23.10.10

Salah Kostum

Sebuah cerpen pendek, terinspirasi dari pengalaman gue beberapa menit yang lalu.

Vincent kebingungan. Ia kehabisan ide tentang apa yang akan dipakainya untuk ke resepsi pernikahan anak rekan kerja ayahnya. Terlintas hanya setelan biasa yang selalu dipakainya setiap ada pesta. Vincent panik, ia segera mengambil telepon selularnya lalu menelpon sobatnya, Indy.

"Indy, sepertinya gue salah kostum nih! Gue serasa mau ke pesta Sweet Seventeen!"
"Emang lu mau kemana cen?"
"Ke pesta pernikahan. Duh gimana nih?"
"Emangnya lu pake apa lagi?"
"Gaun."















***Sang pengarang tidak benar-benar memakai gaun ke pesta pernikahan. Ini hanyalah kisah fiktif. FIKTIF!***

19.10.10

Kolom SAHABAT ku

Terima kasih selama ini kau telah mengisi hatiku yang kosong.
Meskipun kau mengisinya pada salah tempat, yaitu kolom "SAHABAT".
Tetapi saya tetap berterima kasih padamu karena telah mengisi kolom yang salah sampai pada hari ini.
Kuharap engkau selalu mengisi, dan mengisinya dan tak pernah jenuh.
Tidak perlu sampai kepenuhan, nanti kau keteteran membereskannya.
Carilah kolom "CINTA" di tempat lain, di tempat yang kau rasa cocok.
Ketika kau telah mengisi kolom tersebut, jangan main ke kolom lain lagi ya.
Tanpa diriku, duniamu tetap berputar.
Berputar, seiring roda kehidupan yang tak terduga.
Mungkin ketika roda kehidupanmu melintas di atas paku, ada orang lain yang bersedia menambalnya.
Berjalanlah bersamanya sampai tujuan akhir.
Jika ia membawamu ke tempat yang salah, bilang saja padaku, biar ku usir dia!
Dukungan ini akan selalu bergema di telingamu, sampai akhir nanti.

18.10.10

Mertua Saya Bukan Pembantu

Setelah Doa Rosario, tepatnya pada hari ini pukul 20.45

Pak Anton: "Jadi gitu, pembantu saya gigitin jari anak saya pas dia kejang-kejang gara-gara flu. Ampe kuku kakinya copot! Untung anak saya gak jadi lewat."
Tante X Pemilik Rumah: "Pembantunya yang tua itu ya?"
Pak Anton: "Pembantu saya mah dari dulu cuma satu. Pembantu saya lagian yang kecil itu. Yang tua mah mertua saya nci!"

Gue: *nahan ketawa*

17.10.10

Kerjaan di Rumah, Kerjaan Penting

Minggu, 17 Oktober 2010. Di kawasan outbond Eagle Hill, Megamendung.

Ojong: "Duh gila, susah banget nih bukain tutup galon aer."
Gue : "Kenape jong? Sini gue bantuin deh. Ini mah kerjaan gue di rumah."
Ojong: "Tutupnya nih. Yang ini susah banget, gak bisa dibuka. Di rumah gue juga kerjaan gue ini."
Robby: "Ah, ternyata kerjaan gue masih lebih penting. Kerjaan gue kuliah. HAHAHA"
Gue dan Ojong: "..."


14.10.10

Ujung Dunia


Hail Mary, full of Grace,
The Lord is with thee;
Blessed art thou among women,
and blessed is the fruit
of thy womb, Jesus.
Holy Mary, Mother of God,
pray for us sinners,
now and at the hour of our death. Amen.

Bulan Oktober, merupakan salah satu bulan suci bagi umat Katolik. Biasanya mereka melakukan doa rosario di dalam lingkungan mereka, dan memanjatkan permohonan kepada Tuhan Yesus. Ini kedua kalinya gue ikut doa rosario. Maklum, anak baru.

