Tampilkan postingan dengan label daily life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daily life. Tampilkan semua postingan

31.1.13

Chasing The Moon

Kemarin malam (secara belum jem 12 teng) gue sedikit beruntung. Langit berwarna biru gelap, tanpa awan dan gue bener-bener sendiri malam itu. Oh man, ketika itu juga gue merasa selama ini gue udah lama banget gak pulang dari gereja jalan kaki karena faktor teman-temin yang bisa ditebengin dan ada pula yang berbaik hati nganterin.

Saat gue jalan sendiri, gue tersadar bahwa gue belakangan ini kurang punya waktu sendiri. I mean ketika lu benar-benar sendiri karena lu yang mau. Bukan karena ditinggal temen ato gak punya gawean untuk kemana-mana. Gue butuh privasi untuk berbicara sama diri gue sendiri, dan bersama alam tentunya. Oh iya gue mau jelasin juga kalau belakangan ini gue ingin sedang mencoba kembali ke kehidupan spiritual lagi. For the sake of myself. Dan kali ini gue ditemenin sama bulan untuk ngobrol. She's quite pretty tonight

Eh jangan salah sangka ya, bukannya gue kayak gini seteress, gila, atau sinonim dan sanak saudara lainnya. Bahkan dulu gue sering berkontak dengan angin, langit, dan senja. Karena gue percaya Dia selalu menggunakan berbagai cara untuk berbicara pada manusia.

Ok, mari kita lanjutkan perbincangan gue dengan bulan. Gue berkeluh kesah mengenai pertemanan gue yang terkadang terkesan palsu, dilandaskan atas asas keibaan dan. Iba yang bukan karena dari dalam hati, tetapi memang karena mereka merasa ini hanya kewajiban, atau bisa jadi formalitas. Sehingga malam ini membuat gue merasa dekat kembali dengan bulan.

Hati gue memutuskan untuk kembali ke diri gue yang dulu, bersikap lebih individualis dalam beberapa aspek. Mungkin salah satunya pertemanan, yang membuat gue akan menjadi lebih pemilih dan gak percayaan. Entah itu berhasil atau enggak, jadi atau enggak, gue lihat aja nanti.

Jika ditanya kenapa gue lebih memilih untuk menjadi individualis, gue cuma bisa jawab 1 kata. Pilu. Hati gue selalu nyeri, tetapi gak tahu nyerinya ada dimana. Mau diobatin juga bingung caranya gimana. Mungkin salah satunya kembali menjadi lebih individualis, dan pilunya bisa saja hilang dalam sekejap.

Jangan salahkan gue jika gue begini. Gue juga gak akan salahin kalian kok. Memang gak ada pihak yang salah. Kalian baik, cuma mungkin kita hidup di dua dunia yang berbeda. Jadi jangan heran kalau gue mencoba jalan hidup yang sedikit berbeda. Jadi jika ada salah-salah dan ada sikap gue yang gak sreg, gue bilang aja sekarang sori yaaa :)

"When your time comes, you have to chase the moon."

Mungkin kalimat tersebut punya interpretasi ganda. Tapi gue punya makna gue sendiri akan kalimat tersebut. Gue yakin someday beyond the moon I will find a man there who will become my best partner. And he is me.





Darwin Boy Sxander
31 Januari 2013; 1:58 AM
Chasing The Moon


25.12.12

Kangen

Hello fellow bloggers! Pasti kalian udah kangen sama tulisan gue yang udah lama gak nongol ke permukaan. Mungkin perasaan kalian sama dengan isi postingan gue kali ini: kangen.

Di bulan Desember ini, kado natal yang gue dapatkan adalah perasaan kangen. Perasaan dimana kita mengharapkan seseorang itu pada akhirnya akan kembali dan berada di samping kita lagi. Kangen gak bisa diuraikan dengan rangkaian kata-kata, tetapi gue yakin kalian tahu gimana sih rasanya kangen sama seseorang. Gak cuma berlaku buat orang-orang yang udah lama kita kenal. Bisa jadi kangen itu hinggap karena teman-teman baru yang berarti buat kita.

Banyak hal yang udah terjadi setelah 2,5 tahun gue lulus dari SMA. Bisa jadi si itu jadi ganteng, si itu jadi cantik, si itu putus diselingkuhin, bahkan si itu telah berubah orientasi (oops). Hampir semua teman-teman gue berubah, dengan berbagai pencapaian dan perkembangan ke arah yang positif. Pengen deh ketemu sama kalian satu per satu, dan kita duduk bareng di kedai kopi sembari bercerita apa yang telah terjadi selama kita gak bertemu.






Hai kamu yang sedang dikarantina dan besok pergi ke Jerman untuk berlommba. Sedang apa kamu? 

Hai kamu manusia cungkring yang selalu menambahkan kosa kata -tat di setiap nama orang. Sedang apa kamu?

Hai kamu yang mukanya selalu beler. Sedang apa kamu?

Hai kamu penjual keripik setan. Sedang apa kamu?

Hai kamu yang mengais mimpi di negeri Cina.Sedang apa kamu?

Hai kamu yang dulu kerap menjadi guru saya baik di bidang akademis maupun kehidupan. Sedang apa kamu?

Aku masih disini. Kangen.


17.6.12

PMS

HAH! Gak kerasa udah lama banget gue gak update blog ini karena waktu dan kerjaan yang bener-bener gak memungkinkan. Anyway sekarang gue lagi memfokuskan diri untuk membuka jasa ghostwriting dan traveling. Let's see how the progress in later time. Rasanya gak afdol ya kalau gue gak bagi-bagi cerita untuk tiap postingannya HAHAHA. Sooo here we go.

Akhir-akhir ini gue merasa gue bertambah budeg dan lola. Mungkin akibat terlalu banyak informasi yang  berlalu-lintas di otak gue. Yaa salah satunya ketika gue sedang merencanakan untuk minjem tenda (yang akhirnya gak jadi) sama beberapa temen gue.


"Ehh kayaknya kita seruan ngemping di pantai deh. Nyewa tenda dari Jakarta enak kali ya?"
"Berapa duit? Kita minjem aja cuy. Si Pinky kan anak PMS dulu."
"Maksud lu MPA kali? Mahasiswa Pencinta Alam. Lu kata si Pinky tiap bulan bisa sensian?!"


FYI, Pinky itu cowok... Oke kembali ke topik, gue sendiri takut makin lama ini penyakit konyol bisa kronis dan membawa petaka ke kehidupan sosial maupun profesional gue. Dan mungkin julukan gue akan berubah dari Aming si Penjahat Kelamin menjadi Aming si Budek...