Tampilkan postingan dengan label darwinaming. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label darwinaming. Tampilkan semua postingan

18.9.13

Pindah Jurusan

Kalau kalian dikasih kesempatan untuk pindah jurusan, kalian mau pindah ke jurusan apa? Gua pribadi akan pindah ke jurusan yang menurut orang abstrak. Dengan harapan gue bakal dapat jodoh kalau dia nanya gue di kampus belajar apa (ehm). Berikut beberapa kandidat jurusan yang bakal gue terjunin:
  1. Oseanografi. Biar kalau ditanya di kampus belajar apa, gue jawab "Saya di kampus belajar mengenali dalamnya laut yang biru dan segala penghuninya. Seperti putri duyung kayak kamu."
  2. Astronomi. Biar kalau ditanya di kampus belajar apa, gue jawab "Saya di kampus belajar mengenali bintang-bintang di alam semesta. Termasuk bintang di mata kamu."
OH TUHAN BERIKAN SAYA PACAR!!!

*tangisan jomblo ngenes*

9.2.13

Backpacking Trip: Malangnya Nasibku; Day 1

30 Ribu Ajah

"30 ribu aja bang.", kalimat pertama yang bikin gue gengges dikala matahari nongol aja belom. Mau gak mau gue dan temen gue, Calvin, harus membayar 30 ribu untuk pindah dari terminal 2 ke terminal 3. Singkat kata: kita salah turun terminal. Dengan muka bantal, si abang taxi tetap menyalakan argonya seakan-akan bikin gue pengen naik darah. Anjirrr dari terminal 3 sampe terminal 2 harganya ga lebih dari 10 ribu. Ah tapi ya sudah lah apa mau dikata. Gue pun dan Calvin cuma cembetutan tampan sambil menunggu terminal 3 yang tidak kunjung buka.

Tiba-tiba datang seorang kakek tua yang datang ikutan nunggu sambil ngajak ngobrol. Setelah beberapa lama ngobrol, dia kasih kartu nama dia ke kita.


PT. INDO****S
Pertambangan Emas

Ir. R. Eddy S*******
Direktur Utama

Tahu perasaan gue gimana? It's like a FVFVFVFVFVFVKKK didepan gue sekarang adalah seorang bos tambang emas, dan muka gue so bantal saat itu. Gue dan Calvin cuma bisa metat metot melotot, bingung harus ngomong apa. Anyway selain bosnya para emas-emas, Pak Eddy ini juga seorang pendiri Tetada di Jakarta. Pada bingung kan pasti Tetada itu apaan. Yaa pokoknya belajar tenaga dalem deh, tapi gak bisa hame-hame ha.

Malangnya Nasibku

Sesampai di Bandara Juanda, (untungnya) kita langsung dijemput oleh seorang temen gue yang kebetulan tinggal di Surabaya. Ya awloh makasih banget bisa hemat ongkos. Ditraktir makan pula *ups*. Demi mengejar waktu, kita pun langsung cuss ke Terminal Bungurasih menuju Agrosari di Malang.

Beda banget sama angkot di Jakarta, di Malang kode-kode rute disimbolkan dengan nama depan. Misalkan AL - Agrosari sampai Landungsari, AG - Agrosari sampai Gadang. Nada penyebutan AL dan AG pun agak beda, yang AL harus agak cempreng sedangkan AG agak maskulin. Ok itu gak penting.

Dalam rangka menuju kota Batu, kita harus naik angkot lagi yang warnanya cukup ketchi, yaitu ungu muda yang nyaris mirip pink. Dan disana kita ditipu, katanya angkot itu lewat jalan Diponegoro tapi tahunya enggak. Nyatanyaaa ni supir angkot ngajakin ngomongnya muter-muter banget, bilang mau bantu cariin tapi at the end ngecas 50 ribu. Shit abis. Dengan muka yang dijutek-jutekkin gue nyodorin cebanan dan ngomong "20 ribu aja. Mau ga?"

