitu pun juga gue yang memperlakukan dia dengan spesial. Simbiosis mutualisme.

Dan gue inget satu pepatah, entah orang galau mana lagi yang buat. Tapi bener aja pepatah ini.

"Ketika kamu makin dekat dengan seseorang, terkadang ia membangun dinding yang lebih tebal supaya kamu gak bisa mengetahui dia lebih dalam lagi."

Bener aja kejadian. Singat kata, gue akhirnya tahu kadang kalo dia itu entah makin cuek, entah makin menyembunyikan diri, tapi ada aja gue tahu dari info yang dateng sendiri, dari mata kepala sendiri, atau aspek-aspek mistis lainnya. Yang terakhir becanda deh...

Sekarang kepercayaan gue ke dia udah bagaikan kertas lecek maupun bola kaca yang pecah. Tetapi gue masih menganggap dia, orang yang sangat gue hormati dan anggap tinggi. Satu-satunya orang yang mungkin tahu jelek-jelek gue ketimbang bagusnya. Orang yang mungkin gue sediain ruang khusus untuk dia bersemayam. Cuma satu kalimat yang mau gue sampein, gue masih ingin coba untuk percaya sama dia dengan sisa serpihan bola kaca yang masih ada. Maupun menoreh cerita di kertas yang udah enggak layak untuk dipakai.

Kemarin, Pastur gue juga memberi renungan di gereja. Dia cuma meminta kita untuk merenungkan satu kejadian yang ingin kita kenang. Jika itu bahagia, berterima kasihlah. Jika itu menyakitkan, maafkanlah dia. Dan dia berada diantara dua posisi itu. Gue berterima kasih karena dia pernah menjadi teman yang baik. Menjadi orang yang bisa gue kata-katain ketika gue lagi bosen. Menjadi orang yang selalu tahu rahasia gue.

Dan gue ingin memaafkan dia untuk segala hal yang udah terjadi :) Jika gue dikasih satu permintaan, gue cuma ingin balik ke masa lalu dimana gue bisa mempercayai lu 100%, dan gue ingin bercerita banyak hal yang belum sempat gue ceritakan.











and I wish you have a happy life :)

20.3.12

Selimut Hati

Di malam yang dingin itu, kau merengkuh kedinginan karena AC langsung menyorot langsung ke tubuhmu. Spontan tanganmu menyilang di depan dadamu.

Tidak hanya aku saja yang menemanimu malam itu. Botol-botol bir di samping tempat tidurmu sempat menjadi teman kita sebelum kau tertidur pulas dan hanya menyisakan aku dan bir tersebut. Rambutmu terurai-urai tak karuan di tempat tidurmu, membuatku semakin iba melihat kondisimu yang makin kacau bagai diterpa badai.

Sambil kau tertidur pulas, perutku yang lapar membuatku teringat akan PJ - Pajak Jadian yang harus dipenuhi ketika salah satu dari kita mendapat pacar. Aku sangat bahagia disaat kau bahagia, sampai-sampai aku membuat kau harus membayar tagihan makan pajak jadian sebesar seperlima dari gaji bulananmu. Sekarang giliranku menguras seperlima dari gaji bulananku untuk minum-minum, sebagai balas dendam kekecewaan kau akan kekasih kau yang telah menduakan dirimu. Kuteguk kembali sisa bir yang tersisa sampai habis.

Malam semakin larut, kutarik selimut yang tertimbun dibawah kakimu agar kau tidak kedinginan. Dibawah alam sadarmu kau mengucapkan satu nama dari ratusan orang yang mencintaimu, dan itu bukan aku, melainkan dia yang pernah memiliki hatimu. Kutarik kembali selimut sampai ke pundakmu. Selimut yang akan menyelimuti hatimu yang telah beku kepadaku. Dan semoga ketika es itu telah mencair, akulah yang akan terus menyelimuti malammu, sampai mati. 

