Ah, ingin rasanya bercerita dengan pengalaman agama saya. Pengalaman agama, bukan beragama. Tulisan kali ini tidak ada sangkut pautnya dengan malaikat-malaikat di surga. Setelah ditelusuri, ternyata sangatlah bodoh, misterius, dan lugu. Bahahahaha!
Ngikut orang tua
Oke, saya mulai dari awal. Buat mereka yang sudah baca tulisan saya sebelum-sebelumnya pasti sudah tau kronologisnya. Saya sendiri beragama Buddha ketika waktu kecil. Tetapi boro-boro, diajak ke Vihara aja gak pernah, sembahyang juga cuman ngikut.
Yang saya ngerti, dulu pas di Vihara saya paling doyan ngebakarin kertas ke kuali-kuali. Katanya itu duit buat di alam sana. Ada yang bentuk baju juga loh! Setelah dipikir-pikir, dibakar ya dibakar aja. Jadi abu terus dibuang. Setelah dipikir-pikir, kalau saya buka usaha gitu tajir juga kali ye, bikin perahu-perahuan kertas terus dibakar. Satu perahu harganya sepuluh ribu. Jasa saya sungguh hebat, membuat orang di dunia sana kaya.
Pengalaman murtad
Saya sendiri enggak tahu apa itu kitab suci dari agama Buddha. Kalau gak salah, namanya Tripitaka. Itupun saya tahu dari pelajaran PLKJ kelas empat atau lima SD. Katanya sih ada dua lagi. Tapi saya sendiri gak yakin dan lupa-lupa inget.
Salah KTP
Kejadian ini yang paling bikin saya syok berat. Syok apa shock ya? Ah sebodo teuing!
Umur tujuh belas adalah umur yang paling ditunggu para remaja cewek maupun cowok. Entah karena si remaja cewek bakalan pesta sweet seventeen atau memang merupakan tanda kedewasaan, atau karena si cowok sudah boleh nonton film untuk tujuh belas tahun keatas, yang sebenarnya belum umur tujuh belas tahun pun sudah ditonton.
Tapi bagi saya, momen umur tujuh belas ini menjadi momen bersejarah. Setidaknya setelah saya sadar KTP saya salah cetak. KTP saya ditulis agama Islam, saudara-saudara. Pengen nangis rasanya. Apalagi saya sadarnya setelah hampir satu tahun kemudian. Alamak! Sejarah keluarga aja gak ada yang jadi Islam. Kenapa bisa tiba-tiba muncul si Islam di KTP saya ini?! Kalau tidak segera di ubah, bisa-bisa semester 3 nanti saya masuk pelajaran agama Islam dan belajar Al-Qur'an. Gawat. Tapi saya isi di kampus agama saya Buddha. Sama-sama gawat. Saya gak pernah tahu seluk beluk dua agama tersebut.
Karpet
Pernah satu hari saya bertanya ke temen saya yang Islam.
"Eh kalo salat (baca: solat) itu pake karpet ya?"
"Lu gila, itu namanya *sensorkarenalupa*
Mampus de gue kalau beneran masuk pelajaran agama Islam.
Baptis
Saya lahir baru! Setidaknya itu kegembiraan yang saya bisa ungkapkan. Baik secara rohani, maupun jasmani alias KTP. Aduh bok rasanya deg-degan deh! Udah dibaptis, rasanya pengen cepet-cepet ganti KTP. Rencananya sih sudah lama. Tapi nyatanya sampai sekarang masih males ngurus. Enakkan ngulet di ranjang sambil nyalain AC dingin-dingin. Yang penting ubah agama dulu ah di kampus, biar gak salah masuk kelas nanti! Amin.
Tampilkan postingan dengan label kocak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kocak. Tampilkan semua postingan
27.1.11
21.11.10
Psikologi Harga
Dosen: "Jadi, kalau kita menaruh harga barang seperti Rp2.999,- maka masyarakat bakal tertarik nih daripada yang harganya Rp 3.100,-"
Mahasiswa: "Sir, kalo kasus Bakmi 99 itu gimana dong?"
Dosen: "Hah? Bakmi 99??" *mikir* "ITU MAH MERK BEGOK!"
Mahasiswa: "Sir, kalo kasus Bakmi 99 itu gimana dong?"
Dosen: "Hah? Bakmi 99??" *mikir* "ITU MAH MERK BEGOK!"
Labels:
absurd,
kehidupan kampus,
kocak
30.10.10
Mister HuGo
Sir HuGo, aka Husein Gozali adalah salah satu dosen di kampus gue. Orangnya udah tua, cukup tinggi *ngeliat ke atas*, dan pinter sih. Sayang kalo dia ngomong itu slow motion, jadi gue bisa boten sendiri dengerinnya.
Satu keburukannya, Sir HuGo paling gak bisa mengingat dan menyebut nama. Sering banget salah sebut nama, bahkan walaupun udah lihat absensi dia masih bisa salah sebut nama.
Salah satu kisahnya ketika ia baru masuk ke kelas gue.
"Anang... Anang... Mana yang namanya Anang? Anang Wijaya."
"Ha? Nama saya Arian Wijaya pak, bukan Anang."
Mungkin kasus Anang-KD masih melekat di hati bapak "basi kaleee, udah ganti jamannya Luna-Ariel". Sir HuGo juga suka lupa menyebut nama, padahal ia baru menyebut nama tersebut kurang dari 1 menit. Berikut kisahnya, ketika sedang sesi tanya jawab.
"Yak, yang nilainya kurang silahkan jawab. Sebentar saya lihat absensi dulu. Dewi Sindy ada?"
"Ada pak!"
"Jelaskan bla bla bla bla" *lupa pertanyannnya*
"Aduh gak tau pak!"
"Oke saya oper ke orang lain dulu."
Setelah dioper.
"Ayo, kamu jawab lagi. Dewi... Dewi Sandra!"
"Nama saya Dewi Sindy pak!"
"Oh ia Dewi Sindy, maaf bapak salah sebut. Dulu Dewi Sandra murid disini sih."
Gue pun nyeletuk.
"Ah, itu mah Sandra Dewi pak! Murid sendiri kok lupa."
"Ehhh, maksud saya Dewi Rezer deh, hahaha."
"..."
Yee si bapak, jauh bener ampe Dewi Sandra. Meskipun begitu, dosen yang satu ini sabarnya setengah hidup menghadapi murid yang hiperaktif gak bisa diatur ini, betah-betah ya pak di kelas kamu walaupun ngeselin hehehe. Janji deh gak ribut, tapi dikurangin volume suaranya aja ya :D
Satu keburukannya, Sir HuGo paling gak bisa mengingat dan menyebut nama. Sering banget salah sebut nama, bahkan walaupun udah lihat absensi dia masih bisa salah sebut nama.