Akhirnya kita turun dengan berat hati ngeluarin 20 ribu untuk pencarian hotel yang gak lebih dari 3 menit. Malangnya nasibku di kota Malang :(

Batu Night Spectacular

Dengan modal googling gak lebih dari sejem 1 minggu sebelum berangkat, gue menemukan sebuah tempat bernama Batu Night Spectacular di Kota Batu. Tempat ini macam pasar malam, cuma bukanya tiap malam aja dan permanen. Wahananya pun terawat dan rame pisan untuk ukuran tempat yang cuma sepanjang Mall Kelapa Gading.




Tiket masuknya cukup murah. Tapi kalau mau main bayar lagi per wahana kurang lebih 10-15 ribu. Ya elah sama aja jatohnya mahal. Setelah makan-makan, gue langsung mengajak temen gue ke Taman Lampion. Tapi sayangnya temen gue ora mau dan gue harus masuk sendiri. Ya iya sih, ini taman kan memang untuk orang pacaran. Tapi minat gue kan cuma mau difoto-foto :"(



Disini gue juga tertarik sama satu wahana yang namanya Mega Mix.


Jadiii kita bakal naik ke piringan itu dan diputer-puter sambil dibolak-balikkin. Karena ja'im gak mau naik duluan, akhirnya gue nungguin orang lain masuk duluan. Yang pengen naik artis juga kali ya pada ja'im semua. Jadi mau gak mau gue kudu naik duluan juga. Dan ketika gue naik, gue cuma ber enam dari 40-an seat...

"Aaaa.... Aaa...", teriak gue dengan nada super datar. Takut sih pengen teriak pas naik Mega Mix. Tapi apa daya rasa ja'im mengalahkan segalanya karena gak ada yang teriak.

Puas bermain di BNS, gue sedikit melirik-lirik alun-alun kota di malam hari. Pulang dengan keadaan capek sambil melihat isi dompet.

Buset 25% budget gue udah ludes buat foya-foya!

25.12.12

Kangen

Hello fellow bloggers! Pasti kalian udah kangen sama tulisan gue yang udah lama gak nongol ke permukaan. Mungkin perasaan kalian sama dengan isi postingan gue kali ini: kangen.

Di bulan Desember ini, kado natal yang gue dapatkan adalah perasaan kangen. Perasaan dimana kita mengharapkan seseorang itu pada akhirnya akan kembali dan berada di samping kita lagi. Kangen gak bisa diuraikan dengan rangkaian kata-kata, tetapi gue yakin kalian tahu gimana sih rasanya kangen sama seseorang. Gak cuma berlaku buat orang-orang yang udah lama kita kenal. Bisa jadi kangen itu hinggap karena teman-teman baru yang berarti buat kita.

Banyak hal yang udah terjadi setelah 2,5 tahun gue lulus dari SMA. Bisa jadi si itu jadi ganteng, si itu jadi cantik, si itu putus diselingkuhin, bahkan si itu telah berubah orientasi (oops). Hampir semua teman-teman gue berubah, dengan berbagai pencapaian dan perkembangan ke arah yang positif. Pengen deh ketemu sama kalian satu per satu, dan kita duduk bareng di kedai kopi sembari bercerita apa yang telah terjadi selama kita gak bertemu.






Hai kamu yang sedang dikarantina dan besok pergi ke Jerman untuk berlommba. Sedang apa kamu? 

Hai kamu manusia cungkring yang selalu menambahkan kosa kata -tat di setiap nama orang. Sedang apa kamu?

Hai kamu yang mukanya selalu beler. Sedang apa kamu?

Hai kamu penjual keripik setan. Sedang apa kamu?

Hai kamu yang mengais mimpi di negeri Cina.Sedang apa kamu?

Hai kamu yang dulu kerap menjadi guru saya baik di bidang akademis maupun kehidupan. Sedang apa kamu?

Aku masih disini. Kangen.


4.9.12

Me Vs. Hajat - Part 1

Kalau kata orang bijak, musuh paling sulit itu berasal dari diri sendiri. Entah itu males, boros, atau yang paling amit-amit melawan ego diri sendiri yang merugikan orang lain. Dan gue merasakan itu ada di diri gue, ketika gue harus melawan hajat gue sendiri...

Hajatan Petani

Biar sedikit appropiate, gue memilih untuk menggunakan gambar hajatan petani sebagai contoh. Keduanya sama-sama hajat, cuma bedanya yang satu pake imbuhan -an aja. Jadi begini ceritanyoooo...

