Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan

8.3.12

Which one is more imporant?

I asked an old man: "Which one is more important to love or to be loved?"
The old man replied: "Which is more important to a bird? The left wing or the right wing?

Big thanks to gendut, lu bener-bener membuka pikiran gue :D

18.9.11

Satu, Dua, dan Tiga

Satu itu menggenapi, dua itu membunuh. - Filosofi Kopi, Mencari Herman

Buat yang pernah baca buku FilKop pasti pernah quote ini tidak terlihat asing lagi di mata kalian. Somehow, I feel it is right. You couldn't have two same things on a different person. Which is love. Satu cinta akan menggenapi hidupmu, sedangkan dua akan membunuh. Tetapi tiga akan membuat diri lu sendiri bertanya: Sebenernya apa sih prioritas hidup gue?

Well, tulisan ini mungkin akan menjadi lebih panjang dari sebelumnya, dan tidak serapih tata tulisan gue yang kemaren dikarenakan satu penyakit hati: galau. Trust me, this is one of the worst condition in my life.

Orang pertama yang gue cintai itu selalu hadir kemanapun gue berada. Dia adalah diri gue sendiri. I can't stop to love myself. sitting alone in the corner of the room, or having my imagination gone wild as I want. Hey, I love myself being alone. Dapat dibilang ini adalah salah satu puncak hidup gue, dimana gue hidup sendiri dan hanya segelintir orang yang tahu keadaan gue yang sebenarnya. Pertemuan dengan mereka pun dapat dihitung dengan jari dalam 1 tahun.  Gue bebas ngapain aja, mencari tahu banyak hal, atau hanya mojok di pojok ruangan sambil nulis blog yang kayak gue lakukan sekarang. 

Tapi sampai kapan?

Gue terkadang merindukan masa dimana ketika gue bangun tidur, gue bisa melihat ada seseorang di samping gue yang masih tertidur pulas, dan dia tahu who I really am. And yeah, she's one of my best friends. She is the second person that I love.

Banyak orang yang bilang jatoh cintrong sama sahabat itu enak, tapi enggak bagi gue. Kita, yang ibaratnya udah pernah ngeliat satu sama lain bugil, dalam arti lain udah gak lagi yang namanya rahasia-rahasiaan, tiba-tiba statusnya berubah dari sahabat jadi pacaran. Tiba-tiba berada dalam posisi yang udah tahu satu sama lain, dan harus bertindak layaknya orang pacaran. Yang dulu rangkul-rangkulan sambil ketawa-ketiwi jadi sambil mesra-mesraan.Yang dulu kalo makan saling rebutan akan menjadi saling berbagi.

Di satu sisi, semua terlihat begitu indah. Tetapi di satu sisi, gue gak ada bedanya sama gambler kalo gue memindahkan tempat dia di hati gue.

Dimana gue mempertaruhkan seorang sahabat untuk seorang pacar. 
Dimana gue memperaruhkan seorang sahabat yang gak akan pernah kembali, walau dia tetap ada.
Dimana gue mempertaruhkan kebersamaan kita selama 7 tahun untuk sebuah masa depan, atau sebuah kesia-siaan.

Akhirnya gue gak bisa lanjut dari hal itu. Gue gak rela mempertaruhkan persahabatan demi keinginan gue semata. Gue pun dulu pernah menyatakan cinta ke dia, tanpa menembak dia. Dan gue rasa itulah keputusan terbaik yang bisa gue lakukan, dan gue gak akan pernyah menyesal. Biar ombak Kuta saja yang menjadi saksi (cieee).

Orang yang ketiga  adalah erm... Gue gak bisa ngomong disini, karena sekarang bukan waktunya yang tepat dan dapat mempertaruhkan masa depan gue. So, just wait a little more. Okay? Maybe about 1 or 2 years later, when I turn into a better person, I'll write about her in my blog.







Hati tidak pernah memilih. 
Hati dipilih.
Jadi kalau kamu telah bilang memilih saya,
maka selamanya kamu tidak akan pernah tulus mencintai saya.
Karena hati tidak pernah memilih,
ia tahu kemana harus berlabuh. - Dewi Lestari, Perahu Kertas

2.5.11

Bullshit

Pada nyatanya, cinta memang tidak harus memiliki. Walau 90 dari 100 pembaca blog ini akan berkata 'bullshit!' keyakinan ini akan kokoh sampai kapanpun.

Ketika kulihat dia tersenyum akan prestasi, maupun sehabis memakan permen. Itu cinta.

Ketika dia dapat memelukku penuh kebahagiaan tanpa harus menyandang status apapun. You can have me for free. Itu cinta.

Ketika dia sudah mempunyai rumah abadi untuk disinggahi. Tetapi sekali-kali dia menghindari hiruk pikuk Jakarta, pergi menuju villa di Puncak untuk berteriak, menangis, atau menyatakan apapun, dan dia dengan penuh damai kembali ke rumah abadi. Itu cinta.

Ketika dia terbaring di rumah sakit, dan aku hanya bisa duduk terdiam karena tahu paling belakangan. Yang dapat kulakukan hanya berdoa untukmu. Itu cinta.

