Tampilkan postingan dengan label gereja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gereja. Tampilkan semua postingan

7.2.11

Kebakaran

Entah kejadian ini karena pepatah "mukjizat itu nyata", doa saya yang emang kelewat ajaib, atau emang udah suratan takdir dari akhir hidup sang bunga matahari. Gua Maria tempat saya berdoa kebakaran.

Ketika saya sendiri lagi galau-ing bersama Bunda dan Dia, lalu mengucapkan kata amin dalam hati sambil membuat tanda salib, ketika saya membuka mata. Voila! Kebakaran! Bunga mataharinya kebakaran! HORE! Saya kira bunga di Gua Maria tidak boleh dibuang, tapi memang terbakar. Ya udah saya asik nonton aja sambil mikir.

Aduh kok hore sih, tapi om di belakang saya malah senyum-senyum.
"Wah hebat, doa kamu kuat banget yah! Bisa sampai pertanda kebakaran begini!"
"Om, itu kebakaran om!" *panik*
"Bentar, kita tunggu bunganya kebakar abis dulu aja."

Percaya gak percaya, akhirnya kita nontonin itu bunga matahari terlahap sang jago merah. Tragis memang. Nyawa sang bunga matahari hanya sebatas tiga hari, kasihan.

Masih nontonin, saya panik dan ngomong lagi.
"Om, apinya makin gede loh." *ngelap keringet*
"Oh ya udah, kamu ambil ember aja. Tanya satpam."
"Bentar ya saya tanyain satpam."

Akhirnya saya tanya ke Pak Satpam. Dia lagi asik nonton bola atau sinetron, gak lihat jelas. Yang pasti asik nonton deh.

"Pak! Ada ember gak?"
"Ada, di deket motor situ. Emang kenapa?"
"Ada kebakaran di Gua Maria!"
"Oh kebakaran. Ya udah kamu ambil ember isi air aja."

Gila juga ini satpam. Malah asik nonton lagi dia. Langsung dah saya krasak-krusuk ambil ember.

"Om, ini embernya isi aer."
"Loh, satpamnya mana?"
"Lagi nonton!"
"Suruh aja satpamnya."
"Duh gak ada waktu deh, yang penting urusin dulu ini."

Dan akhirnya PeJe, sebutan kece Pastur Gereja dateng.
"Wah ada apa ini?"
"Peje, itu kebakaran!"

Dan si om nyamber...
"Iya PeJe, tadi pas dia lagi doa terus langsung kebakar. Hebat ya dia, harus jadi penyebar warta. Hahaha."

Dan si PeJe dan om masih melihat. Sementara saya? Panikan sampai keringet panas dingin. Ditambah satu tante-tante yang cuma nontonin. Dikate ini upacara api unggun apa!
"PeJe.... Kebakaran...."
"Oh ia cepat kamu ambil air."
"Nih saya sirem langsung."

Byurrrrr, sirem setengah ember! Dan si om nyamber lagi.
"Bukan gitu caranya, jangan langsung semuanya. Gini nih om ajarin, pelan-pelan aja."

Aduh ajegile si om. Hebat bener masih bisa ngajarin cara menyiram yang benar. Mana nyiremnya udah kayak nyirem taneman lagi, pelan-pelan tapi pasti! Akhirnya api rendam setelah tiga ronde. Sang Bunga Matahari terbakar habis sudah. Sang Bunga telah kembali ke tidurnya yang lelap. Menjadi sehitam masakan mama yang gosong.

Saya gak habis pikir, kejadian tadi masih terngiang-ngiang di pikiran saya. Malah sempat berfantasi kalau satu gereja sampai kebakar habis. Tinggal debu yang tersita. Amit-amit deh, amit-amit!

Tapi kalau diingat-ingat, ajaib juga ya kejadian tadi. Bisa pas ketika selesai berdoa baru kebakar. Ditambah patung Bunda Maria sama sekali tidak disentuh oleh lidah api. Memang di dunia ini masih banyak yang perlu dipertanyakan, dan yang dibiarkan saja tak terjawab. #apaansih

*Bunga mataharinya itu 1,5 meter loh! Terhitung dari tempat pijakan tangan pas berdoa!*

27.11.10

Stella Maris


Engkaulah sang bintang yang menuntun kami.
Di dalam kegelapan, Kaulah sang penunjuk jalan.
Batasku hanya di kepala air, di bawah kaki langit.
Tetapi cahayaMu menembus dimensi.
Tak melihat ruang, maupun waktu.
Bimbinglah kami dengan selamat sampai tujuan akhir.

Stella Maris adalah gelar kuno bagi Santa Perawan Maria. Dalam bahasa latin, Stella Maris berarti Bintang Samudera. Kalau menurut analisa saya sih *cie ileh analisa bok* Stella Maris diambil dari kata Stellar, yang berarti bintang, dan dari kata Maris, sepertinya sih diambil dari kata Marine yang berarti samudera, atau mungkin dari nama Maria sendiri. 

Sebagai seorang ratu yang bertindak sebagai pembimbing dan pelindung mereka yang bekerja dan berlayar di laut, membuatnya mempunyai julukan Ratu Kami Sang Bintang Samudera, diangkat sebagai pelindung misi-misi Katolik bagi para pelaut, kerasulan di laut, dan membuat banyak gereja-gereja di tepi/dekat pantai yang diberi nama Stella Maris atau Maria Sang Bintang Samudra.

Tidak heran ya kalau gereja di Pluit, dinamakan Stella Maris! Dekat sih dengan lautan. Bunda, Engkau sebagai bintang, bimbinglah jalan kami sampai tujuan dengan selamat. Amin.


11.7.10

Gak bisa terbang

Pertanyaan seorang prater kepada salah satu murid katekumennya (gue)

Q: Kenapa Bunda Maria tidak naik ke surga sendiri?
A: Gak bisa terbang

...

9.5.10

Prater Igan

Singkat kata saja, langsun to the point.
Minggu ini minggu kedua gue dalam katekumen. Dan pembimbing gue adalah seorang prater.
Tepatnya, namanya dia Ignasius Haryanto, dan panggilannya Igan.

Sejenak, gue lgsg ngakak gak jelas. Langsung gue ngomong ke nita
"Gan, cendolnya gan."

"Gan jangan dibata gan."

"Gan, gan, gan, GAAAAAN"



JANGAN DIBATA GAAAAN!!