29.10.13

Sangkar Burung

Burung tidak pernah bertanya mengapa ia terlahir mempunyai sayap.
Begitu juga mengapa dirinya harus bertarung menjadi sang penguasa langit.
Yang ia tahu hanya terbang bebas setinggi angkasa, melintasi cakrawala di ufuk Timur.

Tidak semua burung bernasib sama.
Adapula burung yang hidup di dalam sangkar.
Entah itu pilihan hidupnya atau memang pilihan satu-satunya.
Namun ia tidak pernah bertanya kepada nasibnya, atau berjuang mengubah nasibnya.
Yang ia tahu hanya menjadi primadona di mata seorang tuan yang memberinya makan dua kali sehari.

Aku tidak ingin hidup seperti burung di dalam sangkar.
Menjadi primadona namun tak bisa berbuat apa-apa.
Padahal setiap manusia terlahir dengan segudang anugerah.

Aku tidak ingin hidup dibalik jeruji mimpi.
Mempunyai sepasang sayap namun tidak pernah terbang tinggi mengejar mimpi.
Padahal setiap manusia mempunyai sejuta mimpi.

Aku hanya ingin terbang bebas,
melintas kebahagiaan yang tiada batas.


1 komentar:

Anonim mengatakan...

cadassssss