Tampilkan postingan dengan label sehari-hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sehari-hari. Tampilkan semua postingan

16.4.12

Purwaceng

Ada yang tahu Purwaceng? Kalo gak tahu, Purwaceng itu semacem obat kuat ala Jawa. Biasanya dibikin jadi kopi atau minuman jahe, biar makin gres ditambah Pasak Bumi. Nah kan pasti semua pada melenceng pikirannya? Sebenernya Purwaceng sendiri diminum sebagai obat kesehatan, biar stamina tetep okeh dikondisi apapun. Tapi orang cenderung mengartikannya sebagai minuman P.R.I.A.

Desember 2011 kemaren, gue jalan-jalan ke Wonosobo dan Dieng. Disana memang banyak jualan Purwaceng, dari yang mahal sampe tembakan. Sampai di toko oleh-oleh di Wonosobo, gue langsung beli 2 bungkus. Temen-temen gue, terutama yang cewek pada ngomong kayak gini ke gue.

"Ming, itu apaan ming?"
"Purwaceng."
"Hah? Itu apaan?"
"Obat kuat!"

Sontak semua pada langsung heboh, terutama cewek-cewek yang ikut. Apalagi ketika liat salah satu bahannya adalah pasak bumi, gue resmi dicap penjahat kelamin atau penggila seks. Woi gue gak segitunya juga kale! Ketika sampai di Dieng dan gue minum Purwaceng, cewek-cewek langsung ngibrit masuk ke kamar. Cowok-cowoknya pada takut diperkosa karena gak ada tempat pelampiasan. Minum satu pun gak akan bikin gue jadi superhero kaleee!

Hari kedua, ketika kita jalan-jalan di kompleks Candi Arjuna, kita pada singgah makan bakso, dan ada yang jual Purwaceng... Kali ini rombongan cowok-cowok pada nepsongan juga untuk minum Purwaceng, tapi yang cewek pada gak takut mereka minum Purwaceng.

Jadi... hanya gue kah yang dicap penjahat kelamin?

8.4.12

I Trust You

Entah itu kertas, entah itu bola kaca. Kedua benda itu mengingatkan gue akan perumpamaan tentang kepercayaan, dimana ketika kertas telah lecek ia tidak bisa kembali seperti semula maupun bola kaca yang telah pecah tak mungkin kembali. Semua hanya bisa dibetulkan jika mesin waktu Doraemon itu beneran ada. Dan sekarang gue lagi mengalami krisis kepercayaan.

Satu orang yang gue tuakan sempat menjadi tempat gue mengeluarkan uneg-uneg, sampai dia tahu luar dalem gue seperti apa. Dan gue pun tahu beberapa cerita dia yang terkadang eksklusif dicertiakan untuk beberapa kenalan dia aja. Disaat itu, gue merasa spesial. Dimana gue diperlalukan dengan spesial dimana gak semua orang dapet ketika berkenalan dengan dia. Begitu pun juga gue yang memperlakukan dia dengan spesial. Simbiosis mutualisme.

Dan gue inget satu pepatah, entah orang galau mana lagi yang buat. Tapi bener aja pepatah ini.

"Ketika kamu makin dekat dengan seseorang, terkadang ia membangun dinding yang lebih tebal supaya kamu gak bisa mengetahui dia lebih dalam lagi."

Bener aja kejadian. Singat kata, gue akhirnya tahu kadang kalo dia itu entah makin cuek, entah makin menyembunyikan diri, tapi ada aja gue tahu dari info yang dateng sendiri, dari mata kepala sendiri, atau aspek-aspek mistis lainnya. Yang terakhir becanda deh...

Sekarang kepercayaan gue ke dia udah bagaikan kertas lecek maupun bola kaca yang pecah. Tetapi gue masih menganggap dia, orang yang sangat gue hormati dan anggap tinggi. Satu-satunya orang yang mungkin tahu jelek-jelek gue ketimbang bagusnya. Orang yang mungkin gue sediain ruang khusus untuk dia bersemayam. Cuma satu kalimat yang mau gue sampein, gue masih ingin coba untuk percaya sama dia dengan sisa serpihan bola kaca yang masih ada. Maupun menoreh cerita di kertas yang udah enggak layak untuk dipakai.