Salah satu kisahnya ketika ia baru masuk ke kelas gue.
"Anang... Anang... Mana yang namanya Anang? Anang Wijaya."
"Ha? Nama saya Arian Wijaya pak, bukan Anang."
Mungkin kasus Anang-KD masih melekat di hati bapak "basi kaleee, udah ganti jamannya Luna-Ariel". Sir HuGo juga suka lupa menyebut nama, padahal ia baru menyebut nama tersebut kurang dari 1 menit. Berikut kisahnya, ketika sedang sesi tanya jawab.
"Yak, yang nilainya kurang silahkan jawab. Sebentar saya lihat absensi dulu. Dewi Sindy ada?"
"Ada pak!"
"Jelaskan bla bla bla bla" *lupa pertanyannnya*
"Aduh gak tau pak!"
"Oke saya oper ke orang lain dulu."
Setelah dioper.
"Ayo, kamu jawab lagi. Dewi... Dewi Sandra!"
"Nama saya Dewi Sindy pak!"
"Oh ia Dewi Sindy, maaf bapak salah sebut. Dulu Dewi Sandra murid disini sih."
Gue pun nyeletuk.
"Ah, itu mah Sandra Dewi pak! Murid sendiri kok lupa."
"Ehhh, maksud saya Dewi Rezer deh, hahaha."
"..."
Yee si bapak, jauh bener ampe Dewi Sandra. Meskipun begitu, dosen yang satu ini sabarnya setengah hidup menghadapi murid yang hiperaktif gak bisa diatur ini, betah-betah ya pak di kelas kamu walaupun ngeselin hehehe. Janji deh gak ribut, tapi dikurangin volume suaranya aja ya :D
Labels:
dosen,
kehidupan kampus,
kocak
23.10.10
Salah Kostum
Sebuah cerpen pendek, terinspirasi dari pengalaman gue beberapa menit yang lalu.
Vincent kebingungan. Ia kehabisan ide tentang apa yang akan dipakainya untuk ke resepsi pernikahan anak rekan kerja ayahnya. Terlintas hanya setelan biasa yang selalu dipakainya setiap ada pesta. Vincent panik, ia segera mengambil telepon selularnya lalu menelpon sobatnya, Indy.
"Indy, sepertinya gue salah kostum nih! Gue serasa mau ke pesta Sweet Seventeen!"
"Emang lu mau kemana cen?"
"Ke pesta pernikahan. Duh gimana nih?"
"Emangnya lu pake apa lagi?"
"Gaun."
***Sang pengarang tidak benar-benar memakai gaun ke pesta pernikahan. Ini hanyalah kisah fiktif. FIKTIF!***
Vincent kebingungan. Ia kehabisan ide tentang apa yang akan dipakainya untuk ke resepsi pernikahan anak rekan kerja ayahnya. Terlintas hanya setelan biasa yang selalu dipakainya setiap ada pesta. Vincent panik, ia segera mengambil telepon selularnya lalu menelpon sobatnya, Indy.
"Indy, sepertinya gue salah kostum nih! Gue serasa mau ke pesta Sweet Seventeen!"
"Emang lu mau kemana cen?"
"Ke pesta pernikahan. Duh gimana nih?"
"Emangnya lu pake apa lagi?"
"Gaun."
***Sang pengarang tidak benar-benar memakai gaun ke pesta pernikahan. Ini hanyalah kisah fiktif. FIKTIF!***
Labels:
absurd,
cerpen,
kocak,
perkawinan
18.10.10
Mertua Saya Bukan Pembantu
Setelah Doa Rosario, tepatnya pada hari ini pukul 20.45
Gue: *nahan ketawa*
Pak Anton: "Jadi gitu, pembantu saya gigitin jari anak saya pas dia kejang-kejang gara-gara flu. Ampe kuku kakinya copot! Untung anak saya gak jadi lewat."
Tante X Pemilik Rumah: "Pembantunya yang tua itu ya?"
Pak Anton: "Pembantu saya mah dari dulu cuma satu. Pembantu saya lagian yang kecil itu. Yang tua mah mertua saya nci!"
Tante X Pemilik Rumah: "Pembantunya yang tua itu ya?"
Pak Anton: "Pembantu saya mah dari dulu cuma satu. Pembantu saya lagian yang kecil itu. Yang tua mah mertua saya nci!"
Gue: *nahan ketawa*
Labels:
doa rosario,
kocak,
mertua,
pembantu
14.10.10
Ujung Dunia
Hail Mary, full of Grace,
The Lord is with thee;
Blessed art thou among women,
and blessed is the fruit
of thy womb, Jesus.
Holy Mary, Mother of God,
pray for us sinners,
now and at the hour of our death. Amen.
The Lord is with thee;
Blessed art thou among women,
and blessed is the fruit
of thy womb, Jesus.
Holy Mary, Mother of God,
pray for us sinners,
now and at the hour of our death. Amen.
Bulan Oktober, merupakan salah satu bulan suci bagi umat Katolik. Biasanya mereka melakukan doa rosario di dalam lingkungan mereka, dan memanjatkan permohonan kepada Tuhan Yesus. Ini kedua kalinya gue ikut doa rosario. Maklum, anak baru.
Ketika gue dateng, gue menyadari kalo gue adalah remaja seorang diri. Gak seorang diri sih, paling yang seumuran gue cuma berdua ato bertiga dari 20. Sisanya tante-tante dan bapak-bapak. Ketika gue masuk rumah pada hari pertama dan kedua, gue merasa panas. Sang empunya rumah pun bilang "Maaf loh panas, gak ada kipas ato AC disini."
Spontan om Anton, wakil ketua wilayah di tempat gue bilang "Nanti pas berdoa adem deh dijamin, kalo Roh Kudus turun."
Amin om amin, ternyata apa yang dibilang om Anton itu bener, gue sama sekali gak ngerasa panas di tengah ruangan yang kecil dengan kapasitas 16-20 orang di dalamnya. Malah serasa adem kayak pake AC disetel 22 derajat celcius loh. Emang berkat Tuhan itu gak berkesudahan.
Di komunitas tempat kami berdoa rosario, ada 1 om-om yang terasa familiar, padahal gue belom pernah ngeliat loh! Yang familiar itu bukan mukanya, tapi tingkah lakunya. Mirip gue! Sehabis doa rosario, dia make-make kalung rosario kekecilan di kepalanya, serasa penari India terus ketawa-ketawa. Gue sambil mikir, ini orang kok mirip gue ya? Terus om-om singgung dia juga.