14.3.12

A Letter of a Servant to His Master

Dear My Master,

It's been a year and half since I know you. Well, I bet it was His plan for me to meet you. You may call this a cosmic coincidence, but for me it was truly a bless. For real, I learnt a lot things for you, like the way of thinking, solving problems, and how to enjoy live. I adore you like a son who adore his father and I serve you like a dog serve his master. Even though you were not everything to me, I gave you my special space on my heart.

Once a time, God gave me a vision that I have to be separated from you. My eyes were not crying, but my heart did. How unfair it was - when God give you a master to guide you, God also gave you a vision that soon you will be separated from someone you adore for some reason. And now I know why God give me this vision, so I could prepare my heart when I have to separated with you. And it happened.

But now, you betrayed me, you lied to me. All I need is your honesty to me. I am not a dog and I could not accept that. Maybe this is the time that we have to separate our way. Oh by the way, do you remember the one wish that I would like to say that night? I wish you find a perfect lifetime mate that will accompany you till death separate both of you, then we will never meet each other. You do have your own life, so do I.

Well, maybe this is the end of my letter to you. I never regret for everything that must be happened. I wish you have a happy life :) For the next pupil that may serve you, do not lie to him! It is hurt, and I bet you know it.



Yours sincerely,



Your ex-servant

10.3.12

Welcome Home!

I would like to say welcome home to my idealism. It's been a long time since our wave-goodbye, eh? I feel like breathing fresh air since I found you again. Promise me to not leave me behind again. It's very hard to chase you in this cruel reality, where human is evil and they do exist.

Once again, I would like to say welcome home :)

8.3.12

Which one is more imporant?

I asked an old man: "Which one is more important to love or to be loved?"
The old man replied: "Which is more important to a bird? The left wing or the right wing?

Big thanks to gendut, lu bener-bener membuka pikiran gue :D

23.2.12

Genap

Genap adalah pilihan, ganjil adalah kesedihan. Seenggaknya itu adalah peribahasa yang gue buat sendiri (caileh) buat kejadian yang pernah gue atau mungkin kalian pernah alamin. Dimana ketika yang namanya angka genap itu adalah hasil dari kita memilih, dan angka ganjil itu adalah hasil dari kita memilih juga plus embel-embel ampas. Dalam kasus ini, gue kebagian jadi ampasnya. Dan gue baru ngerasain gimana rasanya jadi ampas.

Langsung aja masuk ke bagian cerita, dimana pada saat itu gue berencana untuk liburan yang tadinya berempat jadi bertiga. Tadinya gue kira liburan ini bakal jadi liburan yang cukup fantastis (well yeah, some of times are fantastic, but most of them are shits), tapi malah berakhir dramatis. Sesuatu banget deh.

Singkat kata, gue pergi ke kota yang far-far away from Jakarta bersama salah satu orang yang baru gue kenal gak lama-lama amat. Yaa kurang lebih gue baru ketemu dia tiga kali. Gue sendiri mencoba mengakrabkan diri sama dia dengan ngajak ngobrol, yaa seenggaknya gue berharap pas nanti kita jalan-jalan bertiga, kita bisa ngobrol bareng dan masuk. Ternyata eeeeh ternyata... Gue dikacangin. Gak lama setelah gue ketemu dia, ketika gue ngajak ngobrol lagi dia malah lebih milih main sama BBnya. Meeeen, gue liburan mau ngomong sama orang meen, bukan ngomong sama BB!

Kita fast forward sedikit kayak lagi nonton DVD bajakan, alhasil ketika di dalam mobil, gue cuma bisa cengok, nebeng ketawa, ato nebeng nyeletuk. Dan yang paling parah gue dikatain "emang gue ngomong sama elo? Gue lagi ngobrol sama si X."

Sori ya bukannya gue sok sensitif, tapi bagi gue itu udah gak masuk kategori bercandaan. Ada yang orang yang ketika jalan-jalan cuma mau dicuekkin atau cuma mau ngobrol sama gadget elu sendiri? Ketika gue coba ngobrol sama si X pun, gue dikatain "mau banget siiih deket-deket si X."