Kemarin, Pastur gue juga memberi renungan di gereja. Dia cuma meminta kita untuk merenungkan satu kejadian yang ingin kita kenang. Jika itu bahagia, berterima kasihlah. Jika itu menyakitkan, maafkanlah dia. Dan dia berada diantara dua posisi itu. Gue berterima kasih karena dia pernah menjadi teman yang baik. Menjadi orang yang bisa gue kata-katain ketika gue lagi bosen. Menjadi orang yang selalu tahu rahasia gue.

Dan gue ingin memaafkan dia untuk segala hal yang udah terjadi :) Jika gue dikasih satu permintaan, gue cuma ingin balik ke masa lalu dimana gue bisa mempercayai lu 100%, dan gue ingin bercerita banyak hal yang belum sempat gue ceritakan.











and I wish you have a happy life :)

20.3.12

Selimut Hati

Di malam yang dingin itu, kau merengkuh kedinginan karena AC langsung menyorot langsung ke tubuhmu. Spontan tanganmu menyilang di depan dadamu.

Tidak hanya aku saja yang menemanimu malam itu. Botol-botol bir di samping tempat tidurmu sempat menjadi teman kita sebelum kau tertidur pulas dan hanya menyisakan aku dan bir tersebut. Rambutmu terurai-urai tak karuan di tempat tidurmu, membuatku semakin iba melihat kondisimu yang makin kacau bagai diterpa badai.

Sambil kau tertidur pulas, perutku yang lapar membuatku teringat akan PJ - Pajak Jadian yang harus dipenuhi ketika salah satu dari kita mendapat pacar. Aku sangat bahagia disaat kau bahagia, sampai-sampai aku membuat kau harus membayar tagihan makan pajak jadian sebesar seperlima dari gaji bulananmu. Sekarang giliranku menguras seperlima dari gaji bulananku untuk minum-minum, sebagai balas dendam kekecewaan kau akan kekasih kau yang telah menduakan dirimu. Kuteguk kembali sisa bir yang tersisa sampai habis.

Malam semakin larut, kutarik selimut yang tertimbun dibawah kakimu agar kau tidak kedinginan. Dibawah alam sadarmu kau mengucapkan satu nama dari ratusan orang yang mencintaimu, dan itu bukan aku, melainkan dia yang pernah memiliki hatimu. Kutarik kembali selimut sampai ke pundakmu. Selimut yang akan menyelimuti hatimu yang telah beku kepadaku. Dan semoga ketika es itu telah mencair, akulah yang akan terus menyelimuti malammu, sampai mati. 

14.3.12

A Letter of a Servant to His Master

Dear My Master,

It's been a year and half since I know you. Well, I bet it was His plan for me to meet you. You may call this a cosmic coincidence, but for me it was truly a bless. For real, I learnt a lot things for you, like the way of thinking, solving problems, and how to enjoy live. I adore you like a son who adore his father and I serve you like a dog serve his master. Even though you were not everything to me, I gave you my special space on my heart.

Once a time, God gave me a vision that I have to be separated from you. My eyes were not crying, but my heart did. How unfair it was - when God give you a master to guide you, God also gave you a vision that soon you will be separated from someone you adore for some reason. And now I know why God give me this vision, so I could prepare my heart when I have to separated with you. And it happened.

But now, you betrayed me, you lied to me. All I need is your honesty to me. I am not a dog and I could not accept that. Maybe this is the time that we have to separate our way. Oh by the way, do you remember the one wish that I would like to say that night? I wish you find a perfect lifetime mate that will accompany you till death separate both of you, then we will never meet each other. You do have your own life, so do I.

Well, maybe this is the end of my letter to you. I never regret for everything that must be happened. I wish you have a happy life :) For the next pupil that may serve you, do not lie to him! It is hurt, and I bet you know it.



Yours sincerely,



Your ex-servant

10.3.12

Welcome Home!

I would like to say welcome home to my idealism. It's been a long time since our wave-goodbye, eh? I feel like breathing fresh air since I found you again. Promise me to not leave me behind again. It's very hard to chase you in this cruel reality, where human is evil and they do exist.

Once again, I would like to say welcome home :)

8.3.12

Which one is more imporant?

I asked an old man: "Which one is more important to love or to be loved?"
The old man replied: "Which is more important to a bird? The left wing or the right wing?