"Asal lo tau aja, dia ini mantan frater loh."
"Ia mantan frater, tapi setelah ketemu Tesia imannya gak kuat."
"Ia mantan frater, tapi setelah ketemu Tesia imannya gak kuat."
"Imrohnya goyang tuh! Hahaha!"
Si om cuma ketawa-ketawa aja, dan gue emang sempat dan masih berpikir mau jadi pastur. Ternyata dunia itu emang sempit. Gue gak perlu ke ujung dunia buat nyari yang mirip sama gue. Toh di komplek sendiri juga udah ada.
Si om cuma ketawa-ketawa aja, dan gue emang sempat dan masih berpikir mau jadi pastur. Ternyata dunia itu emang sempit. Gue gak perlu ke ujung dunia buat nyari yang mirip sama gue. Toh di komplek sendiri juga udah ada.
Labels:
absurd,
doa rosario,
katolik,
kocak,
mirip
13.10.10
Kehidupan Kampus Nan Ajaib - Masih Cowok
London School, kelas 14-8A, pukul 08.50
Gue: "Emang lu berapa bersodara Jane?"
Jane: "Asal lo tahu ya, gue itu cuma 2 bersodara! Adek gue 7 tahun dan masih cowok!"
Gue: "Err... Masih cowok? Kapan jadi ceweknya?"
Gue: "Emang lu berapa bersodara Jane?"
Jane: "Asal lo tahu ya, gue itu cuma 2 bersodara! Adek gue 7 tahun dan masih cowok!"
Gue: "Err... Masih cowok? Kapan jadi ceweknya?"
Labels:
absurd,
kehidupan mahasiswa,
kocak
3.10.10
Rapot Yesus
Lame joke.
Suatu hari seorang anak kecil menemukan rapor milik Yesus semasa ia bersekolah. Setelah dilihat, ternyata Yesus hanya memiliki satu nilai A, dan sisanya D, termasuk pelajaran agama! Kenapa tuh? Kok bisa?
Ternyata ketika pelajaran agama, ia ditanya oleh sang guru agama tentang kitab Kejadian.
"Siapa yang membuat langit, bumi, dan segala isinya?"
"Bapakku."
Nilai D akhirnya jatuh di tangan.
Begitu juga pelajaran olahraga. Ketika sedang belajar berenang, semua murid langsung melompat masuk ke kolam dan berenang menuju seberang. Tetapi Yesus tidak berenang, Ia berjalan di atas air. Sekali lagi, Ia mendapat nilai D.
Tetapi ketika pelajaran kimia, ia mendapat nilai A. Ketika teman-temannya belajar perubahan molekul dan zat-zat, hanya Yesus yang berhasil melakukan prakteknya. Ia mengubah air menjadi anggur. Singkat kata, nilai A di tangan.
Suatu hari seorang anak kecil menemukan rapor milik Yesus semasa ia bersekolah. Setelah dilihat, ternyata Yesus hanya memiliki satu nilai A, dan sisanya D, termasuk pelajaran agama! Kenapa tuh? Kok bisa?
Ternyata ketika pelajaran agama, ia ditanya oleh sang guru agama tentang kitab Kejadian.
"Siapa yang membuat langit, bumi, dan segala isinya?"
"Bapakku."
Nilai D akhirnya jatuh di tangan.
Begitu juga pelajaran olahraga. Ketika sedang belajar berenang, semua murid langsung melompat masuk ke kolam dan berenang menuju seberang. Tetapi Yesus tidak berenang, Ia berjalan di atas air. Sekali lagi, Ia mendapat nilai D.
Tetapi ketika pelajaran kimia, ia mendapat nilai A. Ketika teman-temannya belajar perubahan molekul dan zat-zat, hanya Yesus yang berhasil melakukan prakteknya. Ia mengubah air menjadi anggur. Singkat kata, nilai A di tangan.
1.10.10
Pentas Drama, Cowok Cantik, dan Sang Bibir Terakhir
Yay! Sebelom menulis embel-embel postingan gue yang gak berisi lainnya, gue mau ngucapin terima kasih dulu sebesar-besarnya buat para pendukung pentas drama tentang sejarah Don Bosco. Dari Yesus Kristus yang udah buat kita semua bisa menjalaninya dengan baik, lightingnya, pemain-pemainnya, orkes, yang ngingetin, dan tidak lupa para penonton yang udah hadir. Terima kasih bangetzzzz pake z. :D
Oke, cukup kata sambutannya. Mari kita kembali ke isi yanggak penting!
Sore hari, langit cukup gemuruh kayak mencret, atau apapun itulah yang mirip mencret. Gue langsung cepet-cepet pergi ke gereja untuk siap-siap drama. Dan cobaan pertama kali yang harus gue lalui adalah di make up para tante-tante. Dan ternyata yang dandanin adalah si tante yang biasa motong rambut gue.
"Oh kamu yang main Darwin? Kamu jadi apa? Mau didandanin apa aja? Tante kasih bedak, sama eyeshadow aja ya."
"AJA?!", tante? Bagi gue itu udah cobaan untuk berat. Tapi itu bukan masalah, karena gue pernah mendapat dandanan yang lebih ekstrim lagi. Bagi yang ikutin postingan gue, pasti tau deh dimana gue dandan sampe pake eyeshadow udah kayak mata dibogem preman.
Berikut salah satu korbannya.
Oke, cukup kata sambutannya. Mari kita kembali ke isi yang
Sore hari, langit cukup gemuruh kayak mencret, atau apapun itulah yang mirip mencret. Gue langsung cepet-cepet pergi ke gereja untuk siap-siap drama. Dan cobaan pertama kali yang harus gue lalui adalah di make up para tante-tante. Dan ternyata yang dandanin adalah si tante yang biasa motong rambut gue.
"Oh kamu yang main Darwin? Kamu jadi apa? Mau didandanin apa aja? Tante kasih bedak, sama eyeshadow aja ya."
"AJA?!", tante? Bagi gue itu udah cobaan untuk berat. Tapi itu bukan masalah, karena gue pernah mendapat dandanan yang lebih ekstrim lagi. Bagi yang ikutin postingan gue, pasti tau deh dimana gue dandan sampe pake eyeshadow udah kayak mata dibogem preman.
Berikut salah satu korbannya.
Percaya gak percaya, abis di dandanin dia kayak Britney Spears!
Setelah didandanin, gue langsung cepet-cepet kabur. Karena bagi mereka yang belum beruntung, mereka mendapat bonus lipstik yang merupakan hasil operan dari bibir ke bibir.
Dan ini dia, salah satu korbannya lagi (dan lagi).