Ketika gue dateng, gue menyadari kalo gue adalah remaja seorang diri. Gak seorang diri sih, paling yang seumuran gue cuma berdua ato bertiga dari 20. Sisanya tante-tante dan bapak-bapak. Ketika gue masuk rumah pada hari pertama dan kedua, gue merasa panas. Sang empunya rumah pun bilang "Maaf loh panas, gak ada kipas ato AC disini."

Spontan om Anton, wakil ketua wilayah di tempat gue bilang "Nanti pas berdoa adem deh dijamin, kalo Roh Kudus turun."

Amin om amin, ternyata apa yang dibilang om Anton itu bener, gue sama sekali gak ngerasa panas di tengah ruangan yang kecil dengan kapasitas 16-20 orang di dalamnya. Malah serasa adem kayak pake AC disetel 22 derajat celcius loh. Emang berkat Tuhan itu gak berkesudahan.

Di komunitas tempat kami berdoa rosario, ada 1 om-om yang terasa familiar, padahal gue belom pernah ngeliat loh! Yang familiar itu bukan mukanya, tapi tingkah lakunya. Mirip gue! Sehabis doa rosario, dia make-make kalung rosario kekecilan di kepalanya, serasa penari India terus ketawa-ketawa. Gue sambil mikir, ini orang kok mirip gue ya? Terus om-om singgung dia juga.

"Asal lo tau aja, dia ini mantan frater loh."
"Ia mantan frater, tapi setelah ketemu Tesia imannya gak kuat."
"Imrohnya goyang tuh! Hahaha!"

Si om cuma ketawa-ketawa aja, dan gue emang sempat dan masih berpikir mau jadi pastur. Ternyata dunia itu emang sempit. Gue gak perlu ke ujung dunia buat nyari yang mirip sama gue. Toh di komplek sendiri juga udah ada.

13.10.10

Kehidupan Kampus Nan Ajaib - Masih Cowok

London School, kelas 14-8A, pukul 08.50

Gue: "Emang lu berapa bersodara Jane?"
Jane: "Asal lo tahu ya, gue itu cuma 2 bersodara! Adek gue 7 tahun dan masih cowok!"
Gue: "Err... Masih cowok? Kapan jadi ceweknya?"

12.10.10

Alta Vide

Maap sebesar-besarnya kepada para pengikut sekalian, gue baru sempet nulis lagi nih. Dari kemaren udah gatel garuk-garuk mau nulis tapi gak kesampean hehehe.

Berawal dari sebuah forum, forum WG, gue sering main ke bagian ForKat aka Forum Katolik. Sering main sama user forkat juga dong, hai GlenX, Snu, Caecil, nanda, ben2, andreas_nc hehe.

Beberapa hari yang lalu, Andreas_NC chat sama gue via ym. Dia bilang ada tugas padus 10 Oktober di Gereja St. Yohanes Bosco. Otomatis, gue kaget. Secara itu gereja yang tiap minggu gue datengin getoo lohh. Akhirnya gue putuskan untuk dateng, buat foto-foto ama rekam mereka lagi nyanyi.

Tadinya sih begitu, tetapi ketika gue dateng tugas gue pun bertambah. Dari tukang foto dan rekam, jadi anggota choir dadakan. Mampus dah gue, gue aja gak tau lagu yang dinyanyiin lagu apa. Gara-gara sebelah gue si NC suara bass, akhirnya gue beralih dari tenor menjadi bass-wannabe. Dari lagu Sanctus, Kyrie Eleison, Doa Seorang Anak (yang ini bagus deh), dll.

Proses padus sampai pertengahan acara lancar. Pastur Budi selaku yang memimpin misa perkawinan pun mengajak kita berlutut. Err, iya berlutut. Karena gue duduk di kursi darurat, maka gue gak berlutut di busa yang biasa buat berdoa, tapi gue berlutut di lantai!

Pastur Budi: "Tuhan, berilah mereka kekuatan untuk saling mengasihi..."


Dalam hati gue
Gue: "Tuhan cepetan dong doanya, lutut gue udah mau ancur, pegel abis!"