Ya iya lah, gue aja ngajak ngobrol elu malah ujung-ujungnya ngobrol sama BB. Gimana gue gak mau deket sama orang lain sampe gue dikatain kayak homo. Sisanya gue cuma ngobrol sama si X lagi ketika si orang-yang-baru-gue-kenal ini udah pules di ranjang. Sukur-sukur kalo dia gak bangun lagi sampe pagi besokannya.

Ya udahlah sekarang gue cukup tahu aja kalau orang kayak gitu does exist on this tiny little earth.


Another Blogs :)

Yippie! Setelah sekian lama gue berkenalan dengan dua makhluk temen SD gue ini, gue baru tahu kalo mereka juga suka nulis-nulis blog. Langsung aja yee gue perkenalkaaaan

Blog ini ditulis sama temen SD gue dulu, Cherry, yang pas SD aja kita jarang ketemu ato jarang sapa-sapaan. Padahal dulu kita sekelas ye... Jangan mikir yang aneh-aneh karena nama blognya begitu, isi dari blog temen gue yang satu ini tentang pesien fashion. Ala mix and match bajunya cukup unik loh! Semoga ketika dia balik ke Indo, dia bisa mengubah gue dari yang super kucel ini jadi sekinclong aktor Taiwan (AMIN)!

Gimana sih rasanya kalau jeruk ketemu jeruk yang udah diambil sama nutrisari? Idih pasti ngeselin banget rasanya kalo ngeliat gebetan kite diambil sama orang lain, apalagi udah di hak patenin. Bikin miris plus pengen cincang-cincang itu orang rasanya. Anyway, blog ini lebih berfokus kepada curhatan seorang calon 3D Artist yang dibawa dengan cara yang humor. Hidup itu bukan sesuatu hal yang harus diseriusin bangetzz kan? :P

Di enjoy ya bok tulisannya sesuai dengan keperluan kalian

21.2.12

Dongeng Seekor Nyamuk


Manusia seringkali bertanya kepada Tuhan untuk apa Tuhan menciptakan binatang-binatang yang tak berguna. Kecoak yang selalu dihina-hina kaum hawa ternyata mengambil bagian dari proses penguraian. Lalat yang selalu simpang siur dimana ada bau busuk maupun di dagangan asongan mengambil bagian dari proses pembusukkan.

Lantas untuk apa vampir kecil yang selalu disebut nyamuk itu diciptakan? Banyak yang mengecam mereka hanyalah makhluk penyebar virus dan bakteri. Bahkan ada mitos yang mengatakan mereka adalah jelmaan dari drakula, selain kelelawar tentunya. Tetapi pernahkah kalian mendengar dongeng bahwa nyamuk itu berasal dari seorang pangeran?

Entah darimana dongeng ini berasal, mungkin kedengerannya dongeng ini adalah dogeng yang konyol, yang mungkin dibuat oleh seorang kakek pembual yang tinggal ditengah hutan. Tetapi sebenarnya dongeng ini benar-benar ada, dan dongeng tersebut tidak hanya terjadi pada zaman Majapahit atau ketika Soekarno masih memegang kendali Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dongeng ini ada di sekitar kita, bahkan kita dapat menjadi sang pemeran utama dongeng ini.

***

Suatu hari aku terbangun dari sebuah mimpi yang indah, mimpi dimana ketika mataku membuka, ada putri yang memintaku untuk mengajaknya naik kereta kencana mengelilingi semesta. Dibawah ukiran bintang, aku pun jatuh dari kereta kencana dan terbangun dari mimpi seribu satu malam. Dan ketika aku membuka mata, aku hanyalah seekor nyamuk.


Seorang putri yang telah kukenal lama dan seorang pangeran yang berasal dari negeri seberang sana yang baru saja kukenal pergi bersamaku untuk menuntaskan misi menemukan pulau yang bernaung dibawah gugusan bintang selatan.  Tadinya hanya ada aku dan Sang Putri yang akan menunaikan misi ini. Karena merasa tidak aman, Sang Putri mengajak pangeran tersebut karena ia percaya bahwa tiga orang manusia lebih baik daripada dua.