Big thanks to gendut, lu bener-bener membuka pikiran gue :D

23.2.12

Genap

Genap adalah pilihan, ganjil adalah kesedihan. Seenggaknya itu adalah peribahasa yang gue buat sendiri (caileh) buat kejadian yang pernah gue atau mungkin kalian pernah alamin. Dimana ketika yang namanya angka genap itu adalah hasil dari kita memilih, dan angka ganjil itu adalah hasil dari kita memilih juga plus embel-embel ampas. Dalam kasus ini, gue kebagian jadi ampasnya. Dan gue baru ngerasain gimana rasanya jadi ampas.

Langsung aja masuk ke bagian cerita, dimana pada saat itu gue berencana untuk liburan yang tadinya berempat jadi bertiga. Tadinya gue kira liburan ini bakal jadi liburan yang cukup fantastis (well yeah, some of times are fantastic, but most of them are shits), tapi malah berakhir dramatis. Sesuatu banget deh.

Singkat kata, gue pergi ke kota yang far-far away from Jakarta bersama salah satu orang yang baru gue kenal gak lama-lama amat. Yaa kurang lebih gue baru ketemu dia tiga kali. Gue sendiri mencoba mengakrabkan diri sama dia dengan ngajak ngobrol, yaa seenggaknya gue berharap pas nanti kita jalan-jalan bertiga, kita bisa ngobrol bareng dan masuk. Ternyata eeeeh ternyata... Gue dikacangin. Gak lama setelah gue ketemu dia, ketika gue ngajak ngobrol lagi dia malah lebih milih main sama BBnya. Meeeen, gue liburan mau ngomong sama orang meen, bukan ngomong sama BB!

Kita fast forward sedikit kayak lagi nonton DVD bajakan, alhasil ketika di dalam mobil, gue cuma bisa cengok, nebeng ketawa, ato nebeng nyeletuk. Dan yang paling parah gue dikatain "emang gue ngomong sama elo? Gue lagi ngobrol sama si X."

Sori ya bukannya gue sok sensitif, tapi bagi gue itu udah gak masuk kategori bercandaan. Ada yang orang yang ketika jalan-jalan cuma mau dicuekkin atau cuma mau ngobrol sama gadget elu sendiri? Ketika gue coba ngobrol sama si X pun, gue dikatain "mau banget siiih deket-deket si X."

Ya iya lah, gue aja ngajak ngobrol elu malah ujung-ujungnya ngobrol sama BB. Gimana gue gak mau deket sama orang lain sampe gue dikatain kayak homo. Sisanya gue cuma ngobrol sama si X lagi ketika si orang-yang-baru-gue-kenal ini udah pules di ranjang. Sukur-sukur kalo dia gak bangun lagi sampe pagi besokannya.

Ya udahlah sekarang gue cukup tahu aja kalau orang kayak gitu does exist on this tiny little earth.


Another Blogs :)

Yippie! Setelah sekian lama gue berkenalan dengan dua makhluk temen SD gue ini, gue baru tahu kalo mereka juga suka nulis-nulis blog. Langsung aja yee gue perkenalkaaaan

Blog ini ditulis sama temen SD gue dulu, Cherry, yang pas SD aja kita jarang ketemu ato jarang sapa-sapaan. Padahal dulu kita sekelas ye... Jangan mikir yang aneh-aneh karena nama blognya begitu, isi dari blog temen gue yang satu ini tentang pesien fashion. Ala mix and match bajunya cukup unik loh! Semoga ketika dia balik ke Indo, dia bisa mengubah gue dari yang super kucel ini jadi sekinclong aktor Taiwan (AMIN)!

Gimana sih rasanya kalau jeruk ketemu jeruk yang udah diambil sama nutrisari? Idih pasti ngeselin banget rasanya kalo ngeliat gebetan kite diambil sama orang lain, apalagi udah di hak patenin. Bikin miris plus pengen cincang-cincang itu orang rasanya. Anyway, blog ini lebih berfokus kepada curhatan seorang calon 3D Artist yang dibawa dengan cara yang humor. Hidup itu bukan sesuatu hal yang harus diseriusin bangetzz kan? :P

Di enjoy ya bok tulisannya sesuai dengan keperluan kalian

26.1.12

Waria

Kalau ngomongin waria, emang udah bukan berita baru lagi. Tapi bukan berarti ngomongin waria Indonesia itu berarti basi. Tetep aja bikin ilfeel. Gue mulai dari pengalaman gue tadi, ketika gue pulang ngampus sehabis ujian dahulu.

