Tampilkan postingan dengan label romance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label romance. Tampilkan semua postingan

27.3.11

Kasih

Maaf ya mengganggu kalian malam-malam begini. Saya ingin sedikit menggalau di blog huhu. Barusan ada salah satu teman saya menulis begini di twitternya:

Buat apa mikirin orang yang sama sekali gak mikirin ikta, waste time.

Kalo dipikir-pikir, memang iya membuang-buang waktu. Bisa saja kita menggunakan waktu tersebut untuk melakukan aktifitas lain. Tetapi saya tetap memilih memikirkan dia, dia, dan dia yang saya kasihi. Tidak pernah saya mengutarakan syarat ke mereka untuk memikirkan saya balik.

Yang namanya kasih tulus memang tidak bersayarat.

Tidak pernah menutut balasan apa-apa.

Tidak pernah memaksa untuk bersama. Apa daya berdua jika perasaan hanya mendukung satu pihak semata?

Kasih selalu berharap bahwa dia selalu baik-baik saja, walau kita tak pernah ada.

Pernahkah di kehidupan kita, kita benar-benar mengasihi seseorang dengan sepenuh hati kita? Ya, kalian pasti pernah.

18.1.11

Pisah Jumpa



Aku berharap untuk tidak pernah bertemu denganmu, namun apa daya waktu dan kehendakNya berkata lain. Jika diperbolehkan, ingin rasanya memutar waktu dan kembali menjadi manusia yang bodoh agar tidak bertemu denganmu kelak.

Satu musim telah terlewati. Harapan yang sekarang kuanggap menjadi kutukan pun muncul. Mungkin memang aku tak akan pernah bertemu denganmu lagi. Biarlah malam berikutnya hanya keheningan dan suara jari memainkan tulisan-tulisan di atas keyboard yang sudah lapuk.

Aku tersenyum kecut, memandangi fotonya dalam layar kaca ini. Semoga perasaan ini tidak dibawa mati. Jujur saja, aku tak ingin menjadi seperti anjing yang setia kepada tuannya. Walaupun terdengar manis, tetapi sangat pahit jika sang majikan telah tiada apapun sebabnya.

Mataku masih memandangi fotonya di layar kaca. Berharap diriku menggantikan pria di sampingnya, yang memakai baju formal tersebut. Bukan dengan program-program tercanggih masa kini, tetapi dengan memutar balikkan waktu. Sekali lagi, aku berharap sesuatu yang tak mungkin terjadi.

Kali ini kusudahi memandangi fotonya dari layar kaca. Tetapi tetap saja bayang dirinya muncul di otak. Seakan dirinya adalah oksigen yang diikat oleh hemoglobin dan dialirkan ke seluruh otak.

Perpisahan memang tercipta karena pertemuan. Dengan perpisahan, aku selalu berharap akan bertemu dirinya kelak, secepatnya. Semua orang juga bilang begitu, bahwa berpisah untuk berjumpa adalah hal yang wajar. Tetapi jiwa ini tidak berkata demikian. Jiwa ini tahu kita akan berpisah untuk selamanya. Tidak akan ada koma maupun kalimat baru di kehidupan kita. Hanya titik.

Tetapi hati kecil ini selalu berharap kisah kita tidak sampai di sini. Berharap sang penulis akan bangun dari tidurnya dan meneruskan kisah ku dan dia selanjutnya. Walau aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti.





1.12.10

Penantian Realita

Dia selalu disini, tampil di depan layar komputer setiap kunyalakan.
Ya, walaupun wujudnya tak tampak, ia selalu berada di sana, menanti dan terus menanti.
Dunia maya hanya sarana kami satu-satunya untuk memintal kehangatan, tidak lebih.
Apa artinya disamping kekasih yang merajam dengan tangannya?
Lebih baik ku nantikan saja dia di dunia maya, walaupun penantian ini tak pasti.