Suatu hari ketika gue mengunjungi salah seorang rumah teman, gue menemukan kalau dia ternyata gak ada di TKP. Ya maklum gue kan orangnya suka dateng sebelum waktu yang dijanjikan (gara-gara gak ada gawean). Setelah permisi TaPa-TePe ke bokapnya, gue minta izin untuk memakai WC di rumahnya.

Dengan PDnya gue masuk WC di rumah itu, dan kebetulan tertulis petunjuk ketika BAB harus sambil disirem biar enggak mampet. Gue pikir itu petunjuk yang agak sedikit lebay, mengingat kalau hajat itu kan sifatnya lembek-lembek fleksibel gimana gitu. Akhirnya gue memutuskan untuk buang hajat disana dengan segala pertimbangan yang ada.

Kelar buang hajat dan merasa lega, gue pun membuang sambil menyiram hajat gue dengan  tambahan semprotan air.

10 detik kemudian

Ehh hajatnya malah nongol lagi! Wah mati ini kalau hajat gue ngambang-ngambang di rumah orang kan gak lucu!

Intermezzo

Dulu gue punya kejadian cukup kelam di Sevel Husada. Insidennya pun sama, ketika gue boker flushnya gak berfungsi dengan baik. Sehinggga dua kali gue boker disana (karena WC Husada super jorok), dua kali juga hajat gue mengambang. Terus tiba-tiba satpam dan petugas WCnya ngecek masuk. Untung gue boker di menit-menit terakhir, sehingga gue gak harus menanggung malu kalau gue nongkrong disana dan tiba-tiba petugasnya nanyain "Kamu yang tadi boker terus hajatnya gak disirem ya?"

Kedua kalinya gue dateng kesana, gue diliatin terus sama itu satpam (kebetulan gue cuma inget muka satpamnya). Malu. Maaf ya, Sevel Husada. Tapi ini murni kesalahan flush kalian.

Lanjoooot!

Ini bukan Sevel Husada, dan ini rumah temen gue sendiri! Gak lucu kan tiba-tiba kalo si Om mau boker, pas lagi ngeden ada hajat asing nongol di klosetnya. Dengan penuh perjuangan dari semprot shower + sirem dengan air gayung, tapi gak ngepek sama sekali. Gue pun sering di PHPin sama ini hajat karena ketika gue sirem dan udah masuk, tiba-tiba kepalanya nongol lagi...

10 menit kemudian

Frustasi. Bener-bener frustasi. Amit-amit kalo hajatnya gak bisa gue bersihin, gue harus menanggung malu dan bilang ke Om bahwa klosetnya telah mampet sama hajat yang gue keluarkan. Belom lagi kalau dia cerita ke istrinya, anak-anaknya, tetangganya, dan akhirnya sampai ke telinga emak gue.

5 menit kemudian

Setelah berbagai cara termasuk nyirem lobang kloset sambil nyodok dengan sikat WC (dengan harapan ada tekanan air), akhirnya kelar juga cobaan harga diri ini. Tuhan masih sayang sama saya.

"Ming, kemane aje lo baru nongol?"

Dan sampe sekarang gue masih gak berani ke rumah dia.


15.7.12

Saya Suka Foreplay, dan Kamu Juga!

Terkadang BuDi alias budek dikit itu dapat membawa kesalahpahaman, bahkan bencana besar ketika memandang image seseorang. Seperti percakapan gue dan komplotan-komplotan gue.

Tersangka 1: "Oh lu suka Coldplay?"
Tersangka 2: "Iya dong, Coldplay keren men!"
Gue: "Iya Te, gue juga suka Coldplay. Enak banget!"

Tersangka 3: "Apa? Kalian suka Foreplay?!" *dengan muka shock*

Jadi jika gue rekap pembicaraan tadi dengan pola pendengeran BuDi sang Tersangka 3...


Tersangka 1: "Oh lu suka Foreplay?"
Tersangka 2: "Iya dong, Foreplay keren men!"
Gue: "Iya Te, gue juga suka Foreplay. Enak banget!"