Dari kejauhan, gue liat 2 waria dengan baju loreng-loreng macan, satu lagi gaya perpaduan K-Popers sama dangdut yang amit-amit bikin ilfeel. Dan dandannya pun menor kayak kerak telor. Yang satu bawa macem boombox mini yang gue gak tahu apa nama alat asing itu, setel lagu kenceng-kenceng yang bahkan mereka gak tahu judulnya. Sambil di tengah jalan, mereka ngegodain cowok-cowok, dan keliatan sambil minta duit. Si cowok langsung mukanya ilfeel dan mencoba buat kabur. Untungnya gak digodain lebih lanjut. Dari kejauhan, mereka kayaknya cari mangsa lagi. Dan gue mendengar mereka bilang "Itu yang pake baju oren", which is itu GUE!

Anjir, males banget gak sih kalo lu liat waria di tengah jalan kayak begitu, entah di lampu merah lah, Lawang Garden lah. Beda banget sama waria Thailand yang dominan menjadikan waria sebagai identitas, bukan profesi waria yang nakut-nakutin orang di tengah jalan, yang kalau gak ngasih duit kaca mobilnya dipecahin. Tapi jadi waria yang punya kemampuan khusus yang bisa bikin orang tepuk tangan. Main musik lah, dansa lah, apa lah, asal jangan jadi teror masyarakat.

Kaum waria selalu minta ingin diterima di masyarakat. Tapi kalau mereka begini terus, bagiamana masyarakat mau terima?

23.1.12

Angpau

Sebelum gue meneruskan postingan ini, gue mau mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek ke 2563 buat yang merayakannya. Kalau gak merayakan, silahkan dateng ke rumah gue. Emak gue kebanyakkan bikin dan dapet kue. Buat kalian yang hari ini mau hunting angpau, gue kasih tips supaya panen angpau naik 10%

  1. Pakai baju merah, jangan tanya kenapa tapi ini merupakan tradisi
  2. Senyum diprogram sesumringah mungkin
  3. Datangi orang yang udah merit (kalau belom merit gak boleh kasih angpau)
  4. Tangan kiri dikepal seperti bentuk batu pada suit Jepang
  5. Tangan kanan menggenggam tangan kiri
  6. HAFAL teks ini: Gong xi fa cai, xin nian kuai le! Wan shi ru yi. (Baca: Kong si fa chai, sin nian khuai le! Wan she ru yi). Teks wajib diHAFAL MATI tanpa improvisasi sedikitpun. Jangan tanya kenapa, yang penting hafal aja
  7. Gaya tangan sembari mencangkul sambil ngomong mantra ajaib tadi. Ulangi sampai si target ngasih angpau
  8. Biar lebih mengjiwai, pasang lagu Tahun Baru Imlek (Xin Jia) di handphone, terus disetel deh. Yang paling favorit itu yang liriknya begini: Gong xi, gong xi, xi ni ya, gong xi gong xi, xi ni ya gong
Semoga angpau anda dapat naik lebih dari 10% (bahkan lebih) mengingat rupiah juga mengalami kenaikkan inflasi #apasih

18.1.12

Reasons Why You Must Have Vintage Clothes

As usual, this is my random thought


Di dunia ini semua orang pasti pake baju (ya iyalah, masak telenji!), yang dimulai ketika Adam dan Hawa mulai sadar bahwa mereka bugil ketika telah memakan buah terlarang di Taman Firdaus. Dari fungsinya yang untuk menutupi dan melindungi badan, dan sekarang mempunyai nilai tambahan, yaitu keindahan (baca: supaya enak diliat).

Dari bermacam-macam jenis baju, gue selaku salah satu orang hemat sedunia yang pernah khilaf (baca: boros) menyarankan elo, elo, dan elo untuk membeli baju vintage alias jadul. Alasannya adalah:

  1. Baju vintage udah dianggap sebagai sebuah trend di dunia busana aka fashion
  2. Vintage is everlasting, y u know?
  3. Tersedia dari range harga manusia sampai yang harganya diluar logika
  4. Baju vintage gak selalu harus baru, karena dari judulnya aja udah VINTAGE
  5. Kalo gak sanggup beli di GI ato PI, bisa beli di Pasar Senen (thanks to Cindy) dengan harga nasi padang
  6. Gak perlu beli model baju lain, karena vintage is everlasting (balik ke nomor 2)
  7. Hemat. Bisa diwarisin ke anak dengan alasan "ini style klasik, nak."
Anything else?