Detik demi detik berlalu, dia tak kunjung datang.
Penyihir hijau memang kejam, merubah waktuku menjadi siang, merubah waktunya menjadi malam.
Hanya tanah tempat kita berpijak yang membatasi kita.
Raga ini tidak sabar, padahal gerbang sudah di depan mata.
Maaf, aku tidak berani.
Aku lebih memilih mundur, tidak dapat kuberitahu alasanku.
Gerbang penantian sudah terlihat, kau saja yang berlari ke tempat itu.
Aku cukup berdiri sampai disini, menanti penantian yang tak pernah datang.

Realita-, kepada -Maya

Penantian Maya

Dia selalu disini, tampil di depan layar komputer setiap kunyalakan.
Ya, walaupun wujudnya tak tampak, ia selalu berada di sana, menanti dan terus menanti.
Dunia realita akan menanti kita pada waktunya.
Apa artinya menjadi kekasih yang merajam dengan tangannya?
Biarkan diriku menjadi kekasih yang tak tampak bagimu.

Detik demi detik, kutunggu waktu yang tepat.
Penyihir hijau selalu kejam, merubah waktuku menjadi siang, merubah waktunya menjadi malam.
Padahal kita bernaung di bawah langit yang sama!
Raga ini terus berlari, menuju gerbang di depan mata.
Maaf, aku terlambat.
Walau kau menyuruh terus berlari, aku akan berputar arah tanpa alasan.
Gerbang penantian sudah dekat, dulu kau berjanji kita akan berlari bersama.
Aku tidak akan berdiri di satu tempat, mengembalikan cintamu yang hilang.

-Maya, kepada Realita-

21.11.10

Kabut



Terlalu kebal kabut di langit semalam. Padahal aku ingin melihat kau menari dengan indahnya. Mungkin di lain kesempatan, aku ingin melihat kau menari sekali lagi.

16.11.10

Pleione


Engkau adalah bintang yang sangat cepat, Pleione. Letakmu sangat jauh dari bumi. Ingin rasanya kugapai Pleiades, tempat kau bernaung. Engkau terlalu cepat melintasi galaksi, sementara aku hanya bermodalkan kaki. Padahal kaulah yang terdekat dari bumi. Terima kasih Tuhan, kau telah melahirkan Pleione pada konstelasi Taurus.

Darwin Boy Sxander

15.11.10

Janji Pada Sebuah Bintang


Engkau tampak redup dibanding bintang lainnya. Oh, apa gerangan yang membuat kau seperti itu? Pertama kali kau menampakkan diri, engkau lebih hebat dari Nebula yang menyelimutimu! Engkaulah yang membuatku melayang ke angkasa untuk mengejarmu. Bintang ungu, suatu saat aku berjanji akan terbang melintasimu dan berada di sebelahmu. Menemanimu setiap malam, menerangi mereka yang membutuhkan terang cinta!

Darwin Boy Sxander

19.10.10

Kolom SAHABAT ku

Terima kasih selama ini kau telah mengisi hatiku yang kosong.
Meskipun kau mengisinya pada salah tempat, yaitu kolom "SAHABAT".
Tetapi saya tetap berterima kasih padamu karena telah mengisi kolom yang salah sampai pada hari ini.
Kuharap engkau selalu mengisi, dan mengisinya dan tak pernah jenuh.
Tidak perlu sampai kepenuhan, nanti kau keteteran membereskannya.
Carilah kolom "CINTA" di tempat lain, di tempat yang kau rasa cocok.
Ketika kau telah mengisi kolom tersebut, jangan main ke kolom lain lagi ya.
Tanpa diriku, duniamu tetap berputar.
Berputar, seiring roda kehidupan yang tak terduga.
Mungkin ketika roda kehidupanmu melintas di atas paku, ada orang lain yang bersedia menambalnya.
Berjalanlah bersamanya sampai tujuan akhir.
Jika ia membawamu ke tempat yang salah, bilang saja padaku, biar ku usir dia!
Dukungan ini akan selalu bergema di telingamu, sampai akhir nanti.