Bibir ke 5
Makin cantikkkk
Dan secara tak sengaja, gue melihat frater (ato foster? ato bukan dua-duanya?) memakai baju I LOVE MIYABI lagi didandanin. Ahhhh mau bajunyaaaaaaaa! Dapet dimana yaaa?
I LOVE MIYABI
Para lelaki-pun menjadi cantik. Ya mereka "cantik".
Pria "cantik"
Dan ini adalah yang terparah separah-parahnya gue pernah liat. Mau ngakak tiada henti, kayak yang jadi setan bencong di "Si Manis Jembatan Ancol".
Si Manis Jembatan Ancol
Sejenak gue berpikir, kita ini mau drama ato bikin video klip? Video klipnya Naif - Posesif, dimana pake bencong pake syal bulu-bulu sambil lari-larian di pinggir jalan. Para frater-frater yang menjadi korban "kekerasan" para tante-tante ini pun sejenak menjadi bencong yang melancong di dalam gereja. Tapi kata si tante sih ini biar kalo di panggung keliatan nyentrik, biar gak jelek keliatannya. Ya pokoknya gitu lah, biar ok di panggung.
Ketika para frater, bruder dan kawan-kawan lainnya (termasuk gue) telah menjadi korban "kekerasan" dan hampir mau manggung, tiba-tiba gue dipanggil salah satu tante-tante yang ngedandanin mereka.
"Ehh kamu sini deh, kok bibirnya belom berwarna? Sini tante kasih lipstik. Lipstiknya murah sih gampang pudar nih. Ayo sini."
Ternyata, gue menjadi korban bibir terakhir dari lipstik yang telah dioper dari bibir ke bibir.
Ternyata, gue menjadi korban bibir terakhir dari lipstik yang telah dioper dari bibir ke bibir.
29.9.10
Tugas 350 HURUF
Percakapan seorang yang absurd yaitu gue, dengan salah seorang teman yang sedang kuliah di UK sembari bikin tugas marketing.
"Tugasnya gue buat sekitar 400 kata aja deh, jaga-jaga."
"Jangan, kalo mau lebih 10% max."
"Tenang kok gue buat berisi, bukan bacot aje. Kata dosen boleh lebih kok."
"Eh, tugas lu itu 350 kata kan? Dia minta kata, bukan huruf."
"Ia lah, masak 350 huruf? Ajegile aja, lu kata gue kerjain tugas di twitter?"
"Tugasnya gue buat sekitar 400 kata aja deh, jaga-jaga."
"Jangan, kalo mau lebih 10% max."
"Tenang kok gue buat berisi, bukan bacot aje. Kata dosen boleh lebih kok."
"Eh, tugas lu itu 350 kata kan? Dia minta kata, bukan huruf."
"Ia lah, masak 350 huruf? Ajegile aja, lu kata gue kerjain tugas di twitter?"
Labels:
absurd,
kehidupan kampus,
kocak
28.9.10
Maaf itu Terima Kasih!
Jakarta, 28 September 2010. Pukul 13.45 WIB
Gue naik angkot berstiker 04 dari daerah Pulomas. Ketika di depan Mall Kelapa Gading, gue berhenti turun. Tiba-tiba ada teriakan merangkap desahan.
Mbak: "Awwww! Awww! Awwwh!"
Gue: "Ini mas..."
Sambil megang dua rebu rupiah, lalu gue penasaran dengan teriakan merangkap desahan tadi. Siapa gerangan yang mengeluarkan, dan kenapa? Ternyata kaki si mbak gue injek. Si mbak cuma make sendal cewe yang kuku-kuku manisnya kelihatan, sementara gue pake sepatu yang berat solnya tak terdefinisi.
Gue: "Ma... Makasih mbak!" *ngomong ke mbak*
Gue: "Sori! Sori mas!" *ngasih dua rebuan*
Ketika gue baru mau beranjak turun, gue sadar gue salah ngasih kata "maaf" dan "makasih". Mbak, beneran loh mbak saya minta maaf. Pas saya turun dari angkot ngakaknya setengah mati tapi!
Gue naik angkot berstiker 04 dari daerah Pulomas. Ketika di depan Mall Kelapa Gading, gue berhenti turun. Tiba-tiba ada teriakan merangkap desahan.
Mbak: "Awwww! Awww! Awwwh!"
Gue: "Ini mas..."
Sambil megang dua rebu rupiah, lalu gue penasaran dengan teriakan merangkap desahan tadi. Siapa gerangan yang mengeluarkan, dan kenapa? Ternyata kaki si mbak gue injek. Si mbak cuma make sendal cewe yang kuku-kuku manisnya kelihatan, sementara gue pake sepatu yang berat solnya tak terdefinisi.
Gue: "Ma... Makasih mbak!" *ngomong ke mbak*
Gue: "Sori! Sori mas!" *ngasih dua rebuan*
Ketika gue baru mau beranjak turun, gue sadar gue salah ngasih kata "maaf" dan "makasih". Mbak, beneran loh mbak saya minta maaf. Pas saya turun dari angkot ngakaknya setengah mati tapi!
Labels:
absurd,
angkot,
kocak,
maaf,
terima kasih
21.9.10
Prisca Rozanna
Tanpa sengaja, tadi di halte gue bertemu senior gue, Valen, dan temennya, Prisca Rozanna. Ada temennya yang lain juga sih, tapi gue gak kenal hahaha. Kita pun berdialog. Enggak deh, kita ngegosip. Dari ngomongin dosen sama yang "belok-belok". Ya pokoknya kita tahu sama tahu lah.
"Emang rumah om di deket mana ya om?"
"Di gang 3. nanti kita lewatin aja."
Lalu Valen pun nanya gue.
"Emang lu turun dimana win?"
"Gue naek sampe cempaka mas len."
"Oh sama dong kayak Prisca, naek sampe Pulogadung."
"Gue naek sampe cempaka mas len."
"Oh sama dong kayak Prisca, naek sampe Pulogadung."
Gua pikir, Pulogadung sampe ujung Gading sono. Eh ternyata oh ternyata, ketika gue berpisah sama Valen dan naik ke Pulogadung bareng Prisca, gue nanya dia begini.
"Emang lu turun dimana Pris?"
"Turun di Cempaka Mas."
"Ha? Kok sama kayak gue?"
"Emang rumah lu dimana?"
"Di Sunter."
"Hah?! Sunter mana?"
"Danau Indah."
"Loh, gue juga Danau Indah loh!"
"Wah gila, kita sekomplek! Gue baru tahu!"
"Turun di Cempaka Mas."
"Ha? Kok sama kayak gue?"
"Emang rumah lu dimana?"