16.1.12

Merit

Hidup gue emang gak jauh-jauh sama yang namanya kejadian aneh yang bisa bikin gue hebring tralala sendiri. Well, kali ini hal tersebut nyerempet-nyerempet sama yang namanya MERIT. Kejadiannya berlangsung pada Minggu malam sehabis pulang gereja, dimana gue nganterin temen gue untuk nanyain pembukaan calon baptisan baru. Akhirnya gue ngomong ke cici-cici (belom jadi encim) sekretariat yang biasa ngurus hal tersebut.


"Ci, baptisan baru kapan dibuka lagi ya?"
"Oh nanti kita buka lagi pas bulan Mei. Nanti dateng aja lagi kesini."
"Oh iya makasih ya ci."


Ketika gue dan temen gue balik badan, mau keluar pintu.


"Kalian mau nikah kan y..."

"ENGGAK KOK! ENGGAK!"

Anjirr mamen, gue dikira udah mau merit! Gue masih kuliah kaleee. Yaa gue tahu dengan memakai baju polo dan perut buncit (it's a shape too!) gue terlihat seperti pria mapan (AMIN) yang lagi otewe ke pelaminan. Tapi gak segitunya juga kaleee.

Disatu sisi, gue agak seneng juga sih dikira mau merit. Gue gak menampik impian hampir setiap orang itu adalah merit (bahasa gaulnya: kimpoi), punya anak, cucu, dsb. Walau gue sendiri gak tahu gue akan merit ato enggak, itu gak jadi masalah buat gue. 

(Tapi kalo bisa merit plissss)

Yahh, life does hard, apalagi kalo sendiri ngejalaninnya. Tapi gak berarti dengan hidup sendiri, kalian bakal bener-bener sendiri. Percayalah suatu saat dan suatu hari, pasti ada pasangan hidup (insyaolo) yang bakal nemenin hari-hari kalian, atau mungkin partner yang sejalan sama pikiran kalian :)

25.12.11

Kado Yang Tak Terlihat

Waktu kecil kita merindukan Natal. Dimana kita menanti seorang Santa Klaus datang menaruh kado dibawah pohon natal, bukan di kaos kaki, karena di rumah gue kaos kaki itu untuk dipake, bukan digantung. Dan sampai seiring bertumbuh dewasa, gue masih belum bisa mengkhayati apa arti Natal yang sesungguhnya, begitu juga beberapa teman-teman gue.

Kalo dari pribadi gue sendiri, gue enggak mengerti apa makna dari Natal karena gue bukan dilahirkan dari keluarga yang merayakan Natal. Dan baru 1 tahun kemarin gue resmi menjadi Katolik dan mencoba untuk mengerti arti Natal, itupun masih belum begitu ngerti walau Pasturnya udah ngulang-ngulang ngomong Yesus itu lahir. Dalam konteks selain agama, Natal juga merupakan suatu saat dimana kita berkumpul sekeluarga dan merasakan hangatnya kebersamaan. Sekali lagi, keluarga gue bukan sebuah keluarga yang merayakan adanya kebersamaan tersebut, ditambah gue tidak mempunyai latar belakang pengertian apa itu sebuah keluarga. Ditambah satu saudara yang ngeselin, lengkaplah penderitaan gue.

Sampai tanggal 24 pagi tadi, gue masih belum merasakan "Spirit of Christmas" yang disebut-sebut di status FB sampai BBM. Dengan muka suntuk, gue bersiap-siap buat nemenin temen gue ke Pasar Baru. Walau disana gue cuma nemenin dia nyari barang keperluan dia, entah kenapa gue ngerasa bahagia aja. Secara gak sadar, otak gue langsung melakukan flashback kayak di sinetron atau komik-komik Jepang. Dia yang merupakan sosok yang lebih tua, tapi bisa diajak gaul, tuker pikiran, curhat-curhatan dan sebagainya. Orang ini memang merupakan figur seorang saudara yang gue idam-idamkan, bukan saudara yang otoriter dan blo'on. Gue akhirnya dikasih kesempatan untuk merasakan seperti apa punya saudara yang bener-bener ngedukung gue.