Pastur Budi: "Amin."
Gue: "Anjrit dreas, gue berlutut di lantai, lutut gue rasanya mau remuk!"

Oke, penyiksaan selesai. Akhirnya gue bisa sedikit menghela nafas. Tapi, 15 menit kemudian gue berlutut LAGI di lantai. Cobaan itu emang gak dateng sekali. Dan akhirnya gue bisa bener-bener lega ketika misa berakhir. 



Rasanya gimana ya? Seneng bercampur sakit lutut. Kenalan sama anak-anak Alta Vide choir, yang suaranya mantap ya owohh. Apalagi ketuanya, saingan Beyonce gue rasa, tapi versi laki. Hai anak-anak Alta Vide, NC, dua Kevin, Sam, Chika, ChaCha, David, dan lainnya yang lupa berkenalan ato gue lupa namanya, kalian keren-keren loh hahaha.


Btw, gue lagi naksir sama salah satu lagu kawinan yang dinyanyiin Alta Vide, judulnya "Doa Seorang Anak".
Ya gue tau meskipun ini lagu kawinan, tapi ini lagu menyentuh abis.








Di dalam doamu kau sebut namaku. 
Di dalam harapmu kau sebut namaku. 
Di dalam segala hal namaku di hatimu.
Tak dapat kubalas cintamu, ayahku. 
Takkan kulupakan nasihatmu, ibu. 
Hormati orang tuamu agar lanjut umurmu di bumi.
Trima kasih ayah dan ibu. kasih sayangmu padaku.
 Pengorbananmu, meneteskan peluh 'tuk kebahagiaanku. 
Tuhan lindungi ayah ibuku. Dalam doa, kuberseru. 
Tetes airmatamu yang kau tabur, dituai bahagia.

Tetes airmatamu yang kau tabur, dituai bahagia.

Satu yang bisa gue rasain, ini lagu dalem banget jleb jleb jleb. Gue sempet berkaca-kaca ketika denger ini lagu, apalagi lirik terakhirnya. God Bless Alta Vide Choir! Amen.

3.10.10

Rapot Yesus

Lame joke.

Suatu hari seorang anak kecil menemukan rapor milik Yesus semasa ia bersekolah. Setelah dilihat, ternyata Yesus hanya memiliki satu nilai A, dan sisanya D, termasuk pelajaran agama! Kenapa tuh? Kok bisa?

Ternyata ketika pelajaran agama, ia ditanya oleh sang guru agama tentang kitab Kejadian.

"Siapa yang membuat langit, bumi, dan segala isinya?"
"Bapakku."

Nilai D akhirnya jatuh di tangan.



Begitu juga pelajaran olahraga. Ketika sedang belajar berenang, semua murid langsung melompat masuk ke kolam dan berenang menuju seberang. Tetapi Yesus tidak berenang, Ia berjalan di atas air. Sekali lagi, Ia mendapat nilai D.

Tetapi ketika pelajaran kimia, ia mendapat nilai A. Ketika teman-temannya belajar perubahan molekul dan zat-zat, hanya Yesus yang berhasil melakukan prakteknya. Ia mengubah air menjadi anggur. Singkat kata, nilai A di tangan.

1.10.10

Pentas Drama, Cowok Cantik, dan Sang Bibir Terakhir

Yay! Sebelom menulis embel-embel postingan gue yang gak  berisi lainnya, gue mau ngucapin terima kasih dulu sebesar-besarnya buat para pendukung pentas drama tentang sejarah Don Bosco. Dari Yesus Kristus yang udah buat kita semua bisa menjalaninya dengan baik, lightingnya, pemain-pemainnya, orkes, yang ngingetin, dan tidak lupa para penonton yang udah hadir. Terima kasih bangetzzzz pake z. :D
Oke, cukup kata sambutannya. Mari kita kembali ke isi yang gak penting!