"Di Sunter."
"Hah?! Sunter mana?"
"Danau Indah."
"Loh, gue juga Danau Indah loh!"
"Wah gila, kita sekomplek! Gue baru tahu!"
Dengan bodohnya, gue pasang muka cengok ke dia. Seumur-umur gue baru tahu dia itu senior yang tinggal di deket rumah gue. *pasang muka datar*
Akhirnya (secara tak sengaja lagi) gue menumpang dia. Ternyata bokapnya bawa mobil. Karena penasaran, gue nanya ke bokapnya.
"Emang rumah om di deket mana ya om?"
"Di gang 3. nanti kita lewatin aja."
"Udah berapa lama win tinggal di Sunter?"
"Dah dari lahir om."
"Wah, kenal Rangga dong?"
"Rumah saya diseberang dia om..."
"Dah dari lahir om."
"Wah, kenal Rangga dong?"
"Rumah saya diseberang dia om..."
*tiba-tiba udah sampe depan rumahnya*
"Loh, ini kan rumahnya Rachel kan?"
"Rachel itu anak pertama om."
"Gue itu adeknya Rachel."
"Rachel itu anak pertama om."
"Gue itu adeknya Rachel."
Sekejap, gue merasa hidup gue di Sunter tiba-tiba runtuh. SELAMA INI GUE KEMANE AJE BARU TAU PRISCA ITU ADEKNYA RACHEL!
:|
Labels:
absurd,
Ipeka Sunter,
kocak,
prisca rozanna
17.9.10
Anak Medan
Mimpi aneh (lagi) telah datang untuk kesekian kalinya. Tadi malam, gue sendiri mimpi tentang kisah masa SMA gua. Tapi dalam versi yang berbeda, aneh, dan cukup bikin ngakak. Gue mimpiin salah satu temen gue yang merupakan Medan totok, Junius. Kalo yang udah pernah ikutin postingan gue yang kemarin-kemarin, pasti tahu nih anak yang mana, yang sering dikatain Medan, dan sering perang sama anak Kun Thien di kelas.
Di mimpi gue, tiba-tiba dia menjadi kandidat petugas ketua OSIS. Layaknya jadi calon ketua, kudu promosi dong ke anak-anak.
"Ayooo pilih gua jadi ketua OSIS! Nanti gue kasih kaos deh! Kaos buat para pendukung gue hahaha."
Ketika gue lihat, WHAT THE HELL! Bajunya berbahan wool mirip sweater, agak lusuh dan benangnya kemana-mana, berwarna coklat, bergaris warna ini dan ini dengan bertuliskan "ANAK MEDAN" ditengahnya. Spontan, gue langsung NGAKAK GILA gak pake berhenti, ditambah ketika gue melihat banyak yang pake baju begitu. Akhirnya, gue langsung bangun sambil ngakak. Kata koko gue, gue tidur sambil ngigo ketawanya kenceng banget, puas banget ketawanya.
Anak Medan, anak Medan. Sekali lagi anda membuat saya seperti orang gila.
Di mimpi gue, tiba-tiba dia menjadi kandidat petugas ketua OSIS. Layaknya jadi calon ketua, kudu promosi dong ke anak-anak.
"Ayooo pilih gua jadi ketua OSIS! Nanti gue kasih kaos deh! Kaos buat para pendukung gue hahaha."
Ketika gue lihat, WHAT THE HELL! Bajunya berbahan wool mirip sweater, agak lusuh dan benangnya kemana-mana, berwarna coklat, bergaris warna ini dan ini dengan bertuliskan "ANAK MEDAN" ditengahnya. Spontan, gue langsung NGAKAK GILA gak pake berhenti, ditambah ketika gue melihat banyak yang pake baju begitu. Akhirnya, gue langsung bangun sambil ngakak. Kata koko gue, gue tidur sambil ngigo ketawanya kenceng banget, puas banget ketawanya.
Anak Medan, anak Medan. Sekali lagi anda membuat saya seperti orang gila.
Labels:
absurd,
anak medan,
kocak,
mimpi
15.9.10
Tetangga Jelek
Yang namanya orang tua, gak pernah lepas dari yang namanya ngegosip. Ya, gue nulis ini karena gue yang menjadi bahan gosipnya. Pake bahasa Bangka. Kalo gak salah namanya Khek.
Berikutlah perbincangan Thai Ji (tante), nyokap, dan bokap. Kurang lebih begini terjemahannya.
"Awin sekarang kalo ke gereja bonceng cewek loh!"
"Ah beneran win? Gereja mana?"
"Yohanes Bosco kok thai ji."
"Wah nakal ya udah bonceng cewek."
"Cuma tetangga kok itu, cuma nebeng!"
"Awin bonceng cewek cakep loh!"
"Cakep darimana, itu loh yang keriting-keriting, anak gang 5."
"Ah gak jadi deh, itu mah jelek."
Pa, gak cakep loh pa. Gak cakep!
Berikutlah perbincangan Thai Ji (tante), nyokap, dan bokap. Kurang lebih begini terjemahannya.
"Awin sekarang kalo ke gereja bonceng cewek loh!"
"Ah beneran win? Gereja mana?"
"Yohanes Bosco kok thai ji."
"Wah nakal ya udah bonceng cewek."
"Cuma tetangga kok itu, cuma nebeng!"
"Awin bonceng cewek cakep loh!"
"Cakep darimana, itu loh yang keriting-keriting, anak gang 5."
"Ah gak jadi deh, itu mah jelek."
Pa, gak cakep loh pa. Gak cakep!
Labels:
absurd,
kocak,
tetangga jelek
1.9.10
Kehidupan Kampus nan Ajaib - Dosen Sok Tahu, Mahasiswa Sok Tahu
Hari ini gue diajar ibu Artini, seorang dosen yang ngajar tentang writing skill I dan pembelajaran tentang human interest. Pas awal gue ketemu dia, langsung terbayang di otak gue.
Wih gile dosennya paruh baya, kayak abis pulang umroh! Pake jilbab mecing ama bajunya!
Mana dia pake peniti bebek, tau kan peniti bebek yang panjang itu loh, yang ada bebek-bebekkan diujungnya, terletak dibawah jilbabnya, sekitar leher gitu warna oren. Gue kira ngebosenin, ehhhh taunya seru loh! Hal-hal yang diajarin dia kesannya memang benar-benar kita pake di dalam kehidupan kita sehari-hari, tentunya dalam hal menulis dong.
1 hal yang gue selalu inget dia, dia sering bilang kalo jadi mahasiswa komunikasi itu harus SOK TAHU! Langsunglah seksi kepo kelas aka Ardy nyamber aje ke ibu Artini. Terjadilah pembulian antara dosen dan murid dan sekarang gue lupa kejadiannya begimana -_- Sampe ibu Artini ngomong.