Ketika dia masih terbaring sakit, dan aku sudah hadir di sampingnya. Aku takkan berkata 'ingin sekali menderita sakit yang sama denganmu', melainkan aku ingin tetap sehat untuk membantumu. Itu cinta.











Selamat tidur, dan rasakan cinta!

27.3.11

Kasih

Maaf ya mengganggu kalian malam-malam begini. Saya ingin sedikit menggalau di blog huhu. Barusan ada salah satu teman saya menulis begini di twitternya:

Buat apa mikirin orang yang sama sekali gak mikirin ikta, waste time.

Kalo dipikir-pikir, memang iya membuang-buang waktu. Bisa saja kita menggunakan waktu tersebut untuk melakukan aktifitas lain. Tetapi saya tetap memilih memikirkan dia, dia, dan dia yang saya kasihi. Tidak pernah saya mengutarakan syarat ke mereka untuk memikirkan saya balik.

Yang namanya kasih tulus memang tidak bersayarat.

Tidak pernah menutut balasan apa-apa.

Tidak pernah memaksa untuk bersama. Apa daya berdua jika perasaan hanya mendukung satu pihak semata?

Kasih selalu berharap bahwa dia selalu baik-baik saja, walau kita tak pernah ada.

Pernahkah di kehidupan kita, kita benar-benar mengasihi seseorang dengan sepenuh hati kita? Ya, kalian pasti pernah.

18.1.11

Pisah Jumpa



Aku berharap untuk tidak pernah bertemu denganmu, namun apa daya waktu dan kehendakNya berkata lain. Jika diperbolehkan, ingin rasanya memutar waktu dan kembali menjadi manusia yang bodoh agar tidak bertemu denganmu kelak.

Satu musim telah terlewati. Harapan yang sekarang kuanggap menjadi kutukan pun muncul. Mungkin memang aku tak akan pernah bertemu denganmu lagi. Biarlah malam berikutnya hanya keheningan dan suara jari memainkan tulisan-tulisan di atas keyboard yang sudah lapuk.

Aku tersenyum kecut, memandangi fotonya dalam layar kaca ini. Semoga perasaan ini tidak dibawa mati. Jujur saja, aku tak ingin menjadi seperti anjing yang setia kepada tuannya. Walaupun terdengar manis, tetapi sangat pahit jika sang majikan telah tiada apapun sebabnya.

Mataku masih memandangi fotonya di layar kaca. Berharap diriku menggantikan pria di sampingnya, yang memakai baju formal tersebut. Bukan dengan program-program tercanggih masa kini, tetapi dengan memutar balikkan waktu. Sekali lagi, aku berharap sesuatu yang tak mungkin terjadi.

Kali ini kusudahi memandangi fotonya dari layar kaca. Tetapi tetap saja bayang dirinya muncul di otak. Seakan dirinya adalah oksigen yang diikat oleh hemoglobin dan dialirkan ke seluruh otak.

Perpisahan memang tercipta karena pertemuan. Dengan perpisahan, aku selalu berharap akan bertemu dirinya kelak, secepatnya. Semua orang juga bilang begitu, bahwa berpisah untuk berjumpa adalah hal yang wajar. Tetapi jiwa ini tidak berkata demikian. Jiwa ini tahu kita akan berpisah untuk selamanya. Tidak akan ada koma maupun kalimat baru di kehidupan kita. Hanya titik.

Tetapi hati kecil ini selalu berharap kisah kita tidak sampai di sini. Berharap sang penulis akan bangun dari tidurnya dan meneruskan kisah ku dan dia selanjutnya. Walau aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti.





1.12.10

Penantian Realita

Dia selalu disini, tampil di depan layar komputer setiap kunyalakan.
Ya, walaupun wujudnya tak tampak, ia selalu berada di sana, menanti dan terus menanti.
Dunia maya hanya sarana kami satu-satunya untuk memintal kehangatan, tidak lebih.
Apa artinya disamping kekasih yang merajam dengan tangannya?
Lebih baik ku nantikan saja dia di dunia maya, walaupun penantian ini tak pasti.

Detik demi detik berlalu, dia tak kunjung datang.
Penyihir hijau memang kejam, merubah waktuku menjadi siang, merubah waktunya menjadi malam.
Hanya tanah tempat kita berpijak yang membatasi kita.
Raga ini tidak sabar, padahal gerbang sudah di depan mata.
Maaf, aku tidak berani.
Aku lebih memilih mundur, tidak dapat kuberitahu alasanku.
Gerbang penantian sudah terlihat, kau saja yang berlari ke tempat itu.
Aku cukup berdiri sampai disini, menanti penantian yang tak pernah datang.

Realita-, kepada -Maya

Penantian Maya

Dia selalu disini, tampil di depan layar komputer setiap kunyalakan.
Ya, walaupun wujudnya tak tampak, ia selalu berada di sana, menanti dan terus menanti.
Dunia realita akan menanti kita pada waktunya.
Apa artinya menjadi kekasih yang merajam dengan tangannya?
Biarkan diriku menjadi kekasih yang tak tampak bagimu.