Sore hari, langit cukup gemuruh kayak mencret, atau apapun itulah yang mirip mencret. Gue langsung cepet-cepet pergi ke gereja untuk siap-siap drama. Dan cobaan pertama kali yang harus gue lalui adalah di make up para tante-tante. Dan ternyata yang dandanin adalah si tante yang biasa motong rambut gue.

"Oh kamu yang main Darwin? Kamu jadi apa? Mau didandanin apa aja? Tante kasih bedak, sama eyeshadow aja ya."


"AJA?!", tante? Bagi gue itu udah cobaan untuk berat. Tapi itu bukan masalah, karena gue pernah mendapat dandanan yang lebih ekstrim lagi. Bagi yang ikutin postingan gue, pasti tau deh dimana gue dandan sampe pake eyeshadow udah kayak mata dibogem preman.

Berikut salah satu korbannya.

Percaya gak percaya, abis di dandanin dia kayak Britney Spears!

Setelah didandanin, gue langsung cepet-cepet kabur. Karena bagi mereka yang belum beruntung, mereka mendapat bonus lipstik yang merupakan hasil operan dari bibir ke bibir.

Dan ini dia, salah satu korbannya lagi (dan lagi).

Bibir ke 5

Makin cantikkkk

Dan secara tak sengaja, gue melihat frater (ato foster? ato bukan dua-duanya?) memakai baju I LOVE MIYABI lagi didandanin. Ahhhh mau bajunyaaaaaaaa! Dapet dimana yaaa?

I LOVE MIYABI

Para lelaki-pun menjadi cantik. Ya mereka "cantik".

Pria "cantik"

Dan ini adalah yang terparah separah-parahnya gue pernah liat. Mau ngakak tiada henti, kayak yang jadi setan bencong di "Si Manis Jembatan Ancol".

Si Manis Jembatan Ancol

Sejenak gue berpikir, kita ini mau drama ato bikin video klip? Video klipnya Naif - Posesif, dimana pake bencong pake syal bulu-bulu sambil lari-larian di pinggir jalan. Para frater-frater yang menjadi korban "kekerasan" para tante-tante ini pun sejenak menjadi bencong yang melancong di dalam gereja. Tapi kata si tante sih ini biar kalo di panggung keliatan nyentrik, biar gak jelek keliatannya. Ya pokoknya gitu lah, biar ok di panggung.

Ketika para frater, bruder dan kawan-kawan lainnya (termasuk gue) telah menjadi korban "kekerasan" dan hampir mau manggung, tiba-tiba gue dipanggil salah satu tante-tante yang ngedandanin mereka.

"Ehh kamu sini deh, kok bibirnya belom berwarna? Sini tante kasih lipstik. Lipstiknya murah sih gampang pudar nih. Ayo sini."

Ternyata, gue menjadi korban bibir terakhir dari lipstik yang telah dioper dari bibir ke bibir.

29.9.10

Tugas 350 HURUF

Percakapan seorang yang absurd yaitu gue, dengan salah seorang teman yang sedang kuliah di UK sembari bikin tugas marketing.

"Tugasnya gue buat sekitar 400 kata aja deh, jaga-jaga."
"Jangan, kalo mau lebih 10% max."
"Tenang kok gue buat berisi, bukan bacot aje. Kata dosen boleh lebih kok."
"Eh, tugas lu itu 350 kata kan? Dia minta kata, bukan huruf."

"Ia lah, masak 350 huruf? Ajegile aja, lu kata gue kerjain tugas di twitter?"

28.9.10

Maaf itu Terima Kasih!

Jakarta, 28 September 2010. Pukul 13.45 WIB

Gue naik angkot berstiker 04 dari daerah Pulomas. Ketika di depan Mall Kelapa Gading, gue berhenti turun. Tiba-tiba ada teriakan merangkap desahan.

Mbak: "Awwww! Awww! Awwwh!"
Gue: "Ini mas..." 