"Saya suka dengan kamu, siapa nama kamu? Oh ia nama saya Artini anak-anak."
"Nama saya? Ermmm... Nama saya Artinya!"
Langsunglah satu kelas cekakakan gara-gara si Artinya bahahaha.
FYI, suara si Ardy ini serek-serek becek kayak si Olga Syahputra. Cuma lebih buerrrrrraaattttt
Dan seperti biasa, yang paling membekas adalah ketika gue nyautin si ibu Artini ketika dia nyeletuk begini.
"Kok ruangan ini panas ya?"
"Ah ibu sok tahu!"
Abiss deh gue, abisss deh gue dicerca sekelas.
Wih gile dosennya paruh baya, kayak abis pulang umroh! Pake jilbab mecing ama bajunya!
Mana dia pake peniti bebek, tau kan peniti bebek yang panjang itu loh, yang ada bebek-bebekkan diujungnya, terletak dibawah jilbabnya, sekitar leher gitu warna oren. Gue kira ngebosenin, ehhhh taunya seru loh! Hal-hal yang diajarin dia kesannya memang benar-benar kita pake di dalam kehidupan kita sehari-hari, tentunya dalam hal menulis dong.
1 hal yang gue selalu inget dia, dia sering bilang kalo jadi mahasiswa komunikasi itu harus SOK TAHU! Langsunglah seksi kepo kelas aka Ardy nyamber aje ke ibu Artini. Terjadilah pembulian antara dosen dan murid dan sekarang gue lupa kejadiannya begimana -_- Sampe ibu Artini ngomong.
"Saya suka dengan kamu, siapa nama kamu? Oh ia nama saya Artini anak-anak."
"Nama saya? Ermmm... Nama saya Artinya!"
Langsunglah satu kelas cekakakan gara-gara si Artinya bahahaha.
FYI, suara si Ardy ini serek-serek becek kayak si Olga Syahputra. Cuma lebih buerrrrrraaattttt
Dan seperti biasa, yang paling membekas adalah ketika gue nyautin si ibu Artini ketika dia nyeletuk begini.
"Kok ruangan ini panas ya?"
"Ah ibu sok tahu!"
Abiss deh gue, abisss deh gue dicerca sekelas.
Labels:
kehidupan kampus,
kocak,
sok tahu
31.8.10
Kehidupan Kampus nan Ajaib - Jujur dan Bohong itu Dosanya Beda Tipis
Hari ini gue berkenalan dengan temen baru.. Ermm tepatnya kemaren sih, namanya Nina.
Berhubung gak ada fotonya, ya maklumi saja yah huahua.
Si Siti ini muslimah soleha nan alim. Err gak alim sih dan gak soleha, pokoknya muslim aja deh.
Singkat cerita, emaknya gak bangunin dia pas sahur. Kelaperan deh tuh anak.
Pas gue sampe kampus, dia langsung koar-koar karena gak dibangunin buat sahur. Terus dia nanya
"Duh gila aus banget nih gue! Bawa air gak win?"
Antara mau bohong dan jujur beda-beda tipis karena sama-sama bawa dosa, mending gue jujur aja dah. Meskipun ujung-ujungnya bikin orang batal. Akhirnay diteguklah air minum gue.
"Aduhh! Batal puasa deh!"
"Salah elo kagak sahur buahahahaha."
"Elo sih nawarin air."
"Elonye yang minta, bo'ong dosa nih bulan puasa."
Alhasil, puasanya ntah diganti kapan. Mungkin lebaran ini ato tahun depan.
Berhubung gak ada fotonya, ya maklumi saja yah huahua.
Si Siti ini muslimah soleha nan alim. Err gak alim sih dan gak soleha, pokoknya muslim aja deh.
Singkat cerita, emaknya gak bangunin dia pas sahur. Kelaperan deh tuh anak.
Pas gue sampe kampus, dia langsung koar-koar karena gak dibangunin buat sahur. Terus dia nanya
"Duh gila aus banget nih gue! Bawa air gak win?"
Antara mau bohong dan jujur beda-beda tipis karena sama-sama bawa dosa, mending gue jujur aja dah. Meskipun ujung-ujungnya bikin orang batal. Akhirnay diteguklah air minum gue.
"Aduhh! Batal puasa deh!"
"Salah elo kagak sahur buahahahaha."
"Elo sih nawarin air."
"Elonye yang minta, bo'ong dosa nih bulan puasa."
Alhasil, puasanya ntah diganti kapan. Mungkin lebaran ini ato tahun depan.
Labels:
absurd,
kehidupan kampus,
kocak,
puasa
29.8.10
Burungnya, Bukan yang Lain
Suatu hari temen gue jalan ke mall, dan adenya melihat ada seorang cacat pacaran dengan orang yang normal. Lalu sang adek bertanya.
"Pi, pi, kok cacat-cacat begitu ada yang mau?"
"Kan burungnya masih normal."
Semua terletak pada burung.
"Pi, pi, kok cacat-cacat begitu ada yang mau?"
"Kan burungnya masih normal."
Semua terletak pada burung.
Nikmatnya Makan Sebelum Berbuka
Minggu pagi benar-benar mengandung banyak kejadian bodoh. Sehabis misa pagi, gue dan miyabi-miyabi Yohanes Bosco jajan didepan. Yaa, gue gak jajan sih, puasa dompet biar gemuk hehehe..
Akhirnya didepan tangga,kita mereka asik-asik makan siomay.
Magda: Mmmmm, mmmmm! Mmmmm!
Nita: Nyam nyam nyam nyam nyam
Makin lama, suaranya makin kenceng, dan seketika Magda tersadar ada yang perhatiin. Oh, ternyata itu ibu-ibu berjilbab yang lagi cek kesehatan gratis sedang berpuasa.
Magda: Mampus ada yang puasa!
Seketika kabur juga. Tetapi ujian bagi mereka tidak cukup sampai disitu. Magda kembali dengan jajanan es jeruk.
Magda: Srotttt srott srotttt srottt srotttttttttttttttttttttttttttttttttttt
Gue: Gile lu didepan orang puasa begitu.
Magda: Namanya juga orang aus. Lagian ini kan ujian buat mereka.
Oke, masuk akal. Jadi ketika oarng puasa, kita tetap boleh makan didepan mereka. Itu ujian untuk mereka.
Wassalam
Akhirnya didepan tangga,
Magda: Mmmmm, mmmmm! Mmmmm!
