Tampilkan postingan dengan label slice of life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label slice of life. Tampilkan semua postingan

16.6.10

Pacaran pake duit orang tua?

Sejenak abis gue chatting sama clement dan calvin aldo, gue sejenak berpikir begini

"Apakah sebaiknya gue gak usah pacaran dlu? Cari duit dlu yang bener?"
Sejenak terlintas karena gue berpikir dan MELIHAT banyak orang, yang pacaran pake duit orang tua.
Oke, anggaplah dalam batas yang bisa di toleransi.

Tapi kalo diluar toleransi? Dengan pengeluaran kocek yang skali jalan minimal 6 digit, apakah itu masih bisa dibilang batas toleransi? <- tanpa ongkos bensin!

Gue sendiri yang lahir di keluarga biasa aja kadang mikir "kok ada ya orang yang ampe kayak gitu? Gak mikir apa cari duit itu SUSAHNYA setengah mati?"

Oke, itu emang bukan duit gue, dan mereka bebas melakukan apapun dengan uang yang diberikan. Tapi, apakah kalian sendiri pernah berpikr, hai para kaum lelaki?

Apakah dengan kalian cinta, maka kalian harus MEMBAYAR cinta itu dengan materi? Gue rasa enggak. Gue sendiri jujur, agak mikir dua kali juga kalo tiap kali jalan harus bayarin cewek gue. It's not my money, dear sweetie! It's my papa's! My Mama's!

Langsung aja pertanyaan, *meskipun ada yang sama kayak di atas*

Buat kaum cowok:

Q: Apakah kalian pernah berpikir bahwa uang yang kalian pegang adalah uang orang tua kalian, dan itu mereka cari dengan tetes keringat?

Q: Ketika kalian mengeluarkan uang tersebut, apakah ada perasaan gundah? Seperti ragu dalam mengeluarkan uang karena hal diatas? (Walau pada akhirnya dikeluarkan juga)

Q: Pernah cobain rasanya cari duit sendiri? Tanpa ketergantungan ato koneksi dari orang tua?

Q: Apakah pasangan anda tetap ingin bersama anda jika tidak dibayari?


Dan untuk kaum wanita:

Q: Apakah kalian pernah berpikir bahwa uang yang pasangan kalian pakai adalah uang yang diberikan dari orang tua pasangan anda?

Q: Apakah anda pernah berpikir bahwa uang yang dicari oleh mereka itu tidak mudah?

Q: Apakah anda pernah merasa tidak enak hati jika pasangan anda mentraktir anda dengan uang yang diberikan oleh orang tua pasangan anda?

Q: Apakah anda masih menerimanya ketika pasangan anda menawari anda?

Q: Apakah anda rela berpacaran apa adanya? Tanpa pengeluaran yang WAW!

Q: Bagaimana jika anda pacaran bayar sendiri-sendiri? Masih mau?


Sekali lagi, direfleksikan saja, semua kembali ke tangan anda, karena uang tersebut punya *orang tua* kalian, bukan milik sayaaa :)


3.6.10

Aldo

Setelah pulang dari Bali, temen gue yang 1 ini tambah dahsyat. Yang biasanya dari manusia tidak ter-eksis di facebook, jadi banci FB. Ntah kerasukan apa, ketahuan kalo dia naksir seseorang di angkatan gue, dan gak sempet terucapkan dari bibir ke hati si cewe. Uhuuiiii

Berikut status-statusnya dia setelah balik dari Bali.


"You make me smile for no reason whatsoever,
You make me laugh at the unfunniest things,
But most of all, you make me love you...
When I shouldn't be loving you..."


"It takes 3 seconds to say 'I Love You' but a lifetime to prove it."


"I may not get to see you as often as I like. I may not get to hold you
in my arms all through the night. But deep in my heart I truly know,
you're the one that I love, and I can't let you go"

 

"Love is not written on paper for paper can be erased, nor is it etched in stone for stone can be broken. But it is inscribed in my heart and there shall be remain forever!"

 

"It doesn't take a reason to love someone,but it does to like someone. You don't love someone because you want to, you love someone because you are destined too. It's because you fall in Love with them, that you then try to find a reason, but you always come up with the answer, No reason!"

 

"Letting go of someone dear to you is hard, but holding on to someone who doesn't even feel the same is much harder. Giving up doesn't mean you are weak! It only means that you are strong enough to let go!"

 

 



Hayooo yang ngerasa ditaksir si aldo, NGAPEL DSINI!



30.5.10

Trying to Have a New Friend is Hard, ya Know?



Ada pepatah mengatakan "cari musuh gampang, tapi cari temen itu susah".
Ya, gue akui cari temen itu SUSAHNYA setengah mati!
Apalagi mencari temen yang bener-bener mau bertemen secara tulus, bukan karena lu suka ngegame bareng kek, main bareng kek, tetapi berteman dari hati.

Gue sendiri punya temen sepermainan. Sebutlah hobi gue itu ngewarnet.
Gue main sama mereka, tapi hanya sekedar main aja. Ga lebih.
Karena emang berbagai faktor, kita cuma ngeklop di game, bukan praktek kehidupan pada nyatanya.

Terkadang gue pernah untuk coba menaruh perhatian lebih kepada mereka yang menurut gue spesial.
Ada yang responnya baik, ada yang cuek bebek ngueselinnnnn.
Gue sendiri ntah kenapa tertarik ama mereka dan mengkategorikan mereka kedalam yang spesial. Gue sendiri gak bisa menjelaskan kejadian ini pakai logika.

Karena sehobi? Enggak tuh
Karena pintar? Bukan juga
Tajir? Lo kata gue matre
Baek? Salah satu faktornya ini, tapi bukan sebagai faktor utamanya.

Entah kenapa, hati gue menyerukan untuk berteman sama dia. Untungnya masih ada dari mereka yang peduli :) I appreciate that.
Bahkan gue berteman lumayan dekat dengan orang yang pas SD sama SMP gue keselin abis-abisan. Entah kenapa gue bisa berteman sama dia. Tapi jujur, gue menghargai itu dan gue seneng dengan hal itu. Karena hati gue berkata, "dia itu orang baik, bertemanlah dengan dia".

Gue seneng ketika ada orang yang bisa mengenali gue secara luar dalam.
Gue seneng ketika ada orang yang sedang memahami perasaan gue.
Gue seneng ketika ada orang yang merhatiin gue, dan merespon ketika gue menaruh perhatian kepada dia.

Yang gue butuh dari lu, cuma pertemanan dan respon yang baik. Gak lebih dari itu.





"Ketika kau berjalan ke depan, tengoklah kebelakang. Maka kau akan melihat orang yang tidak pernah kau bayangkan mendukungmu, membantumu, dan menemanimu selalu disaat engkau tidak sadar."