Tersangka 3: "Apa? Kalian suka Foreplay?!" *dengan muka shock*


FYI, Tersangka ketiga adalah perempuan loh...

17.6.12

PMS

HAH! Gak kerasa udah lama banget gue gak update blog ini karena waktu dan kerjaan yang bener-bener gak memungkinkan. Anyway sekarang gue lagi memfokuskan diri untuk membuka jasa ghostwriting dan traveling. Let's see how the progress in later time. Rasanya gak afdol ya kalau gue gak bagi-bagi cerita untuk tiap postingannya HAHAHA. Sooo here we go.

Akhir-akhir ini gue merasa gue bertambah budeg dan lola. Mungkin akibat terlalu banyak informasi yang  berlalu-lintas di otak gue. Yaa salah satunya ketika gue sedang merencanakan untuk minjem tenda (yang akhirnya gak jadi) sama beberapa temen gue.


"Ehh kayaknya kita seruan ngemping di pantai deh. Nyewa tenda dari Jakarta enak kali ya?"
"Berapa duit? Kita minjem aja cuy. Si Pinky kan anak PMS dulu."
"Maksud lu MPA kali? Mahasiswa Pencinta Alam. Lu kata si Pinky tiap bulan bisa sensian?!"


FYI, Pinky itu cowok... Oke kembali ke topik, gue sendiri takut makin lama ini penyakit konyol bisa kronis dan membawa petaka ke kehidupan sosial maupun profesional gue. Dan mungkin julukan gue akan berubah dari Aming si Penjahat Kelamin menjadi Aming si Budek...

16.4.12

Purwaceng

Ada yang tahu Purwaceng? Kalo gak tahu, Purwaceng itu semacem obat kuat ala Jawa. Biasanya dibikin jadi kopi atau minuman jahe, biar makin gres ditambah Pasak Bumi. Nah kan pasti semua pada melenceng pikirannya? Sebenernya Purwaceng sendiri diminum sebagai obat kesehatan, biar stamina tetep okeh dikondisi apapun. Tapi orang cenderung mengartikannya sebagai minuman P.R.I.A.

Desember 2011 kemaren, gue jalan-jalan ke Wonosobo dan Dieng. Disana memang banyak jualan Purwaceng, dari yang mahal sampe tembakan. Sampai di toko oleh-oleh di Wonosobo, gue langsung beli 2 bungkus. Temen-temen gue, terutama yang cewek pada ngomong kayak gini ke gue.

"Ming, itu apaan ming?"
"Purwaceng."
"Hah? Itu apaan?"
"Obat kuat!"

Sontak semua pada langsung heboh, terutama cewek-cewek yang ikut. Apalagi ketika liat salah satu bahannya adalah pasak bumi, gue resmi dicap penjahat kelamin atau penggila seks. Woi gue gak segitunya juga kale! Ketika sampai di Dieng dan gue minum Purwaceng, cewek-cewek langsung ngibrit masuk ke kamar. Cowok-cowoknya pada takut diperkosa karena gak ada tempat pelampiasan. Minum satu pun gak akan bikin gue jadi superhero kaleee!

Hari kedua, ketika kita jalan-jalan di kompleks Candi Arjuna, kita pada singgah makan bakso, dan ada yang jual Purwaceng... Kali ini rombongan cowok-cowok pada nepsongan juga untuk minum Purwaceng, tapi yang cewek pada gak takut mereka minum Purwaceng.

Jadi... hanya gue kah yang dicap penjahat kelamin?

23.2.12

Genap

Genap adalah pilihan, ganjil adalah kesedihan. Seenggaknya itu adalah peribahasa yang gue buat sendiri (caileh) buat kejadian yang pernah gue atau mungkin kalian pernah alamin. Dimana ketika yang namanya angka genap itu adalah hasil dari kita memilih, dan angka ganjil itu adalah hasil dari kita memilih juga plus embel-embel ampas. Dalam kasus ini, gue kebagian jadi ampasnya. Dan gue baru ngerasain gimana rasanya jadi ampas.

Langsung aja masuk ke bagian cerita, dimana pada saat itu gue berencana untuk liburan yang tadinya berempat jadi bertiga. Tadinya gue kira liburan ini bakal jadi liburan yang cukup fantastis (well yeah, some of times are fantastic, but most of them are shits), tapi malah berakhir dramatis. Sesuatu banget deh.