Nita: Nyam nyam nyam nyam nyam
Makin lama, suaranya makin kenceng, dan seketika Magda tersadar ada yang perhatiin. Oh, ternyata itu ibu-ibu berjilbab yang lagi cek kesehatan gratis sedang berpuasa.
Magda: Mampus ada yang puasa!
Seketika kabur juga. Tetapi ujian bagi mereka tidak cukup sampai disitu. Magda kembali dengan jajanan es jeruk.
Magda: Srotttt srott srotttt srottt srotttttttttttttttttttttttttttttttttttt
Gue: Gile lu didepan orang puasa begitu.
Magda: Namanya juga orang aus. Lagian ini kan ujian buat mereka.
Oke, masuk akal. Jadi ketika oarng puasa, kita tetap boleh makan didepan mereka. Itu ujian untuk mereka.
Wassalam
24.8.10
Ya Darwin Lah!
Entah kenapa ketika chat sama tmen gue, terpintas satu kejadian kocak yang dcritain si BJ, ampe gue ngakak tiada henti. Cerita gue 3 SMP, tiap istirahat gue main terus sama si BJ ini. Ketika istirahat, gue sama BJ lagi gak bareng. Tiba-tiba si BJ didatengin 1 orang namanya Thriadhi. Mari kita panggil dia belalang, biar gampang.
Belalang: Je, temenin gue yu ke xxx (gue lupa kemana).
BJ: Gak ah, gue mau sama aming aja. (aming adalah panggilan gue)
Belalang: Gue kasih pilihan, lu mau pergi sama gue ato ama Darwin?
BJ: Ya Darwin lah! *sambil pergi ninggalin*
Ketika gue dcritain, asli ngakak. Makannya kalo mau ngajak orang pergi, liat dulu targetnya siapa. Salah sendiri gak liat sikon hahaha
Belalang: Je, temenin gue yu ke xxx (gue lupa kemana).
BJ: Gak ah, gue mau sama aming aja. (aming adalah panggilan gue)
Belalang: Gue kasih pilihan, lu mau pergi sama gue ato ama Darwin?
BJ: Ya Darwin lah! *sambil pergi ninggalin*
Ketika gue dcritain, asli ngakak. Makannya kalo mau ngajak orang pergi, liat dulu targetnya siapa. Salah sendiri gak liat sikon hahaha
12.8.10
Another Cindy
This is a story about another Cindy.
Yang gue mau ceritain dsini bukan cerita lain dari sisi seorang Cindy Fransisca yang urat malunya udah putus. Tetapi emang bener-bener Cindy yang berbeda.
Cindy yang ini itu unik, asli impor dari Cina sono, Guang Zhou loh.
Pas pertama kalo gue dan Cindy KW (CF) dia langsung dadah-dadahh.
Ramahhhhhh.
Lalu gue langsung mengulurkan tangan.
"Ming ming." *baru kali ini gue kenalan dengan nama MING MING*
"Cin..dy (dengan lafal agak terputus-putus gak lancar). I mean Chung An"
Wow, Cina asli bok.
Alhasil, gue, Grace dan CF duduk paling belakang, Tania bersama Cindy (asli! aka Chung An), dan paling depan adalah Timot (Yun Eng, Cina asli tinggal di Indo dan bisa mandarin!) dan Irvan.
Jadi kalo diurutin, yang paling belakang itu adalah klub bodoh, yang gak bisa mandarin, yang tengah dan depan itu menengah keatas karena antara bisa dan tidak, sama bener-bener bisa.
Dari rumah Tania, kita langsung jalan ke gading.
Dan dalam perjalanan, kita mencoba menjelaskan "Kelapa Gading" dalam bahasa Inggris.
Tania: "Bahasa Inggris gading apa sih?"
CF: "Itu Ivory, ivory!"
Lupa siapa yang ngomong: "Err jadi, Coconut Ivory?"
Timot: "Jangan kasih tau diaa (Chung An), nanti merusak imej Indonesiaaaaaa."
Oh oke wkwkwkwk. Cukup masuk akal.
Dan tiba-tiba ditengah jalan dia bertanya.
Chung An: "Why do you, Chinese Indonesian can't speak mandarin?"
Gak tau mau menjawab apa, akhirnya Irvan angkat bicara, dan menyalahkan rezim Soekarno yang melarang kita ngomong mandarin. Dari sebutin tahun pemerintahannya sampe uneg-uneg si Soekarno. Padahal emang kitanya aja yang emang males ba bi bu ngomong mandarin, enakkan slengean ngomong Indo pake bahasa 4l@yzzz
Kasian van orang udah mati masih aja dipersalahkan wkwkkwk.
Saat itu juga, gue merasa gagal menjadi seorang ras Cina, cuma bisa menjadi Cina KW produk Glodok, paling banter Mangga Dua, yang covernya Cina tapi isinya tetep aja produk jiplak.
Sambil di jalan lagi, kita dari belakang yang berasal dari "Klub Bodoh" cuma bisa ketawa ketiwi liat yang depan berjuang ngomong mandarin, aka Tania. Setelah Tania ngomong Indo, Timot terjemahin ke dalem bahasa mandarin.
Ibaratnya, kita dibelakang lagi nonton Meteor Garden pake tipi bilingual, yang kalo tinggal di *tiiit* langsung berubah bahasanya. terus *tiiit* lagi dan bahasanya berubah lagi. Tidak lupa layaknya DVD mangga dua, ntar keluar teks dibawah layar kaca anda. Kalo di kuping orang awam, pembicaraan mandarin mereka hanya terdengar "Blebeb blebeb", semuanya sama aja kata-katanya.
Dan akhirnya kita turun di Coconut Ivory. Maksud gue Mall Kelapa Gading hehehe.
Setelah ngesot-ngesot, akhirnya kita ke XXI dlu. Kata Chung An, bioskop Indo JAUHHHHH lebih bagus daripada Cina sono. Sedikit bangga. Dan ketika kita menanyakan harganya, terjadi perdebatan sengit dalam mengkonversikan kurs. Dari yuan sampe dollar dicoba 1-1. Dan akhirnya si Chung An merasa bersalah karena nanya harganya.
Lanjut ke foodcourt lagi sambil nungguin film mulai. Katanya kemaren si Chung An makan padang sama lele, katanya enak banget. Jadi ketika gue langsung melihat resto cepat saji Indo, gue langsung nunjuk ke Timot. Akhirnya si Chung An makan Rawon. Pas dia makan telor asin yang sepaket sama rawon, kayaknya nafsu banget. Apakah di Cina sana gak ada telor asin? Ato dia suka yang asin? Hmmm...