Sambil megang dua rebu rupiah, lalu gue penasaran dengan teriakan merangkap desahan tadi. Siapa gerangan yang mengeluarkan, dan kenapa? Ternyata kaki si mbak gue injek. Si mbak cuma make sendal cewe yang kuku-kuku manisnya kelihatan, sementara gue pake sepatu yang berat solnya tak terdefinisi.


Gue: "Ma... Makasih mbak!" *ngomong ke mbak*
Gue: "Sori! Sori mas!" *ngasih dua rebuan*


Ketika gue baru mau beranjak turun, gue sadar gue salah ngasih kata "maaf" dan "makasih". Mbak, beneran loh mbak saya minta maaf. Pas saya turun dari angkot ngakaknya setengah mati tapi!

26.9.10

Self Destruction

Alkisah di mall Kelapa Gading, ada seorang wanita yang baru belajar mobil. Gak usah sebut merk ah, ntar takut ditendang ke London *mauuuu*. Singkat kata, dia ini baru belajar nyetir dan gak tau apa-apa tentang mobil. Pokoknya ngerem, jalan, titik. Sampai lah Nita *akhirnya sebut merk juga* di parkiran MKG, dan gak sengaja dia kunci setir dan gak tahu harus ngapain. Akhirnya dia telepon temennya.

"Gimana nih, setir gue kekonci?"
"Loh, lo emang gak tau cara bukanya?" *panik*
"Gak tau nih, duh gimana ya. Eh itu lampu kelap-kelip merah itu apa ya?"
"Wah, lu mendingan pergi jauh-jauh sekarang. Itu self destruction!"
"Anjing, seriusan lu?! Gue kan baru beli, masak mobil gue udah ancur?" *tambah panik. Bego ya mau percaya*
"Iya seriusan, Buruan Nit!"
Stress tingkat 100.

"Enggak kok, gue cuma bercanda hahaha. Itu alarm mobil"
"..."


23.9.10

Peka

Kemarin malam, ada satu hal yang bikin gue tergerak buat gue nulis postingan kali ini. Yah pokoknya ada lah suatu kejadian, lu pada gak perlu tahu hehe. Yang pasti gue tersadar bahwa selama ini gue kurang peka tentang apa yang Tuhan telah kasih ke gue.

Gue selalu berdoa, minta temenan sama si X lah, si Y lah, dapet temen yang baek lah, tapi sebelum gue meminta pun Tuhan udah kasih ke gue. Cuma ya gue aja yang gak sadar. Gue jadi malu, betapa gue bodohnya pada saat itu gak pernah menyadari bahwa ketika gue 3 SMA, dia cukup mengisi hari gue yang monoton (biasanya dikatain Erio terus).

Bagi kalian yang udah baca postingan ini, cobalah untuk peka terhadap teman-teman disekitar kalian. Banyak kok dari mereka yang care sama kita, walaupun mungkin dengan cara yang tidak kita ketahui, bahkan dengan cara yang bikin N G E S E L I N.

Dan sekarang gue pengen banget berterima kasih sama Tuhan, yang emang selama ini sudah memberi apa yang gue mau sebelum meminta. Cheers!

21.9.10

Prisca Rozanna

Tanpa sengaja, tadi di halte gue bertemu senior gue, Valen, dan temennya, Prisca Rozanna. Ada temennya yang lain juga sih, tapi gue gak kenal hahaha. Kita pun berdialog. Enggak deh, kita ngegosip. Dari ngomongin dosen sama yang "belok-belok". Ya pokoknya kita tahu sama tahu lah.

Lalu Valen pun nanya gue.
"Emang lu turun dimana win?"
"Gue naek sampe cempaka mas len."
"Oh sama dong kayak Prisca, naek sampe Pulogadung."

Gua pikir, Pulogadung sampe ujung Gading sono. Eh ternyata oh ternyata, ketika gue berpisah sama Valen dan naik ke Pulogadung bareng Prisca, gue nanya dia begini.