Kami bertiga terlihat sangat akrab selama perjalanan, apalagi ketika sang putri terbangun. Lain ceritanya jika sang putri telah tertidur lelap dengan bibir mungilnya yang terlihat lucu, pangeran dari negeri sebrang berubah menjadi penyihir jahat berkedok dua. Seorang pangeran atau lebih tepatnya penyihir berkedok pangeran yang mengumandangkan perang dingin tanpa ancang-ancang terlebih dahulu, dan selalu menyimpan rencana liciknya.

Pangeran dari negeri seberang tidak pernah mendengarkan sepatah katapun yang keluar dari bibirku. Balasan dari dirinya hanya berupa “oh” maupun keheningan. Ia hanya menganggap aku sebagai sebuah dinding penghalang. Aku tak tahu lagi rencana apa yang ada di otaknya. Singkat cerita, ketika aku lengah, aku disihir menjadi seekor nyamuk. Serangga kecil yang bersayap, yang menghidupi dirinya dari darah manusia.


Kami melanjutkan perjalanan ketika matahari telah terbit. Pangeran dari negeri seberang berbohong kepada sang putri bahwa aku telah digigit sekelompok serigala dan jasadku telah menjadi seonggok daging yang tak terbentuk. Padahal Sang Putri tidak tahu aku disihir menjadi seekor nyamuk kecil, yang selalu mengikutinya kemanapun ia pergi. Berada dibawah naungan sihir dari pangeran negeri seberang, Sang Putri mencoba untuk membunuhku pelan-pelan dengan tangannya yang halus, menepok kesana dan kemari.

Putriku yang cantik, kamu tidak tahu bahwa aku adalah nyamuk tersebut. Nyamuk yang selalu menemanimu pergi kemanapun dan menjagamu siang dan malam tanpa pernah engkau sadari. Sesekali kugigit kulit halusmu itu agar kau tahu bahwa aku selalu berada disampingmu. Kau dan pangeran dari negeri seberang selalu menganggap aku hama pengganggu umat manusia. 

Di tetes keringatku yang terakhir, aku menyerah dan meminta seorang tua  yang bijak untuk memberiku ramuan yang dapat merubah diriku menjadi manusia kembali. Ramuan tersebut ampuh dan akupun kembali kepada tubuh berdaging ini. Sang putri akhirnya mengetahui bahwa diriku masih hidup, tetapi aku lebih memilih mundur dari permainan kotor ini.

Konon Sang Putri dan pangeran dari negeri seberang telah menemukan pulau dibawah gugusan bintang selatan. Aku tidak peduli mereka akan hidup bahagia selamanya atau sengsara dibawah mantra. Tetapi ketahuilah, akulah yang selalu menemanimu saat suka dan duka. Akulah yang selalu menyisipkan namamu, disetiap doa-doa yang kupanjatkan pada Tuhan yang tak pernah kutemui.

***
Ketika kamu melihat nyamuk-nyamuk berterbangan disekitarmu, janganlah engkau tepuk dia setelah engkau mengetahui dongeng ini. Mungkin saja satu diantara mereka adalah sahabat, atau bahkan kekasihmu yang selalu mengawasi dan melindungimu dari kejauhan. Mereka hanya ingin kamu sadar bahwa mereka ada, disetiap suka dan dukamu. Mereka menggigitmu bukan karena jahat dan ingin membuatmu jatuh sakit, melainkan ingin dimengerti. Betapa perihnya dilupakan dan dianggap tidak ada.

Mungkin sebagian dari kamu yang membaca dongeng ini menganggap bacaan ini hanyalah bualan belaka, dan masih terus membantai nyamuk-nyamuk yan berterbangan tanpa pandang waktu. Tetapi aku yakin, sebagian dari kamu pasti pernah disihir menjadi nyamuk. Dan tidak lupa kamu singgah di pipi orang yang kamu kasihi, menggigitnya sebagai tanda cinta dan sakit yang tak pernah tertuang.

Bandara Adisucipto, Yogyakarta
Senin, 20 Februari 2012, 16:19 PM