Akhirnya kita lanjut nonton Back Up Plan. Yang main si J-lo, tentang orang yang hamil duluan gara-gara suntik sperma, baru pacaran terus merit. Seru deh. Pas nonton, si Chung An rada bingung-bingung gimana gitu. Tetapi ketika ada adegan dimana seorang bapak bertanya kepada anaknya yang main pasir terus megang tai.
"Whose poo is it?"
"I don't know."
"Is that cat shit?"
Seketika si Chung An langsung ketawa ngakak kayak kesurupan. Ternyata tai memang lelucon universal.
Kalo kalian lagi ngomong terus tiba-tiba garing, ngomong tentang tai aja, pasti itu universal!
Akhirnya setelah nonton, kita kudu pulang. Yang atma besok kuliah jam 7 sih ahhaha *gue masih libur loh! LSPR!*
Thanks for today ya :D Bener-bener seru lho! Apalagi bagian blebeb blebebnya hahah.
Smoga kita bisa ngumpul bareng lagi yee Chung An, next time will be karaoke!
RALAT: Baru di smsin Timot, namanya itu QIU CHAN, bukan CHUNG AN! HUHUHUHU SALAH SAYAAAA MAAAAAF
Yang gue mau ceritain dsini bukan cerita lain dari sisi seorang Cindy Fransisca yang urat malunya udah putus. Tetapi emang bener-bener Cindy yang berbeda.
Cindy yang ini itu unik, asli impor dari Cina sono, Guang Zhou loh.
Pas pertama kalo gue dan Cindy KW (CF) dia langsung dadah-dadahh.
Ramahhhhhh.
Lalu gue langsung mengulurkan tangan.
"Ming ming." *baru kali ini gue kenalan dengan nama MING MING*
"Cin..dy (dengan lafal agak terputus-putus gak lancar). I mean Chung An"
Wow, Cina asli bok.
Alhasil, gue, Grace dan CF duduk paling belakang, Tania bersama Cindy (asli! aka Chung An), dan paling depan adalah Timot (Yun Eng, Cina asli tinggal di Indo dan bisa mandarin!) dan Irvan.
Jadi kalo diurutin, yang paling belakang itu adalah klub bodoh, yang gak bisa mandarin, yang tengah dan depan itu menengah keatas karena antara bisa dan tidak, sama bener-bener bisa.
Dari rumah Tania, kita langsung jalan ke gading.
Dan dalam perjalanan, kita mencoba menjelaskan "Kelapa Gading" dalam bahasa Inggris.
Tania: "Bahasa Inggris gading apa sih?"
CF: "Itu Ivory, ivory!"
Lupa siapa yang ngomong: "Err jadi, Coconut Ivory?"
Timot: "Jangan kasih tau diaa (Chung An), nanti merusak imej Indonesiaaaaaa."
Oh oke wkwkwkwk. Cukup masuk akal.
Dan tiba-tiba ditengah jalan dia bertanya.
Chung An: "Why do you, Chinese Indonesian can't speak mandarin?"
Gak tau mau menjawab apa, akhirnya Irvan angkat bicara, dan menyalahkan rezim Soekarno yang melarang kita ngomong mandarin. Dari sebutin tahun pemerintahannya sampe uneg-uneg si Soekarno. Padahal emang kitanya aja yang emang males ba bi bu ngomong mandarin, enakkan slengean ngomong Indo pake bahasa 4l@yzzz
Kasian van orang udah mati masih aja dipersalahkan wkwkkwk.
Saat itu juga, gue merasa gagal menjadi seorang ras Cina, cuma bisa menjadi Cina KW produk Glodok, paling banter Mangga Dua, yang covernya Cina tapi isinya tetep aja produk jiplak.
Sambil di jalan lagi, kita dari belakang yang berasal dari "Klub Bodoh" cuma bisa ketawa ketiwi liat yang depan berjuang ngomong mandarin, aka Tania. Setelah Tania ngomong Indo, Timot terjemahin ke dalem bahasa mandarin.
Ibaratnya, kita dibelakang lagi nonton Meteor Garden pake tipi bilingual, yang kalo tinggal di *tiiit* langsung berubah bahasanya. terus *tiiit* lagi dan bahasanya berubah lagi. Tidak lupa layaknya DVD mangga dua, ntar keluar teks dibawah layar kaca anda. Kalo di kuping orang awam, pembicaraan mandarin mereka hanya terdengar "Blebeb blebeb", semuanya sama aja kata-katanya.
Dan akhirnya kita turun di Coconut Ivory. Maksud gue Mall Kelapa Gading hehehe.
Setelah ngesot-ngesot, akhirnya kita ke XXI dlu. Kata Chung An, bioskop Indo JAUHHHHH lebih bagus daripada Cina sono. Sedikit bangga. Dan ketika kita menanyakan harganya, terjadi perdebatan sengit dalam mengkonversikan kurs. Dari yuan sampe dollar dicoba 1-1. Dan akhirnya si Chung An merasa bersalah karena nanya harganya.
Lanjut ke foodcourt lagi sambil nungguin film mulai. Katanya kemaren si Chung An makan padang sama lele, katanya enak banget. Jadi ketika gue langsung melihat resto cepat saji Indo, gue langsung nunjuk ke Timot. Akhirnya si Chung An makan Rawon. Pas dia makan telor asin yang sepaket sama rawon, kayaknya nafsu banget. Apakah di Cina sana gak ada telor asin? Ato dia suka yang asin? Hmmm...
Akhirnya kita lanjut nonton Back Up Plan. Yang main si J-lo, tentang orang yang hamil duluan gara-gara suntik sperma, baru pacaran terus merit. Seru deh. Pas nonton, si Chung An rada bingung-bingung gimana gitu. Tetapi ketika ada adegan dimana seorang bapak bertanya kepada anaknya yang main pasir terus megang tai.
"Whose poo is it?"
"I don't know."
"Is that cat shit?"
Seketika si Chung An langsung ketawa ngakak kayak kesurupan. Ternyata tai memang lelucon universal.
Kalo kalian lagi ngomong terus tiba-tiba garing, ngomong tentang tai aja, pasti itu universal!
Akhirnya setelah nonton, kita kudu pulang. Yang atma besok kuliah jam 7 sih ahhaha *gue masih libur loh! LSPR!*
Thanks for today ya :D Bener-bener seru lho! Apalagi bagian blebeb blebebnya hahah.
Smoga kita bisa ngumpul bareng lagi yee Chung An, next time will be karaoke!
RALAT: Baru di smsin Timot, namanya itu QIU CHAN, bukan CHUNG AN! HUHUHUHU SALAH SAYAAAA MAAAAAF
Langganan:
Postingan (Atom)