"Emang lu turun dimana Pris?"
"Turun di Cempaka Mas."
"Ha? Kok sama kayak gue?"
"Emang rumah lu dimana?"
"Di Sunter."
"Hah?! Sunter mana?"
"Danau Indah."
"Loh, gue juga Danau Indah loh!"
"Wah gila, kita sekomplek! Gue baru tahu!"

Dengan bodohnya, gue pasang muka cengok ke dia. Seumur-umur gue baru tahu dia itu senior yang tinggal di deket rumah gue. *pasang muka datar*

Akhirnya (secara tak sengaja lagi) gue menumpang dia. Ternyata bokapnya bawa mobil. Karena penasaran, gue nanya ke bokapnya.

"Emang rumah om di deket mana ya om?"
"Di gang 3. nanti kita lewatin aja."
"Udah berapa lama win tinggal di Sunter?"
"Dah dari lahir om."
"Wah, kenal Rangga dong?"
"Rumah saya diseberang dia om..."

*tiba-tiba udah sampe depan rumahnya*

"Loh, ini kan rumahnya Rachel kan?"
"Rachel itu anak pertama om."
"Gue itu adeknya Rachel."

Sekejap, gue merasa hidup gue di Sunter tiba-tiba runtuh. SELAMA INI GUE KEMANE AJE BARU TAU PRISCA ITU ADEKNYA RACHEL! 

:|

17.9.10

Anak Medan

Mimpi aneh (lagi) telah datang untuk kesekian kalinya. Tadi malam, gue sendiri mimpi tentang kisah masa SMA gua. Tapi dalam versi yang berbeda, aneh, dan cukup bikin ngakak. Gue mimpiin salah satu temen gue yang merupakan Medan totok, Junius. Kalo yang udah pernah ikutin postingan gue yang kemarin-kemarin, pasti tahu nih anak yang mana, yang sering dikatain Medan, dan sering perang sama anak Kun Thien di kelas.

Di mimpi gue, tiba-tiba dia menjadi kandidat petugas ketua OSIS. Layaknya jadi calon ketua, kudu promosi dong ke anak-anak.

"Ayooo pilih gua jadi ketua OSIS! Nanti gue kasih kaos deh! Kaos buat para pendukung gue hahaha."

Ketika gue lihat, WHAT THE HELL! Bajunya berbahan wool mirip sweater, agak lusuh dan benangnya kemana-mana, berwarna coklat, bergaris warna ini dan ini dengan bertuliskan "ANAK MEDAN" ditengahnya. Spontan, gue langsung NGAKAK GILA gak pake berhenti, ditambah ketika gue melihat banyak yang pake baju begitu. Akhirnya, gue langsung bangun sambil ngakak. Kata koko gue, gue tidur sambil ngigo ketawanya kenceng banget, puas banget ketawanya.

Anak Medan, anak Medan. Sekali lagi anda membuat saya seperti orang gila.

15.9.10

Tetangga Jelek

Yang namanya orang tua, gak pernah lepas dari yang namanya ngegosip. Ya, gue nulis ini karena gue yang menjadi bahan gosipnya. Pake bahasa Bangka. Kalo gak salah namanya Khek.

Berikutlah perbincangan Thai Ji (tante), nyokap, dan bokap. Kurang lebih begini terjemahannya.

"Awin sekarang kalo ke gereja bonceng cewek loh!"
"Ah beneran win? Gereja mana?"
"Yohanes Bosco kok thai ji."

"Wah nakal ya udah bonceng cewek."
"Cuma tetangga kok itu, cuma nebeng!"
"Awin bonceng cewek cakep loh!"
"Cakep darimana, itu loh yang keriting-keriting, anak gang 5."
"Ah gak jadi deh, itu mah jelek."



Pa, gak cakep loh pa. Gak cakep!



14.9.10

Kehidupan Kampus nan Ajaib - Salah Sasaran

Gak tahu gue harus seneng ato sedih. Hari-hari kampus gue, gue ditaksir sama 1 orang.
Tapi sayangnya, di laki.

LAKI! BUKAN PEREMPUAN!