Malamnya, salah satu temen SMA gue ngajak kumpul bareng untuk mengadakan sebuah tradisi yang dinamakan Tutup Buku (baru dinamain tadi lho). Dimana kita ngumpul bareng sambil ngerekap apa yang udah terjadi satu tahun belakangan karena keterbatasan waktu kita untuk bertemu. Semuanya direkap dalam pertemuan singkat yang gak lebih dari 2 jam. Dari siapa demen siapa sampai ada apa dan kenapa. Gue pun akhirnya melanjutkan dengan Misa Malam Natal sendirian. Siapa yang nyangka, akhirnya gue terdampar di gereja enggak sendirian, tapi sekomplotan temen-temen gue untuk merayakan Misa Malam Natal bareng. Disini gue menyadari konteks sebuah kehangatan dan kebersamaan keluarga dalam Natal. Mereka enggak harus blood related, enggak harus merit sama saudara elu dan elu harus manggil dia ipar. Cukup berkumpul bersama, dan ketika kita mau buka hati kita dan ngerangkul satu sama lain, maka suasana Natal akan hadir disana.

Santa Klaus mungkin memang enggak eksis di dunia ini dan cuma merupakan gimmick marketing. Tapi satu yang bisa gue maknai dari Natal, kado pada hari Natal itu memang ada. Kado tersebut bukan barang mahal yang kita nantikan. Kado tersebut merupakan sebuah kado yang tak terlihat, yang telah diberi tanpa kita sadari. Kado yang terbaik, yang tak akan pernah hilang sampai kapanpun juga.

Dan kamu adalah kado terbaik yang pernah hadir.






Thank you, Lord. 
This is the first Christmas that I've ever felt :')


21.12.11

Gak. Gak bisa. Gue gak bisa. Gue gak bisa (fill in the blank).

Retoris

Siapa aku?
Siapa kamu?
Untuk apa aku hidup?
Untuk apa aku ada?
Untuk apa aku selalu bertanya?




Sebuah pertanyaan retoris 
yang tidak pernah kita sadari jawabannya
jika kita tidak pernah mencari
dan terus bertanya...

2.12.11

As Time Goes By

Sebelumnya saya mau minta maaf sebesar-besarnya untuk para fans saya yang udah lama nunggu-nunggu postingan saya yang lain. Disamping saya lagi sibuk, saya juga mengalokasikan waktu luang saya untuk guling-guling di ranjang mengisi energi. Ini gak penting sih, tapi seenggaknya kalian tahu alasan saya kenapa gak sempet nongol di blog lagi.

Well, semua hidup manusia siapa yang tahu. Mau direncanain semateng-matengnya Mangga Gedong pun, kalau tadinya kita merencanakan mangga itu dijadikan asinan tetapi malah dimakan sama tante lu, akan beda toh ceritanya? 

Sama dengan kehidupan gue. Seiring dengan berjalannya waktu, gue udah mempersiapkan "Mangga Gedong" alias bekal gue kedepan dalam pekerjaan yang gue impi-impikan, yaitu menjadi seorang copywriter di sebuah agensi periklanan. Gue belajar menulis, meniti kata per kata, tara cara tulisan, dan sebagainya sampe gue gak bisa sebutin satu per satu karena gue lupa. Pada akhirnya gue gak mungkin menulis tanpa gue mempelajari sebuah riset. And so, I did it.

Seorang aktor lama (gak lama-lama amat sih, kira-kira umurnya setara sama Cinta  Fitri 4 season lah) kembali muncul dalam kehidupan gue dan mengarahkan gue untuk tidak menjadi seorang copywriter. He did this unintentionally. Karena dia mempunyai ketertarikan dalam bidang strategi, secara gak langsung gue ketepak untuk mempelajari hal tersebut dari dia. Gue pun tertarik untuk jatuh dalam bidang tersebut, dan mempunyai target kedepannya menjadi seorang brand manager, atau jabatan-jabatan yang be-ti (beda tipis). Walaupun pada kenyataannya gue masih mempelajari hal-hal lain seputar periklanan dan sanak saudara kandung maupun tirinya.

Kita boleh berencana kedepan mau jadi apa. Mau jadi bos, direktur, agen asuransi, fotografer atau yang difoto, jadi penulis blog kayak gu-weh, apapun boleh deh. Untuk semua ilmu yang udah kita pelajari capek-capek, walaupun kedepannya kita gak terjun ke dunia yang kita pelajari dahulunya kita harus percaya bahwa itu semua untuk kebaikan kita. Ilmu tersebut gak bakal sia-sia kok!