Singkat kata, gue pergi ke kota yang far-far away from Jakarta bersama salah satu orang yang baru gue kenal gak lama-lama amat. Yaa kurang lebih gue baru ketemu dia tiga kali. Gue sendiri mencoba mengakrabkan diri sama dia dengan ngajak ngobrol, yaa seenggaknya gue berharap pas nanti kita jalan-jalan bertiga, kita bisa ngobrol bareng dan masuk. Ternyata eeeeh ternyata... Gue dikacangin. Gak lama setelah gue ketemu dia, ketika gue ngajak ngobrol lagi dia malah lebih milih main sama BBnya. Meeeen, gue liburan mau ngomong sama orang meen, bukan ngomong sama BB!

Kita fast forward sedikit kayak lagi nonton DVD bajakan, alhasil ketika di dalam mobil, gue cuma bisa cengok, nebeng ketawa, ato nebeng nyeletuk. Dan yang paling parah gue dikatain "emang gue ngomong sama elo? Gue lagi ngobrol sama si X."

Sori ya bukannya gue sok sensitif, tapi bagi gue itu udah gak masuk kategori bercandaan. Ada yang orang yang ketika jalan-jalan cuma mau dicuekkin atau cuma mau ngobrol sama gadget elu sendiri? Ketika gue coba ngobrol sama si X pun, gue dikatain "mau banget siiih deket-deket si X."

Ya iya lah, gue aja ngajak ngobrol elu malah ujung-ujungnya ngobrol sama BB. Gimana gue gak mau deket sama orang lain sampe gue dikatain kayak homo. Sisanya gue cuma ngobrol sama si X lagi ketika si orang-yang-baru-gue-kenal ini udah pules di ranjang. Sukur-sukur kalo dia gak bangun lagi sampe pagi besokannya.

Ya udahlah sekarang gue cukup tahu aja kalau orang kayak gitu does exist on this tiny little earth.


21.2.12

Dongeng Seekor Nyamuk


Manusia seringkali bertanya kepada Tuhan untuk apa Tuhan menciptakan binatang-binatang yang tak berguna. Kecoak yang selalu dihina-hina kaum hawa ternyata mengambil bagian dari proses penguraian. Lalat yang selalu simpang siur dimana ada bau busuk maupun di dagangan asongan mengambil bagian dari proses pembusukkan.

Lantas untuk apa vampir kecil yang selalu disebut nyamuk itu diciptakan? Banyak yang mengecam mereka hanyalah makhluk penyebar virus dan bakteri. Bahkan ada mitos yang mengatakan mereka adalah jelmaan dari drakula, selain kelelawar tentunya. Tetapi pernahkah kalian mendengar dongeng bahwa nyamuk itu berasal dari seorang pangeran?

Entah darimana dongeng ini berasal, mungkin kedengerannya dongeng ini adalah dogeng yang konyol, yang mungkin dibuat oleh seorang kakek pembual yang tinggal ditengah hutan. Tetapi sebenarnya dongeng ini benar-benar ada, dan dongeng tersebut tidak hanya terjadi pada zaman Majapahit atau ketika Soekarno masih memegang kendali Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dongeng ini ada di sekitar kita, bahkan kita dapat menjadi sang pemeran utama dongeng ini.

***

Suatu hari aku terbangun dari sebuah mimpi yang indah, mimpi dimana ketika mataku membuka, ada putri yang memintaku untuk mengajaknya naik kereta kencana mengelilingi semesta. Dibawah ukiran bintang, aku pun jatuh dari kereta kencana dan terbangun dari mimpi seribu satu malam. Dan ketika aku membuka mata, aku hanyalah seekor nyamuk.


Seorang putri yang telah kukenal lama dan seorang pangeran yang berasal dari negeri seberang sana yang baru saja kukenal pergi bersamaku untuk menuntaskan misi menemukan pulau yang bernaung dibawah gugusan bintang selatan.  Tadinya hanya ada aku dan Sang Putri yang akan menunaikan misi ini. Karena merasa tidak aman, Sang Putri mengajak pangeran tersebut karena ia percaya bahwa tiga orang manusia lebih baik daripada dua.