7.9.10

Salah Tulis

Entah kenapa dan lagi gak gimana-gimana, gue kebayang sama masa kecil gue. Tepatnya pas gue kelas 3 SD. 
Kalo disuruh ngarang, gue pasti ngarangnya aneh-aneh dan gak jelas, tapi tetap dapet bagus, itulah esensi pelajaran Bahasa Indonesia :D

Ketika gue dikasih tugas mengarang dan harus diselesaiin di sekolah, gue bikin dengan terburu-buru. Tanpa tersadar gue menulis kata "nenek" menjadi "memek".

Oke, sepintas gue sadar dan gue langsung coret itu ampe itu tulisan kucel, dan kembali menulis kata "nenek" dengan tenang. Nenek oh nenek.

6.9.10

Ulang Tahun Kebakaran


Well for the first line, HAPPY BIRTHDAY TO NITA LAKMUDIN, walaupun ketahuan surprisenya =P

Alkisah, kemarin gue ditelponin ama si CF buat rencanain ini semua. Akhirnya dia pergi beli kue di Harvest. Hari ini, jem 7 pagi pergokin rumah Nita. Gue, ace, dan CF naek ke lantai dua buat cari kamar dia. Rencana awal, kita mau ketok pintu sambil bilang
"NITA, KEBAKARAN NIT!"
Pas lagi naik, tiba-tiba si Nita malah buka pintu dengan mata setengah melek. CF ama ace langsung jongkok, gue cuma bengong melongok. Oke, kita ketahuan.

"Hehehe."
"Udah Nit anggep ini semua gak pernah terjadi, masuk lagi lu sono!"

"Oh oke."



Dengan polosnya ini anak masuk kamar lagi. Ada ya orang begini.
Pas mau nancepin lilinnya, gue liat kuenya. Yaolo kenapa ini kue isinya buah semua, mau tancepin dimana lilinnya? Akhirnya dengan "kepintaran" ace, lilinnya ditancep di tempat yang cukup strategis. Dan ketika nyalain lilin, jempol gue kebakar.






Happy Birthday Budi's daughter!

1.9.10

Kehidupan Kampus nan Ajaib - Dosen Sok Tahu, Mahasiswa Sok Tahu

Hari ini gue diajar ibu Artini, seorang dosen yang ngajar tentang writing skill I dan pembelajaran tentang human interest. Pas awal gue ketemu dia, langsung terbayang di otak gue.

Wih gile dosennya paruh baya, kayak abis pulang umroh! Pake jilbab mecing ama bajunya! 


Mana dia pake peniti bebek, tau kan peniti bebek yang panjang itu loh, yang ada bebek-bebekkan diujungnya, terletak dibawah jilbabnya, sekitar leher gitu warna oren. Gue kira ngebosenin, ehhhh taunya seru loh! Hal-hal yang diajarin dia kesannya memang benar-benar kita pake di dalam kehidupan kita sehari-hari, tentunya dalam hal menulis dong.

1 hal yang gue selalu inget dia, dia sering bilang kalo jadi mahasiswa komunikasi itu harus SOK TAHU! Langsunglah seksi kepo kelas aka Ardy nyamber aje ke ibu Artini. Terjadilah pembulian antara dosen dan murid dan sekarang gue lupa kejadiannya begimana -_- Sampe ibu Artini ngomong.

"Saya suka dengan kamu, siapa nama kamu? Oh ia nama saya Artini anak-anak."
"Nama saya? Ermmm... Nama saya Artinya!"


Langsunglah satu kelas cekakakan gara-gara si Artinya bahahaha.
FYI, suara si Ardy ini serek-serek becek kayak si Olga Syahputra. Cuma lebih buerrrrrraaattttt

Dan seperti biasa, yang paling membekas adalah ketika gue nyautin si ibu Artini ketika dia nyeletuk begini.

"Kok ruangan ini panas ya?"
"Ah ibu sok tahu!"


Abiss deh gue, abisss deh gue dicerca sekelas.