Thanks to you, I'm happy with my condition right now :) 


4.11.11

Ayu Ting Ting

Seuntai kalimat di BBM dari teman kantor pada pagi hari


"Woi Ming, Ayu siapa?"
"Ayu Ting Ting!"
"Hah? Ayu Ting Ting? Seriusan lu itu namanya?"
"Iya seriusan, Ayu Ting Ting penyanyi dangdut."
"Maksud gue Ayu klien kita guoblokkkkkkkk."

27.10.11

Broadcast Message

Untuk para pengguna BB, BM tentu menjadi makanan sehari-hari yang kita dapat. Kalau versi makanan, diibaratkan lemak jenuh yang pengen kita buang jauh-jauh. Kalau versi horror, kayak Jailangkung yang datang tak dijemput, pulang tak diantar.

Broadcast message sendiri banyak jenisnya. Mari kita jabarkan satu per satu.

1. Pesan penting (biasanya dari bos kepada bawahan)
BM yang penting dan gak boleh dihiraukan, biasanya berisi pesan penting dari bos tentang pekerjaan mendesak, ataupun libur mendadak yang kita tahu itu hampir gak mungkin. Pesan ini setara dengan pesan dari ketua kelas kepada temen sekelasnya, yang bisa berisi ulangan mendadak, bocoran soal, maupun gosip-gosip kontroversial seputar sekolah.

2. Jualan
BM yang antara penting dan gak penting masih kurang jelas kepastiannya. Penting jika barang yang dijual itu sesuai kebutuhan, gak penting kalo salah sasaran. Yang lagi ngetren belakangan ini adalah obat diet. Ya literally mereka gak akan menyebut itu obat, melainkan suplemen. Paling banter kalo gak acai berry ya CMP. Yang konon kalo diminum doang bisa turun 10 kg dalam 2 bulan. Percaya ga? Saya percaya. Percaya ada apa-apanya.

3. Pesan berantai
BM yang super gak penting, tapi dibutuh keahlian melek media tingkat rendah sampai menengah untuk melihatnya. Banyak orang yang suka asal BM, tapi pesannya gak pernah di filter. Entah itu ada teroris ngebom dufan lah, ngebom Sudirman Park lah (amit-amit, gue ngampus disitu), yang kalau gak di BM lagi kena kutuh lah. Yang pasti semua itu HOAX! Biasanya sang pengirim awalnya akan menggunakan isu-isu hangat yang membuat pesan terlihat riil.

Contohnya yang baru-baru ini adalah kerusuhan di hari Sumpah Pemuda. Isi pesannya kurang lebih akan ada kejahatan bersifat rasis, terus dikaitkan dengan peristiwa masa lalu (Mei 1998), link berita koran online yang dibuka aja kagak, dan isinya itu sama sekali gak mendukung statement. Cuma judulnya aja yang nyerempet. Teman saya baru saja mengirimkan pesan tersebut, dan saya bilang itu HOAX, dan dia bilang cuma bantu nyebarin. Pesan ini dapat membuat efek banyak orang parno. Saya nasehatin, dia malah cuekkin dan akhirnya ngehapus kontak saya. Bagus lah, BB saya bisa sedikit lebih ringan. #curcol

Well, kita gak bisa menghindari BM-BM dari kontak kita. Tapi tentunya dengan kemelekkan yang tinggi terhadap pesan yang disampaikan, kita bisa tahu mana yang harus kita serap dan mana yang harus kita buang jauh-jauh.

26.10.11

A Letter of Friendship

Dear you,

I just want to tell you that you are one of the best that I eve had and irreplaceable. Not only you, I have many spectacular friends in my life. That means you are my spectacular friend too.

You said you like to have a friend, but you used to live alone and you grant everything by yourself because there is no one there to help you.

You said you like to have a friend, buy friends in the world you used to live are nothing more than a bullshit.

Dear you, as you can see, you start a new life 2 years ago, and we met 1 year ago. I am here not only as your pupil, but also as your friend. Remember the 13th October 2011? We shook our hand and introduced our name.

I think I am not the only friends that you have. There are so many wonderful students who love you. Even though there are bitches too. And they are the best thing you ever had and irreplaceable.

Do not carry your burden alone again. Look at your back, we ready to carry it along together! And God is also there to help you.

Is not life is wonderful as it is? You are my teacher, my brother, and also my FRIEND :) I am proud of you.




Your student and your friend,



Darwin B.S.