Kami bertiga terlihat sangat akrab selama perjalanan, apalagi ketika sang putri terbangun. Lain ceritanya jika sang putri telah tertidur lelap dengan bibir mungilnya yang terlihat lucu, pangeran dari negeri sebrang berubah menjadi penyihir jahat berkedok dua. Seorang pangeran atau lebih tepatnya penyihir berkedok pangeran yang mengumandangkan perang dingin tanpa ancang-ancang terlebih dahulu, dan selalu menyimpan rencana liciknya.

Pangeran dari negeri seberang tidak pernah mendengarkan sepatah katapun yang keluar dari bibirku. Balasan dari dirinya hanya berupa “oh” maupun keheningan. Ia hanya menganggap aku sebagai sebuah dinding penghalang. Aku tak tahu lagi rencana apa yang ada di otaknya. Singkat cerita, ketika aku lengah, aku disihir menjadi seekor nyamuk. Serangga kecil yang bersayap, yang menghidupi dirinya dari darah manusia.


Kami melanjutkan perjalanan ketika matahari telah terbit. Pangeran dari negeri seberang berbohong kepada sang putri bahwa aku telah digigit sekelompok serigala dan jasadku telah menjadi seonggok daging yang tak terbentuk. Padahal Sang Putri tidak tahu aku disihir menjadi seekor nyamuk kecil, yang selalu mengikutinya kemanapun ia pergi. Berada dibawah naungan sihir dari pangeran negeri seberang, Sang Putri mencoba untuk membunuhku pelan-pelan dengan tangannya yang halus, menepok kesana dan kemari.

Putriku yang cantik, kamu tidak tahu bahwa aku adalah nyamuk tersebut. Nyamuk yang selalu menemanimu pergi kemanapun dan menjagamu siang dan malam tanpa pernah engkau sadari. Sesekali kugigit kulit halusmu itu agar kau tahu bahwa aku selalu berada disampingmu. Kau dan pangeran dari negeri seberang selalu menganggap aku hama pengganggu umat manusia. 

Di tetes keringatku yang terakhir, aku menyerah dan meminta seorang tua  yang bijak untuk memberiku ramuan yang dapat merubah diriku menjadi manusia kembali. Ramuan tersebut ampuh dan akupun kembali kepada tubuh berdaging ini. Sang putri akhirnya mengetahui bahwa diriku masih hidup, tetapi aku lebih memilih mundur dari permainan kotor ini.

Konon Sang Putri dan pangeran dari negeri seberang telah menemukan pulau dibawah gugusan bintang selatan. Aku tidak peduli mereka akan hidup bahagia selamanya atau sengsara dibawah mantra. Tetapi ketahuilah, akulah yang selalu menemanimu saat suka dan duka. Akulah yang selalu menyisipkan namamu, disetiap doa-doa yang kupanjatkan pada Tuhan yang tak pernah kutemui.

***
Ketika kamu melihat nyamuk-nyamuk berterbangan disekitarmu, janganlah engkau tepuk dia setelah engkau mengetahui dongeng ini. Mungkin saja satu diantara mereka adalah sahabat, atau bahkan kekasihmu yang selalu mengawasi dan melindungimu dari kejauhan. Mereka hanya ingin kamu sadar bahwa mereka ada, disetiap suka dan dukamu. Mereka menggigitmu bukan karena jahat dan ingin membuatmu jatuh sakit, melainkan ingin dimengerti. Betapa perihnya dilupakan dan dianggap tidak ada.

Mungkin sebagian dari kamu yang membaca dongeng ini menganggap bacaan ini hanyalah bualan belaka, dan masih terus membantai nyamuk-nyamuk yan berterbangan tanpa pandang waktu. Tetapi aku yakin, sebagian dari kamu pasti pernah disihir menjadi nyamuk. Dan tidak lupa kamu singgah di pipi orang yang kamu kasihi, menggigitnya sebagai tanda cinta dan sakit yang tak pernah tertuang.

Bandara Adisucipto, Yogyakarta
Senin, 20 Februari 2012, 16:19 PM