Detik demi detik, kutunggu waktu yang tepat.
Penyihir hijau selalu kejam, merubah waktuku menjadi siang, merubah waktunya menjadi malam.
Padahal kita bernaung di bawah langit yang sama!
Raga ini terus berlari, menuju gerbang di depan mata.
Maaf, aku terlambat.
Walau kau menyuruh terus berlari, aku akan berputar arah tanpa alasan.
Gerbang penantian sudah dekat, dulu kau berjanji kita akan berlari bersama.
Aku tidak akan berdiri di satu tempat, mengembalikan cintamu yang hilang.

-Maya, kepada Realita-

21.11.10

Kabut



Terlalu kebal kabut di langit semalam. Padahal aku ingin melihat kau menari dengan indahnya. Mungkin di lain kesempatan, aku ingin melihat kau menari sekali lagi.

16.11.10

Pleione


Engkau adalah bintang yang sangat cepat, Pleione. Letakmu sangat jauh dari bumi. Ingin rasanya kugapai Pleiades, tempat kau bernaung. Engkau terlalu cepat melintasi galaksi, sementara aku hanya bermodalkan kaki. Padahal kaulah yang terdekat dari bumi. Terima kasih Tuhan, kau telah melahirkan Pleione pada konstelasi Taurus.

Darwin Boy Sxander

20.7.10

Jang Mi


Even if everything else was a lie,

my love was real. - Jang Mi (Rose)

8.7.10

Peluk

*these bold words really represent my heart


Menahun, ku tunggu kata-kataYang merangkum semua
Dan kini ku harap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku


Tiada yang tersembunyi
Tak perlu mengingkari
Rasa sakitmu
Rasa sakitku

Tiada lagi alasan
Inilah kejujuran
Pedih adanya
Namun ini jawabnya

Sadari diriku pun kan sendiri
Di dini hari yang sepi
Tetapi apalah arti bersama, berdua
Namun semu semata

Tiada yang terobati
Di dalam peluk ini
Tapi rasakan semua
Sebelum kau kulepas selamanya


Tak juga kupaksakan
Setitik pengertian

Bahwa ini adanya
Cinta yang tak lagi sama

Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera

Dan kini ku berharap ku dimengerti



Walau sekali saja pelukku




Thanks to Dewi Lestari aka Dee for making this song! It's really represent my condition right now :)

4.7.10

Bride

"Kamu udah gagal katekumen 1 kali? Aku udah 3 kali bok! Sama yang ini aku jadinya ikut 4 kali! Aku mau merit gak bisa-bisa nih. Dulu aku sempat ikut 6 bulan tapi stop gara-gara kuliah lagi."
Gumam Magda, salah satu teman katekumen yang berumur kepala 2 dan akan segera menuju ke pelaminan.

Mendenger kata "merit" gue jadi teringat akan pasangan yang akan menikah *ya iya lahh*
Sesaat sang mempelai wanita menjadi wanita tercantik di dunia selama 1 hari. Benar-benar hari yang spesial.

Dimana semua mata memandang dirinya, dan berbahagia akan 1 langkah kedepan menuju gerbang kebahagiaan. Membuka lembaran baru, dan ketika membuka mata di pagi hari, ia melihat ada orang yang mengasihinya 24 x 7 jam.
Yang selalu membelai dan memeluk dirinya ketika ia membutuhkan.


And after he said "Yes, I do", they kissed each other *aaaaaaaaaaaaa*
Girl, you're the luckiest creation in the world ;)

credit: here


3.6.10

Aldo

Setelah pulang dari Bali, temen gue yang 1 ini tambah dahsyat. Yang biasanya dari manusia tidak ter-eksis di facebook, jadi banci FB. Ntah kerasukan apa, ketahuan kalo dia naksir seseorang di angkatan gue, dan gak sempet terucapkan dari bibir ke hati si cewe. Uhuuiiii

Berikut status-statusnya dia setelah balik dari Bali.


"You make me smile for no reason whatsoever,
You make me laugh at the unfunniest things,
But most of all, you make me love you...
When I shouldn't be loving you..."


"It takes 3 seconds to say 'I Love You' but a lifetime to prove it."


"I may not get to see you as often as I like. I may not get to hold you
in my arms all through the night. But deep in my heart I truly know,
you're the one that I love, and I can't let you go"

 

"Love is not written on paper for paper can be erased, nor is it etched in stone for stone can be broken. But it is inscribed in my heart and there shall be remain forever!"

 

"It doesn't take a reason to love someone,but it does to like someone. You don't love someone because you want to, you love someone because you are destined too. It's because you fall in Love with them, that you then try to find a reason, but you always come up with the answer, No reason!"

 

"Letting go of someone dear to you is hard, but holding on to someone who doesn't even feel the same is much harder. Giving up doesn't mean you are weak! It only means that you are strong enough to let go!"

 

 



Hayooo yang ngerasa ditaksir si aldo, NGAPEL DSINI!